SEMARANG, HELOINDONESIA.COM - Pesta Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVII Jawa Tengah 2026 sudah di ambang pintu. Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen menegaskan pentingnya keseriusan, profesionalisme, dan soliditas dari seluruh panitia serta pihak yang terlibat dalam menyongsong Porprov.
Pesan krusial tersebut disampaikan Taj Yasin saat membuka resmi acara Chef de Mission (CdM) Meeting Porprov XVII Jateng Semarang Raya 2026 yang berlangsung di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang, pada Jumat 2 Oktober 2026.
Hadir mewakili Gubernur Jateng Ahmad Luthfi sekaligus kapasitasnya sebagai Ketua Panitia Besar (PB) Porprov XVII, Taj Yasin didampingi Ketua Umum KONI Jateng Sujarwanto Dwiatmoko bersama jajaran pengurus KONI Jateng, KONI Kota Semarang, serta para komandan kontingen, technical delegate dan pengurus cabor.
Baca juga: Bangga atas Emas Panahan Asian Games 2026, Agustina: Mari Lahirkan Nurisa-Nurisa Berikutnya
Dalam arahannya, Taj Yasin menekankan bahwa forum Chef de Mission Meeting bukan sekadar agenda koordinasi administratif. Pertemuan ini merupakan titik konsolidasi para pemimpin kontingen yang memegang tanggung jawab penuh atas suksesnya perhelatan akbar olahraga tingkat provinsi ini.
"Chef de Mission ini menunjukkan bahwa yang hadir pada kali ini adalah para pemimpin di perhelatan Porprov ke-17 ini. Dan ini butuh kita serius, karena sebuah perhelatan, sukses tidaknya itu tergantung kita semua," tegas Taj Yasin.
Ia mengingatkan bahwa tidak ada satu pun pihak yang bisa berjalan sendiri. Kesuksesan Porprov XVII menuntut kolaborasi erat dan sinergi utuh antara panitia, KONI, pengurus cabor, kontingen, hingga pemerintah daerah yang melebur menjadi satu kesatuan.
Jawa Tengah memiliki modal berharga berupa pengalaman sukses menjadi tuan rumah berbagai agenda nasional. Salah satu contoh teranyar yang diangkat adalah perhelatan MTQ Nasional XXXI, di mana kawasan Semarang Raya (mencakup Kota Semarang, Kabupaten Semarang, Demak, dan Kendal) sukses berkolaborasi melayani para kafilah dari seluruh penjuru negeri.
Baca juga: Perluas Jejaring, USM Sambut Kolaborasi Akademik dengan Universitas Al-Hikmah Jepara
Pengalaman gemilang tersebut, menurut Taj Yasin, memberikan pembelajaran penting untuk menyelenggarakan Porprov XVII 2026. Lebih jauh lagi, ajang ini diposisikan sebagai wadah latihan strategis bagi Jawa Tengah untuk menguji kesiapan diri mengemban mandat sebagai tuan rumah ajang olahraga berskala nasional di masa mendatang.
"Untuk menjadi tuan rumah perhelatan olahraga tingkat nasional itu membutuhkan latihan. Pesan dari Pak Gubernur, kegiatan apa pun itu tidak akan sukses apabila latihan itu tidak dilakukan dengan baik," tambahnya.
Misi Strategis
Di sisi lain, CdM Meeting ini juga merumuskan misi strategis pembinaan jangka panjang. Porprov XVII 2026 tidak sekadar menjadi ajang perebutan medali tingkat regional, melainkan kawah pencetak bibit-bibit atlet unggul yang dipersiapkan menatap PON 2028.
Dia juga meminta para pimpinan kontingen yang hadir diingatkan untuk bertindak sebagai motivator sekaligus penghubung yang menjaga sportivitas tinggi, tidak lagi membawa ego kabupaten/kota masing-masing, melainkan membawa nama besar Jawa Tengah.
Baca juga: Raih Akreditasi Unggul, Prodi MM USM Kian Mantap Cetak Lulusan Berdaya Saing Global
Tak hanya berfokus pada prestasi di arena pertandingan, Taj Yasin mengajak seluruh elemen masyaraka, khususnya di kawasan Semarang Raya, untuk menyukseskan gelaran multivent olahraga ini.
Dengan estimasi melibatkan 7.990 atlet dan 1.911 ofisial, Porprov XVII 2026 dipastikan menjadi salah satu perhelatan olahraga terbesar yang menuntut koordinasi lintas sektoral yang matang.
Tidak hanya berorientasi pada medali, Taj Yasin mengajak seluruh elemen masyarakat untuk meramaikan dan menyukseskan gelaran ini bersama-sama. Kehadiran ribuan kontingen diyakini akan memberikan multiplier effect yang mendongkrak roda perekonomian kerakyatan di daerah penyelenggara. (Aji)
