HELOINDONESIA.COM - Pembangunan taman di kawasan padat penduduk seperti wilayah Jakarta Utara (Jakut) menjadi tantangan. Pasalnya, dengan keterbatasan lahan membuat Pemerintah harus kreatif memanfaatkan area kosong seperti kolong jembatan dan area di bawah jalan tol.
Baca juga: Dua Tersangka Korupsi Bendungan Marga Tiga Ditahan, Negara Rugi Rp 4,9 M
“Tempat seperti ini memang dahulunya terabaikan, tapi saat ini sudah menjadi ruang hidup baru bagi warga masyarakat Koja, Jakut,” ungkap Gubernur Daerah Khusus Jakarta (DKJ) Pramono Anung Wibowo di sela-sela meresmikan Taman Si Pitung di kolong Tol Jampea, Koja, Jakut, Rabu (23/10/2025).
Baca juga: Alzier Sukses 3 Kali Pimpin Golkar Lampung, Era Hanan Pas di Dewan Pertimbangan
Sekedar diketahui, bahwa peresmian taman menjadi bagian penting Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKJ dalam memperluas ruang terbuka hijau dalam menyediakan fasilitas publik ramah anak di Jakarta.
Baca juga: 4 Jenis Pemijatan Relaksasi untuk Tingkatkan Diagnosis dan Fungsi Fisik
Karena ini merupakan komitmen politisi PDIP yang akrab disapa Mas Pram, ia berjanji akan memperbanyak taman kota di berbagai sudut Jakarta. "Iya hari ini, Taman Si Pitung saya nyatakan resmi dibuka untuk umum,” tutur Mas Pram ditengah-tengah kerumunan warga masyarakat yang hadir.
Baca juga: Tim USM Ajarkan Teknik Membuat dan Diversifikasi Produk Olahan Nata di SMKN 1 Bawen
Mas Pram juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara Pemerintah Kota (Pemkot) dengan warga masyarakat dalam menjaga dan memanfaatkan ruang terbuka hijau.
Baca juga: Lewat Kadisdikbud, Iyay Mirza Bantu dan Nasehati Anak Pemulung Putus Sekolah
"Kepala Dinas (Kadis) Pertamanan dan Hutan Kota (Tamhut) Fajar Sauri dan Wali Kota Jakut Hendra Hidayat untuk mempercepat pembukaan taman-taman baru di kawasan padat penduduk. Karena langkah ini sangat penting bagi warga masyarakat memiliki akses terhadap udara bersih dan tempat interaksi sosial yang lebih sehat," imbuhnya.
Baca juga: Tampil Perkasa, Karetaka Hera Rebut Emas untuk Jateng di PON Bela Diri
“Saya berharap ke depan ruang di bawah jalan tol ini menjadi lebih hijau. Dan jika ruang terbuka bertambah kota kita akan lebih sejuk dan nyaman,” harapnya.
Baca juga: Dua Tersangka Korupsi Bendungan Marga tiga Resmi Ditahan Negara Rugi Rp 4,9 Miliar
Sedangkan, Kadis Tamhut Provinsi DKJ Fajar Sauri menerangkan, untuk persentase ruang terbuka hijau di Jakarta kini meningkat signifikan. “Memang sebelumnya hanya sekitar 5,75 persen, sekarang sudah mencapai 14 persen. Hasil ini merupakan bagian kerja keras bersama seluruh pihak,” tambahnya. (*/is) ***