HELOINDONESIA.COM - Semua kementerian sepakat menerapkan kebijakan work from home (WFH) yang dianggap bisa menjadi solusi atasi polusi udara di Jakarta. Keputusan tersebut juga hasil dari rapat bersama Menko Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan baru-baru ini.
“Dalam rapat dengan Pak Menko Marinves, salah satu rekomendasinya, seluruh kementerian sepakat untuk WFH,” kata Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya kepada wartawan di Monas, Jakarta Pusat, Minggu (20/8/2023).
Setelah kesepakatan penerapan WFH, Budi mengatakan, pihaknya akan membuat surat edaran terkait kebijakan WFH. Aturan itu masih dalam pembahasan dengan mnenteri PAN-RB. “Ini lagi kita bahas MenPAN-RB untuk dapat dikeluarkan (aturan tertulis), jadi ini akan efektif,” ucapnya.
Selain dengan menerapkan kebijakan WHF, lanjut dia, untuk menanggulangi Polusi udara, pemerintah melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) jugha berencana melakukan modifikasi cuaca di wilayah Jabodetabek. Kebijakan modifikasi cuaca akan dimulai pada pekan depan. “Dan nanti dilakukan pengkondisian cuaca nanti,” ujarnya.
Baca juga: Takut Kalah Jika Diduetkan Dengan Ganjar, Gibran Tunggu Tawaran Cawapres Dari Anies Baswedan
Diketahui, pada Jumat (18/8/2023) lalu, Menko Luhut menggelar rapat bersama sebagai upaya menangani polusi udara di Jabodetabek.
Hadir dalam rapat tersebut, Menhub Budi Karya Sumadi, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nyrbaya Bakar, Pj Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Pj Gubernur Banten Al Muktabar, hingga Kapolda Metro Jaya Irjen Karyoto di kantor Kemenko Marves.
Namun penerapan WFH mendapatkan kritik dari sejumlah kalangan lantaran tidak begitu efektif mengatasi polusi udara di Jakarta.
Baca juga: Kisah Inspiratif, Are Diterima 5 Kampus Favorit Jalur Hafidz Alquran
Salah satunya disampaikan Anggota DPRD DKI Jakarta, Abdul Aziz. Menurut dia WFH tidak akan berdampak signifikan untuk mengatasi buruknya kualitas udara di Jakarta.
"Solusi tersebut juga harus memiliki target-target yang jelas. Polusi terbesar DKI dari industri dan kendaraan, karena itu WFH saja tak akan berpengaruh banyak,” ujar dia kepada wartawan di Jakarta, dikutip Minggu (20/8/2023).