LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM — Pemerintah Kota Bandarlampung memperkuat kesiapsiagaan menghadapi berbagai potensi bencana dengan meningkatkan kapasitas aparatur pemerintah kelurahan dan kecamatan se-Kota Bandarlampung.
Kegiatan yang digelar Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandarlampung itu berlangsung selama dua hari, 10–11 September 2026, di Wisata Air Terjun Batu Putu. Pelatihan bertujuan untuk membekali aparatur di tingkat kelurahan dan kecamatan agar mampu merespons serta menangani bencana secara cepat di wilayah masing-masing.
Kalak BPBD Kota Bandarlampung, Idham Syahputra, mengatakan peserta pada hari pertama mendapatkan pembekalan teori mengenai penanggulangan bencana dari sejumlah instansi terkait, seperti Satpol PP, Dinas Pemadam Kebakaran, BPBD, dan Basarnas.
“Sementara pada hari kedua, peserta akan mendapatkan pengenalan berbagai peralatan kebencanaan sekaligus praktik cara penggunaannya,” ujar Idham, Kamis (10/9/2026).
Menurutnya, peserta merupakan perwakilan dari masing-masing wilayah. Setelah mengikuti pelatihan, mereka diharapkan dapat meneruskan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh kepada aparatur lain hingga masyarakat di wilayahnya.
“Harapannya kepada peserta yang mengikuti kegiatan ini, ilmu yang didapatkan nantinya dapat diteruskan kepada warga masyarakat setempat,” terang Idham.
Selain meningkatkan kapasitas aparatur, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkot Bandarlampung meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai ancaman bencana, terutama bencana hidrometeorologi.
"Kewaspadaan juga ditingkatkan menyusul dampak abu vulkanik yang mulai dirasakan di sejumlah wilayah. BPBD bersama Dinas Pemadam Kebakaran masih melakukan penyemprotan dan pembersihan abu vulkanik di berbagai fasilitas publik," jelasnya.
Pembersihan dilakukan di fasilitas umum, kantor pemerintahan, sekolah, hingga jalan umum sesuai arahan Wali Kota Bandarlampung.
“Untuk penanganan debu vulkanik tersebut, BPBD mengerahkan sekitar lima hingga enam mobil tangki air setiap harinya,” kata Idham.
Di tengah kondisi tersebut, BPBD juga terus memberikan pelayanan distribusi air bersih kepada masyarakat yang mengalami kesulitan air selama musim kemarau.Pelayanan air bersih dilakukan selama 24 jam.
Warga yang membutuhkan bantuan dapat menyampaikan permohonan melalui pamong setempat untuk kemudian diteruskan pihak kelurahan kepada BPBD.
Menurutnya, sejumlah wilayah yang rutin menerima bantuan distribusi air bersih di antaranya Kecamatan Sukabumi, Panjang, Telukbetung Timur, Tanjungkarang Timur, Enggal, dan Rajabasa.Secara keseluruhan, sekitar enam kecamatan telah mendapatkan layanan distribusi air bersih dari BPBD.
Idham menegaskan, berbagai langkah tersebut merupakan bentuk respons pemerintah daerah untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi sekaligus meminimalkan dampak bencana terhadap aktivitas warga.
“Upaya tersebut dilakukan sebagai bentuk respons pemerintah daerah dalam menjaga kebersihan fasilitas publik sekaligus mengantisipasi dampak abu vulkanik terhadap masyarakat,” tandasnya.(Hajim).
