SEMARANG, HELOINDONESIA.COM - Agenda babak kualifikasi Pekan Olahraga Provinsi (Pra-Porprov) yang dimainkan pada 2025 akan digodok dalam Rapat Kerja Asosiasi Bola Tangan Indonesia Jawa Tengah (Raker ABTI Jateng) di Hotel Pandanaran, Semarang, Sabtu 1 Februari 2025 mendatang.
Ketua Umum Pengprov ABTI Jateng Joko Pranawa Adi menjelaskan, agenda pembuka di tahun 2025, pihaknya akan menggelar Raker yang diikuti perwakilan dari sekitar 25 ABTI kabupaten/kota. Tujuannya menyinkronkan kinerja selama setahun lalu, sekaligus merancang atau merumuskan kinerja yang hendak dicapai pada tahun ini.
''Banyak agenda yang akan kami matangkan di tahun ini, sebagai bagian kinerja organisasi ABTI, seperti pelaksanaan kejurprov, pendataan organisasi ABTI kabupaten/kota, penataran wasit dan pelatih, serta yang utama Pra-Porprov. Di Pra-Porprov, banyak yang akan kita bahas seperti jumlah peserta, jadwal pertandingan, venue, hingga aturan mutasi. Kami juga mewacanakan nomor beach handball jadi ekshibisi Porprov,'' kata Joko saat memimpin rapat pengurus di Kopi Pak Tjarik, Mijen, Semarang, Selasa 18 Januari 2025.
Dijelaskan Joko, beach handball tengah menjadi tren. Bahkan bola tangan pantai sudah menjadi cabang ekshibisi PON 2024, dan direncanakana menjadi cabang resmi PON NTT-NTB 2028 mendatang.
Menurut Joko, pasca-meraih medali perunggu di PON Aceh-Sumut 2024 lalu, bola tangan makin tertantang untuk terus menyolidkan organisasi dan pembinaan olahraga. Meskipun PB ABTI sejauh ini belum menjadwalkan agenda kejurnas ataupun refreshing wasit, ABTI Jateng tak berdiam diri.
Sejumlah kegiatan digeber untuk menghidupkan denyut pembinaan, seperti kejurprov junior dan workshop wasit dan pelatih.
Dipanggil Timnas
Dalam rapat tersebut, Joko juga menyampaikan kabar gembira bahwa tiga atlet Jateng yaitu Pratama Gilang R, Wahyu Iman Santosa (putra) dan Shinta Hidhayatuzzaroh M (putri) lolos dalam Seleknas nomor indoor untuk menghadapi kompetisi Asia Tenggara SEAHAF Championship di Thailand, 2-13 Februari mendatang.
Selain itu, pelatih Jateng Muhlisin juga dipanggil untuk menangani timnas bola tangan pantai.
Masuknya tiga pemain Jateng di Timnas SEAHAF, lanjut Joko, merupakan bukti bahwa para atlet Jateng mampu bersaing di kancah nasional. Harapannya, kualitas teknik mereka bisa meningkat, dan menjadi inspirasi serta motivasi bagi atlet Jateng lainnya. (Aji)
