Wujudkan Harmoni Sosial, Agustina Bersama Sinta Wahid Gelar Sahur di Pura Giri Natha

Selasa, 24 Februari 2026 16:29
Bersama tokoh nasional Sinta Wahid dan tokoh lintas agama, Wal kota Semarang melakukan sahur bersama sebagai wujud toleransi dan harmoni sosial

SEMARANG, HELOINDONESIA.COM - Pemerintah Kota atau Pemkot Semarang kembali menegaskan komitmennya untuk senantiasa menjaga harmoni sosial dan memperluas inklusivitas.

Salah satu wujudnya melalui kegiatan sahur bersama tokoh nasional Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid yang digelar di Pura Agung Giri Natha, Semarang, Selasa 24 Februari 2026.

Momentum sahur Ramadan yang berlangsung di rumah ibadah umat Hindu tersebut menjadi simbol bahwa keberagaman di Kota Semarang dirawat dalam praktik.

Baca juga: Dari Pantai Jodo, Luthfi-Yasin Pimpin Gerakan Jateng ASRI secara Serentak di 35 Daerah

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng menegaskan bahwa harmoni sosial adalah fondasi pembangunan kota. Ia menyampaikan bahwa capaian Kota Semarang yang berada di tiga besar nasional Indeks Kota Toleran menjadi indikator bahwa ruang aman bagi seluruh warga terus dijaga.

“Harmoni ini tidak hadir dengan sendirinya, harmoni ini dibangun dari kesediaan untuk saling memahami, keberanian untuk saling menerima, dan komitmen bersama untuk menempatkan kemanusiaan di atas segala perbedaan,” ujar Agustina.

Wali kota juga menekankan bahwa toleransi bagi Kota Semarang berarti memastikan setiap warga merasa aman menjalankan ibadahnya.

“Bagi kami, toleransi adalah bagaimana setiap warga merasa aman menjalankan ibadahnya, bagaimana perbedaan hadir tanpa rasa curiga, dan bagaimana kita saling menyapa sebagai sesama manusia dengan hormat dan hangat,” lanjutnya.

Selain memperkuat komitmen lintas iman, Pemerintah Kota Semarang juga memperluas makna inklusivitas melalui pembangunan Rumah Inspirasi Disabilitas. Dari 16 kecamatan di Kota Semarang, sebanyak tujuh rumah inspirasi telah beroperasi menjadi ruang bertemu, bermain, dan memperoleh akses yang setara bagi penyandang disabilitas.

“Setiap kecamatan akan mendapatkan akses dan ruang untuk bermain, bertemu, dan diperlakukan setara dengan seluruh warga Kota Semarang,” tegas Agustina.

Baca juga: Safari Ramadan Jadi Momentum Pemerintah Dengarkan Aspirasi dan Bantu Masyarakat

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan ruang kota yang inklusif, agar seluruh warga, termasuk kelompok difabel, dapat terlibat aktif dalam kehidupan sosial.

Merawat Persaudaraan

Dalam kesempatan yang sama, Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid atau Sinta Wahid menyampaikan bahwa kegiatan sahur lintas komunitas yang ia jalankan merupakan bagian dari upaya merawat persaudaraan di tengah kemajemukan bangsa.

“Indonesia itu adalah rakyat yang majemuk. Puasa itu mengajarkan akhlak dan budi pekerti yang luhur,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa perbedaan bukan untuk dipertentangkan. “Lita’arafu, untuk saling mengenal, saling menghormati, saling menghargai, bukan untuk saling bertengkar,” kata Sinta, mengutip pesan yang kerap ia sampaikan dalam berbagai kesempatan sahur lintas komunitas.

Menurutnya, nilai-nilai seperti jujur, adil, sabar, ikhlas, dan saling menghormati menjadi fondasi agar masyarakat dapat hidup berdampingan dalam damai.

Kegiatan sahur tersebut dihadiri unsur Forkopimda, tokoh lintas agama, serta berbagai komunitas disabilitas. Suasana yang terbangun menunjukkan bahwa kebersamaan di Kota Semarang berjalan dalam ruang yang inklusif dan terbuka bagi semua. (Aji)

Berita Terkini