SEMARANG, HELOINDONESIA.COM - Turun dengan delapan petinju, tim Jawa Tengah akhirnya harus puas membawa pulang tiga medali perak dan satu perunggu dalam Turnamen Terbuka Tinju Piala Panglima TNI 2025 di Balai Prajurit Makodam I/Bukit Barisan, Medan, 27 September-2 Oktober.
Ketiga medali perak untuk Jateng dalam turnamen tersebut, diraih oleh Muhammad Rafli di kelas 57 kg putra, Gresty Alfons (63,5 kg putra), dan Burhanudin Aduraf (75 kg putra). Sedangkan perunggu disumbangkan Daffa Rizky Pratama (46-48 kg putra).
Baca juga: Mugiyo Hartono dan Rumini, Teknokrat Olahraga yang Dikukuhkan Jadi Guru Besar Unnes
Dalam babak final, Rafli yang merupakan juara Pra-Porprov di Banjarnegara kalah angka 1-4 dari Depok, Jabar, William Ray Piris. Sedangkan Gresty yang kampiun Pra-Porprov harus mengakui Jakson Tanamang (Sulut) setelah kalah angka tipis 2-3 di partai puncak kelas 63,5 kg.
Sementara itu, peraih perak PON Aceh-Sumut, Burhanudin Aduraf kalah angka dari petinju tuan rumah Sarohatua Lumbantobing (Sumut) di partai final.
Dipuji
Pelatih Jateng Puspa Aprilia menilai ada progres dalam teknik petinju muda yang meraih medali di ajang ini. Dia mencontohkan Rafli sebagai atlet muda yang sangat potensial dengan nyali petarung yang luar biasa.
''Pada usia muda, dan baru merasakan atmosfer pertarungan berlevel nasionak, tapi mampu mampu mengalahkan petinju senior. Boleh dikata ini titian awal menuju karier prestasi di kelas elite. Rafli main dari penyisihan sampai final tetap fight. Demikian juga Gresty akan bisa menjadi rising star untuk proyeksi PON,'' kata Lia, panggilan akrabnya, saat dihubungi Jumat 3 Oktober 2025.
Baca juga: Agenda InspiraTI Himmatisi USM Sukses Tumbuhkan Inspirasi dan Kreativitas
Lia yang bersama Parsimin menangani tim ini juga memuji penampilan atlet muda Daffa. Petinju Terbaik Pra-Porprov itu harus sering ditempa agar memiliki kematangan secara teknik dan mental.
''Lawan yang dihadapi Burhanudin adalah atlet SEA Games yang tentu dari sisi jam terbang, performanya masih di atas. Tapi dari hasil ini, saya melihat sebenarnya petinju Jateng mampu bersaing di kancah nasional kalau kita punya camp yang terpusat untuk atlet elite dan punya program pelatihan jangka penjang yang terkendali dan termonitor,'' ujar mantan juru taktik Pelatnas SEA Games 2023 itu.
Ketua Umum Pertina Jateng Kairul Anwar tetap mengapresiasi pencapaian para petinjunya di ajang Piala Panglima TNI. ''Tetap bersyukur, terima kasih sudah berjuang secara maksimal,'' katanya. (Aji)
