KUDUS, HELOINDONESIA.COM - Tarung derajat Jateng berhasil menyabet dua medali emas melalui petarung putri Vinka Widyaningrum dan atlet seni gerak Ksatria Firman Salim dalam Pekan Olahraga Nasional (PON) Bela Diri 2025, yang digelar di Djarum Arena Kaliputu, Kudus, Kamis 16 Oktober 2025.
Turun dikelas 54,1-58 kg Vinka menang dengan skor 3-0 dari Dewi Yosilia petarung asal Sumatera Barat, sedangkan Firman tampil menjadi terbaik di nomor ranger tunggal putra.
Di kelas tarung bebas, sebenarnya Jateng juga meloloskan Hizkhiel Pasaji Nasucha ke final kelas 70-75 kg putra. Sayang, atlet yang akrab disapa El tersebut kalah dari juara tiga kali PON Dedi Iswari (NTB).
Vinka Widyaningrum (23) usai pertandingan mengatakan, bersyukur dapat meraih medali emas untuk Jateng di cabang Tarung Derajat. Lebih lanjut, atlet peraih perak PON 2024 yang tergabung dalam pelatda Jateng PON 2028, hasil medali emas sesuai target dari pelatih dan tim.
"Kaget sekaligus bersyukur raihan medali emas untuk Jateng dapat tercapai di PON Bela Diri ini, " tandasnya.
Menurut Vinka, saat tampil di final dirinya sempat diperingatkan hakim dan dikurangi dua poin karena dinilai melakukan pelanggaran. Namun pengurangan nilai, tak membuatnya patah semangat.
Pelatih tarung derajat Jateng Cepi Suhendi menyebut mental dan kalah pengalaman menjadi faktor utama kekalahan Hizkhiel. Diakuinya, menghadapi juara tiga PON (Jabar, Papua, Aceh-Sumut) Hizkhiel kurang berkembang.
''Memang sisi pengalaman tidak bisa dibohongi. Hizkhiel masih sangat muda dan dia terlalu terburu-buru menyerang lawan,'' tutur Cepi.
Tak Menyesal
Sementara itu, Ketua Umum Keluarga Olahraga Tarung Derajat (Kodrat) Jawa Tengah, Putut Sutopo, mengapresiasi perjuangan para atletnya di ajang PON Bela Diri 2025.
Dalam ajang tersebut, Jawa Tengah berhasil membawa pulang dua medali emas dari cabang Tarung Derajat, hasil yang disebutnya sudah maksimal.
“Kita sudah maksimal lah. Mereka sudah berjuang keras. Kita akui, semua atlet dari berbagai provinsi sudah tampil luar biasa. Kita gak perlu menyesal, tapi ke depan harus lebih berusaha lagi,” ujar Putut usai menyaksikan pertandingan final di GOR Djarum Arena Kudus, Kamis (16/10).
Ia juga menilai persaingan di PON Bela Diri 2025 semakin merata.
"Bagus, imbang. Gak dominan Jawa Barat atau Jawa Tengah. Saya juga kaget NTB bisa tampil luar biasa. Tapi itu bagus, tandanya pembinaan di daerah lain berkembang,” katanya.
Menurutnya, pembinaan atlet muda masih menjadi tantangan tersendiri. Ia menilai, regenerasi di Jawa Tengah perlu digiatkan agar prestasi tetap berlanjut.
“Kalau dari Semarang atau Jawa Tengah, kadang mencari atlet muda itu agak sulit. Dulu banyak, sekarang agak susah. Saya tahu perjuangannya seperti apa. Jadi kita harus mulai lagi dari bawah,” ungkapnya. (Aji)
