Helo Indonesia

Bank Jateng Borobudur Marathon 2025 Diluncurkan, 10.500 Runners Ditantang di Rute Baru

Ajie - Olahraga
Sabtu, 24 Mei 2025 11:50
    Bagikan  
Bank Jateng Borobudur Marathon 2025 Diluncurkan, 10.500 Runners Ditantang di Rute Baru

Sekda Jateng Sumarno saat meluncurkan Borobudur Marathon 2025 di Pasar Seni Borobudur

MAGELANG, HELOINDONESIA.COM - Sentuhan baru akan mewarnai penyelenggaraan Bank Jateng Borobudur Marathon (BorMar) 2025 yang akan diikuti 10.500 pelari di Taman Lumbini, Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, 16 November 2025 mendatang.

Selain akan memberikan pengalaman berbeda bagi para runners dengan desain rute yang baru, pelaksanaan BorMar tahun ini akan melibatkan pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dari 35 kabupaten/kota di Jateng. Diharapkan BorMar akan menjadi pemicu menuju masyakarat yang berdikari secara ekonomi.

Hal itu terungkap dalam gelaran Borobudur Marathon Menyapa yang berlangsung di Amphitheater, Pasar Seni Candi Borobudur, Jumat malam 23 Mei 2025. Acara peluncuran BorMar yang mengusung tema ''Stride to Glory'' (melangkah menuju kejayaan) ditandai penyalaan obor dan pegelaran seni budaya,

Baca juga: Balap TGD 2025 Seri Pertama, Hadirkan Persaingan Sengit Para Kroser Demi Dominasi dan Keunggulan Poin

Hadir sebagai narasumber acara peluncuran Sekda Jateng Sumarno, Direktur Utama Bank Jateng Irianto Harko Saputro, perwakilan Yayasan Borobudur Prasetyo Aribowo, dan Haryo Damardono mewakili penyelenggara.

obnor

Satu hal yang membanggakan bagi pecinta lari Jateng, adalah disematkannya Elite Label dari World Athletic pada penyelenggaraan BorMar kali ini. Itu Artinya lomba lari tahunan ini naik kelas dari Road Race Lave menjadi Elite Label.

Didangnya Elite Label, menjadikan BorMar menjadi jujugan pelari elite dunia. Terdapat tiga kategori lomba, yakni marathon (42,195 kilometer), half marathon (21,1 km), dan 10 km. Ada juga Young Talent untuk menjaring pelari muda berbakat.

Event itu disebut bakal diikuti lelari elite nasional dan amatir. Selain itu akan diikuti oleh 158 pelari asing dari 26 negara, dengan kuota peserta sebanyak 10.500 orang.

Menurut Sumarno, adanya rute baru menjadi pengalaman dan challenge baru bagi para runners. Jika sebelumnya peserta merasakan rute istimewa yang sarat tanjakan, dia optimistis di BorMar tahun ini bakal menemukan tantangan baru.

"Ini menuju satu dekade (Borobudur Marathon). Makna penting rute baru tentu saja teman-teman menawarkan suasana baru, rute baru. Saya termasuk pelari yang sudah Virgin Marathon, dan merasakan betul sensasi berlari di sini. Semoga pengalaman baru biusa kita dapatkan di rute baru nanti," beber Sumarno.

Baca juga: Anggota DPRD Kendal Tardi Soroti Alih Fungsi Besar-besaran Lahan Sawah Jadi Perumahan

Sumarno melanjutkan, ajang sport tourism seperti halnya Borobudur Marathon merupakan bagian dari program Pemprov Jateng untuk menggenjot pertumbuhan ekonomi. Sebab, pertumbuhan ekonomi Provinsi Jateng banyak ditopang dari sektor konsumsi.

"Maka strateginya adalah dengan mendatangkan orang dari luar Jateng, agar berbelanja di Jateng. Pintunya dari pariwisata. Borobudur Marathon itu bentuk sport tourism," kata dia.

Tercatat, perputaran ekonomi selama gelaran Borobudur Marathon meningkat dari tahun ke tahun. Pada 2023, perputaran ekonomi mencapai Rp61,6 miliar. Tahun 2024 meningkat menjadi Rp73,9 miliar.

Sumarno menyatakan, masyarakat Kabupaten Magelang dengen segenap keramahtamahannya siap menyambut pelari dari dari berbagai negara pada ajang tersebut.

Direktur Utama Bank Jateng, Irianto Harko Saputro mengatakan, dengan menjadi pendukung utama, pihaknya yakin akan potensi ekonomi kerakyatan. Dia memastikan hadiah yang disediakan bertambah dibanding tahun lalu yang totalnya mencapai Rp 2,6 miliar.

Ajang tersebut, ucap dia, menjadi peluang besar yang tak hanya dari lini pembiayaan, akan tetapi belanja melalui QRIS Bank Jateng, ATM, dan EDC Bank Jateng, di mana kembalinya juga akan ke Jateng.

Bank Jateng, kata dia, punya kewajiban memberikan deviden untuk pembangunan Jateng, supaya perekonomian tumbuh.

"Kami juga akan kurasi UMKM dari 35 kabupaten/kota se-Jateng, baik kuliner hingga kerajinan tangan untuk dihadirkan," tandasnya.


Sedangkan Prasetyo Aribowo, perwakilan Yayasan Borobudur Marathon, menyampaikan bahwa Bank Jateng Borobudur Marathon merupakan hasil dari perjalanan panjang yang dibangun sosok Liem Chie An bersama masyarakat Magelang dengan semangat kolaboratif.


Dia menilai dampak positif dari ajang ini semakin nyata dan merata, khususnya dalam pertumbuhan UMKM dan pergerakan sektor pariwisata di Magelang.


Sedangkan Haryo Damardono turut menyorot pentingnya momentum tahun ini dalam memperkuat posisi BorMar di kancah internasional. Dia menyebut pencapaian Elite Label dari World Athletics sebagai bentuk pengakuan atas kualitas ajang ini sekaligus landasan untuk terus berkembang.


“Dengan semangat ‘Stride to Glory,’ kami tidak hanya merayakan capaian ini, tapi menantang kami untuk lebih maksimal dalam penyelenggaraan. Kami juga siap menjadi Borobudur Marathon sebagai ajang sport tourism berkelas dunia yang tetap membumi dan mempererat ikatan antara pelari, komunitas, dan masyarakat,” tegasnya. (Aji)