KUDUS, HELOINDONESIA.COM - Tim karate Jawa Tengah berhasil merengkuh satu medali emas dan satu perunggu pada hari pertama pelaksanaan cabang olahraga karate pada PON Bela Diri 2025 Kudus yang berlangsung di Djarum Arena, Kaliputu, Kudus, Kamis 23 Oktober 2025.
Medali emas dipersembahkan karateka Jateng, Hera Irnandha di kategori kumite kelas +68 kg Putri setelah dalam babak final tampil perkasa dengan mengalahkan atlet Riau Jessica Tety Debora dengan skor ketat 6-5.
Sedangkan medali perunggu diraih Jateng lewat Muhammad Dzaka Hibatullah di kelas -75 Kg Kumite Putra usia menang atas wakil Sulawesi Tengah, Rahmat R Gani (2-0).
Baca juga: Hadi Tjahjanto Bangga 248 Karateka Terbaik Tanah Air Ikuti PON Bela Diri
Sebenarnya, Jateng turun dalam tiga nomor pada hari pertama ini. Satu nomor lain yang diikuti yakni kategori Kata perorangan putri yakni Laila Nurul namun gagal meraih medali.
Atas perolehan ini, pelatih karate Jawa Tengah, Muhammad Anas mengatakan emas yang diraih Hera dan Dzaka sudah sesuai target.
Terutama untuk nomor yang diikuti Hera, memang sudah ditarget untuk meraih emas.
"Alhamdulillah Jateng untuk hari pertama ini dapat 1 emas, 1 perunggu. Memang kebetulan Hera ini eks Pelatnas," kata Anas usai mendampingi tim Jateng.
"Memang sesuai yang diharapkan. Semoga kedepan lebih baik," jelasnya.
Ia juga turut mengapresiasi penampilan Dzaka yang tampil di tanah kelahirannya mampu menyumbang medali perunggu.
"Hera termasuk yang ditarget emas. Kalau Dzaka memang dari awal underdog. Cuma tadi kalah sama Pelatnas," kata dia.
Bersyukur
Sementara itu, Hera usai laga final mengaku bersyukur kerja kerasnya berbuah hasil.
Medali tersebut juga menjadi pembuktiannya setelah sempat mendapat panggilan Pelatnas SEA Games namun harus dipulangkan.
"Alhamdulillah penampilannya sesuai dengan target yang saya inginkan. Ini pasti juga rezeki dari Tuhan, dan usaha saya selama ini," kata peraih perunggu pada PON XXI Aceh-Sumut 2024 tersebut.
"Latihan bukan hanya sebentar, tapi berbelas-belas tahun," kata dia.
Baca juga: Kunjungi Kendal, BPKP Jateng Sebut Layanan SPPG Masih Perlu Ditingkatkan
Ke depan, Hera punya target lebih tinggi termasuk mempertahankan medali emas pada PON Bela Diri 2025 ini pada PON NTT-NTB 2028 mendatang.
Lebih dari itu, ia juga berharap performa yang ia tunjukkan bisa membuatnya kembali dilirik untuk memperkuat tim Indonesia di berbagai ajang internasional.
"Semoga prestasi ini bisa saya pertahankan sampai PON, bahkan saya bisa berkesempatan masuk di Pelatnas di SEA Games, Asian Games, sampai olimpiade besok," tegasnya.
Soal lawan di partai final, Hera menyebut sudah saling mengenal kelemahan dan kelebihan satu sama lain.
"Soal lawan di final, itu lawan saya memang dari saya junior, bahkan kadet junior, dulu sempat di Pelatnas junior juga. Memang sudah sering ketemu satu kelas," kata mahasiswa S2 manajemen Udinus Semarang tersebut.
"Tadi saya bisa menguasai pertandingan dan lebih tenang menghadapi dia," katanya.
Baca juga: Ilkom USM dan Pinasthika Gelar Roadshow Goes to Campus
Sebelumnya, Hera menyebut, lawan yang ia tunggu-tunggu di PON Bela Diri 2025 ini sebenarnya adalah karateka Sumatera Utara, Dessyinta Rakawuni Banurea. Namun, Dessyinta lebih dulu kalah saat bertemu Jessica Tety di babak sebelumnya.
Hera mengaku penasaran mengalahkan Dessyinta yang merupakan seniornya, sebab sebelumnya pada PON XXI lalu ia dikalahkan oleh atlet SEA Games tahun 2017, 2021, dan 2023 itu.
"Bisa dibilang Jessica musuh bebuyutan saya, tapi memang ada yang lebih sulit. Tapi yang lebih sulit sudah kalah oleh lawan saya di final," kata Hera. (Aji)
