Helo Indonesia

Kota Salatiga Bersinar di Wushu Popda Jateng 2024, Suci Apresiasi Munculnya Bibit Atlet

Ajie - Olahraga
Rabu, 6 November 2024 22:08
    Bagikan  
Kota Salatiga Bersinar di Wushu Popda Jateng 2024, Suci Apresiasi Munculnya Bibit Atlet

Kabid Keolahragaan Disporapar Jateng Suci Baskoro Wati saat menyerahkan medali untuk juara Jianshu Qiangsu junior putri di Popda Jateng 2024 cabang wushu. Foto: Aji

SEMARANG, HELOINDONESIA.COM - Para atlet taolu (peragaan jurus) Kota Salatiga bersinar dengan menjadi pengumpul medali emas terbanyak di cabang wushu Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) Jateng 2024 kategori Sekolah Dasar (SD) yang berlangsung di GOR Manunggal Jati Semarang, Rabu 6 November 2024.

Dari delapan nomor yang dilombakan, Kota Salatiga menyabet lima medali emas, satu perak dan dua perunggu. Sedangkan Kota Magelang berada di urutan kedua dengan satu emas satu perak, satu perunggu, disusul Kota Semarang dengan satu emas, dan satu perak.

Baca juga: Atlet Kota Semarang Rajai Cabang Renang Kategori SMP di Popda Jateng 2024

Di nomor changquan putra junior C putra, pelajar SD Wildan Aufa El Rafif dari Kota Salatiga meraih emas setelah meraih nilai akhir tertinggi yaitu 8,610. Medali perak dan perunggu direbut Samuel Christamour (Kota Semarang/8,565) dan Muhammad Saif (Kabupaten Semarang/8,515).

Sukses Wildan diikuti rekan sekotanya, Kezia Anastasia Ferdian Hartono yang berhasil menggenggam emas changquan junior C putri dengan poin 8,635. Posisi kedua dan ketiga direbut Katarina Gea Maetera (Kabupaten Semarang/8,590), dan Maharani Rafanda (Kota Surakarta/8,510).

Di nomor Jianshu Qiangsu, atlet belia Kota Magelang Makaila Mufida menjadi terbaik dengan nilai total 17,150. Urutan kedua Maharani Rafanda (Kota Surakarta/16,864) dan Rachel Giffany (Kota Salatiga/16,864).

Ditemui usai mengalungkan medali, Kepala Bidang Keolahragaan Disporapar Jateng, Suci Baskoro Wati menuturkan, mengaku senang melihat antusiasme yang ditunjukkan para atlet pelajar wushu di Popda 2024 ini.

"Wushu Alhamdulillah bagus. Kemarin di PON juga prestasinya bagus. Kita juara umum dan emas terbanyak. Saya melihat tadi adik-adik kecil, antusiasmenya bagus. Saya cukup bangga dan mengapresiasi dengan pembibitan wushu di Jawa Tengah. Saya lihat sudah muncul bibit atlet potensial. Anaknya kecil tapi sudah juara," ungkapnya.

Secara keseluruhan, evaluasi pada Popda 2024 ini, Suci mengatakan sejauh ini berjalan lancar, bahkan diikuti 35 kabupaten/kota.

Pelaksanaan Popda secara berjenjang dari tingkat SD, SMP bisa kembali dilaksanakan tahun ini pasca terakhir dilaksanakan 2019 lalu.

"Kami terakhir melaksanakan Popda SD, SMP itu 2019. Baru ini pertama kali lagi. Ini seperti bendungan yang jebol. Anak-anak itu sebenarnya pengen tanding, mereka sudah berlatih dan bertanding tapi tidak ada wadah. Nah di Popda ini mereka bisa berkompetisi," kata Suci.

Baca juga: Shinta Beri Semangat Kader PKK untuk Terus Aktif Tuntaskan Stunting

Terkait dengan peristiwa gagalnya atlet Wonogiri tampil di Popda Jateng yang sedang ramai dibicarakan, Suci mengaku ikut menyayangkan. Dia berharap kontingen Wonogiri ke depan akan lebih tertib lagi administrasinya sehingga hal-hal yang tidak diinginkan tidak terjadi lagi.

''Saya berharap ke depan semua kabupaten/kota bisa tertib. Sekarang ini sudah serba IT, masa kita mau mundur lagi. Kita menganalogikan seperti anak mendaftar sekolah. Kalau step atau tahapan ini sudah dilewati sudah tidak bisa mundur lagi,'' katanya.

Kejutan

Di bagian lain, Ketua Pelaksana Cabang Wushu Popda Jateng 2024 tingkat SD dan SMP, M Zaenuri menyebut prestasi gemilang tim wushu Jateng di ajang PON XXI Aceh-Sumut 2024 ternyata turut berdampak pada meningkatnya animo peserta.

Seperti diketahui, pada PON lalu, wushu Jateng mengukir prestasi prestisius dengan menyabet tujuh emas di ajang empat tahunan itu. Selain tampil sebagai juara umum, wushu Jateng juga menjadi cabor yang paling banyak menyumbang emas untuk kontingan Jateng.

"Barangkali ini juga efek dari kemarin kita meraih prestasi terbaik di PON sehingga para adik-adik SD, dan SMP ini tertarik mau menjadi atlet wushu dengan harapan bisa berprestasi seperti kakak-kakaknya," ujar Zaenuri saat ditemui di sela Popda.

Zaenuri mengatakan, semua Kabupaten/Kota se Jawa Tengah mengirim wakilnya tampil di cabor wushu Popda 2024 termasuk kontingen Wonogiri yang tersandung madslah administrasi pendaftaran atlet.

"Jumlah untuk SD 94 atlet, untuk SMP yang pertarungan 174. Artinya disitu kita melihat antusiasme untuk menjadi atlet wushu," ungkapnya.

Dia juga mengatakan, untuk Popda kali ini beberapa daerah memunculkan kejutan seperti dari Kota Salatiga, Kota Magelang, dan Kabupaten Banyumas.

"Kota Salatiga, Kota Magelang ini cukup mengejutkan, kemudian Kota Semarang juga masih termasuk yang unggulan. Banyumas juga mulai muncul lagi," tandasnya. (Aji)