HELOINDONESIA.COM - Proyek strategis nasional ternyata juga berdampak negative terhadap produksi beras di wilayah Kabupaten Kediri.
Dua proyek nasional yang sedang dikerjakan di wilayah Kediri yakni proyek Bandara Interasional Dhoho dan proyek jalan tol.
Akibat dua proyek itu setidaknya sebanyak 18 hektare persawahan di wilayah Kediri hilang dan beralih fungsi.
Menurut data dari Dinas Pertanian dan Perkebunan (Dispertabun) Kabupaten Kediri menyebut 18 hektar sawah produktif terdapat di 5 kecamatan.
Baca juga: Sentra Kain Batik Tenun Ikat Kurniawan Kediri ini Sudah Berusia 73 Tahun
Kelima kecamatan masing-masing adalah Kecamatan Tarokan, Kecamatan Banyakan, Kecamatan Grogol, Kecamatan Semen dan Kecamatan Mojo.
Pemkab Kediri sejak awal sudah menghitung aka dampak dari proyek trategis nasional itu, yang bakal hilangnya 18 hektar sawah produktif.
Seperti diungkapkan Plt Kepala Dispertabun, Kabupaten Kediri, Anang Widodo kepada wartawan di Kediri menjelaskan padi yang dihasilkan dari sawah yang jumlahnya mencapai 5,6 ton per hektarnya.
"Dari lima kecamatan terdapat 18 hektar, artinya jika dikalikan 18 hektar, makan akan ada 100,8 ton padi pasti hilang setiap tahunnya," ujar Anang seperti dirilis radarkediri, Jumat (11/8/2023).
Meski demikian hilangnya produksi 100 ton padi itu, tidak akan mempengaruhi stolk padi Kabupaten Kediri.
Sebab lima wilayah kecamatan yang berdampak itu, bukan kawasan sentra pertanian di Kediri.
Hingga saat ini lima kecamatan penghasil padi terbesar di Kediri dipegang Kecamatan Purwosari, Plemahan, Kandanga, Kunjang dan Badas.
Disebutkan Anang jika wilayah Kabupaten Kediri masih memiliki banyak sentra penghasil padi yang lebih banyak.
Baca juga: Menikmati Keindahan Alam Jalan Lintas Selatan Tulungagung-Trenggalek
Wilayah Kecamatan Purwosari misalnya menurut Anang per tahunnya mampu menghasilkan 34 ribu ton padi.
Jumlah itu bisa saja bertambah, karena itu tergantung kondisi cuaca, yang terjadi mendukung atau tidak.
Sementara cuaca saat ini, bulan Agustus cuaca di wilayah Kerdiri sangat bagus untuk pertanian padi.
Situasi ini akan mendukung dan diyakini akan meningkatkan produksi berasi lebih banyak di banding bulan-bulan sebelumnya.
Baca juga: Menikmati Keindahan Alam Jalan Lintas Selatan Tulungagung-Trenggalek
Dalam pengembangan padi di wilayah Kabupaten Kediri memiliki luas baku sawah seluas 44.168 hektare dengan luas panen padi 2022 sebesar 29.380 hektar.
Sedangkan produksi padi 2022 padi di Kediri yakni sebesar 169.589 ton GKG atau setara 97.924 ton beras.
Sedangkan pada tahun 2022 Jatim mampu memproduksi beras sebanyak 5,5 juta ton lebih yang dihasilkan dari 29 Kabupaten dan 9 Kota. **