HELOINDONESIA.COM - Kejadian berdarah yang menewaskan suporter sepakbola kembali terjadi. Dua belas orang tewas dalam insiden di stadion sepak bola El Salvador. Ratusan lainnya dilaporkan mengalami cedera.
Tragedi tersebut diawali akibat banyaknya penonton yang membanjiri Stadion Cuscatlan di ibu kota negara Amerika Tengah, San Salvador, untuk menonton pertandingan turnamen lokal antara tim Alianza FC dan Club Depotivo FAS.
Akibat jumlah suporter yang melebihi kapasitas mencoba terus mendesak masuk ke dalam stadion, menimbulkan desak-desakan hingga berakhir kekisruhan.
Baca juga: Anies Baswedan: Mafia Merajalela di Negeri ini, Termasuk Mafia BTS yang Melibatkan Kawannya
Akibatnya, pertandingan harus dihentikan saat personel darurat mengevakuasi orang-orang dari stadion yang mulai menumpuk.
Korban yang selamat, Sandra Guzman (40), mengalami luka-luka dan dirawat di rumah sakit setempat. terlihat Sandra dengan perban di lutut kirinya, didampingi temannya Javier Ramirez (31), meninggalkan rumah sakit ibu kota Minggu pagi.
Keduanya mengatakan ini adalah “pertama dan terakhir kalinya” mereka mengalami kemalangan seperti itu karena mereka tidak akan kembali ke stadion.
Baca juga: Viral, Aktivis Perlindungan Perempuan dan Anak Grebek Pasangan Mesum di Stadion Maguwoharjo
“Kerumunan besar orang menimpa saya. Saya bahkan idak bisa bernapas, mereka mencekik saya,” kata Guzman kepada AFP.
"Aku pingsan, dan ketika aku bangun aku sudah berada di rumah sakit.” ujarnya.
Ketika di depan gerbang stadion, dia berkata “orang-orang mendorong saya untuk masuk, mereka tidak memberi saya kesempatan untuk kembali. Ketika saya datang untuk melihat, saya panik, ada banyak orang di atas dari saya," terang dia.
Direktur Polisi Sipil Nasional (PNC) Mauricio Arriaza mengatakan, sepak bola Salvador sedang berkabung atas kejadian tersebut.
Baca juga: HUT DKI Jakarta ke-496, Sekda Ajak Warga Ikut Memeriahkan dan Menjaga Kota
Menteri Kesehatan Francisco Alabi mengatakan sebelumya bahwa jaringan rumah sakit negara itu “menyediakan perawatan medis untuk semua pasien.”
Carlos Fuentes, juru bicara kelompok layanan darurat Comandos de Salvamento, mengatakan mereka merawat lebih dari 500 orang. 100 orang diantaranya mengalami cidera serius di rawat di rumah sakit.
Dalam sebuah pernyataan hari Minggu, presiden FIFA Gianni Infantino menyampaikan belasungkawa kepada keluarga dan teman para korban, menyebut penyerbuan itu “tragis".
