DEMAK, HELOINDONESIA.COM - Ada yang istimewa dalam peresmian Sport Center Demak Istimewa, Jumat 1 September 2023. Tak hanya meriah dengan warna-warni pelepasan balon dan pembagian aneka hadiah kejutan, namun juga diramaikan pertandingan ekshibisi sepakbola antara kesebelasan Forkompimda versus kesebelasan kepala OPD.
Ya. Stadion Sultan Fatah berumput sintetis memang baru pertama ini digunakan untuk bermain bola. Kesebelasan Forkompimda yang di-kapten-in Ketua DPRD Demak HS Fahrudin Bisri Slamet dan kesebelasan kepala OPD yang dipimpin Sekda H Akhmad Sugiharto lah yang mengawalinya.
Baca juga: Bank Jateng Tour de Borobudur Turut Eksplor Wisata dan Gerakkan UMKM
Meski pertandingan berlangsung 2x10.menit, namun keseruannya tak mengalahkan pertandingan World Cup. "Hasrat dan semangat ada, tapi tenaga dan napas yang sudah ndak full," ungkap Wabup KH Ali Makhsun.
Senada disampaikan Sekda Akhmad Sugiharto. Menurutnya sudah lama tak merumput, menjadikan dirinya yang pagi sebelum bertanding belum sarapan menjadi tambah lemas. "Aduh lemas banget. Nggak tahu nih, karena lapangan bolanya yang tiba-tiba serasa membesar, atau karena belum sarapan. Hahaha," candanya.
Berbeda dengan Wabup Ali Makhsun dan Sekda Akhmad Sugiharto, Ketua DPRD Demak HS Fahrudin Bisri Slamet justru meresahkan lututnya yang lecet akibat jatuh bangun saat menciptakan dua gol. "Kira-kira luka saya ini bisa diklaimkan BPJS kesehatan, tidak?" guraunya.
Seru
Mengenai pertandingan sepak bola antara kedua tim yang para pemainnya tak lagi belia, Bupati Eisti'anah spontan berpendapat, "Seru! Hiburan yang menyegarkan dan menyehatkan. Mengingat usia beliau-beliau yang tak lagi muda, ini sebuah pertandingan bola yang luar biasa," kata bupati.
Sedangkan mengenai bangunan Sport Center Demak Istimewa senilai Rp 50 miliar itu, Bupati Eisti'anah kembali mengatakan, sesuatu yang sungguh luar biasa. Menurutnya, dua tahun proses pembangunan Stadion Sultan Fatah dan GOR Kalijaga disebutnya sesuatu hal yang 'ngeri-ngeri sedap'.
"Betapa tidak? Tahun 2021 saya diajak meninjau Gedung KONI itu kondisinya sungguh memprihatinkan. Dipukul pelan saja dindingnya langsung runtuh. Sementara saat itu Pemda hanya punya anggaran Rp 1 miliar," kisah bupati.
Lebih lanjut dikatakan, pembangunan Sport Center Demak Istimewa adalah pekerjaan begitu luar biasa menguras pikiran jiwa dan raga. "Alhamdulillah berkat dukungan semua pihak, termasuk teman-teman dewan, termasuk Pak Ketua DPRD Demak sport center akhirnya bisa diresmikan. Terimakasih semuanya," tuturnya.
Kepala Dinpora Kabupaten Demak H Muhammad Ridhodhin menjelaskan, Sport Center Demak Istimewa dilengkapi sejumlah fasilitas olahraga yang sifatnya outdoor dan indoor. "Stadion Sultan Fatah diperuntukan pertandingan sepak bola dan segala jenis atletik. Sementara GOR Kalijaga untuk bulutangkis, sepak takraw, bola voli, basket, beladiri dan Sekarteariat KONI," ujarnya.
Sedangkan di bagian luar atau outdoor ada sarana basket 3 on 3 alias street basketball, arena skate board, climb wall atau panjat dinding. Di samping juga fitnes, mushola dan pujasera.
Di sisi lain, Ketua DPRD Demak HS Fahrudin Bisri Slamet. Bahwa biaya pembangunan sport center senilai Rp 50 miliar bukanlah anggaran yang kecil. Maka itu diharapkan output yang seimbang.
"Karena sport center-nya sudah bagus, harapannya masyarakat semakin giat berolahraga sehingga derajat kesehatan meningkat. Pada saat sama, dengan segala fasilitas terbaik saat ini, para atlet terpacu untuk semakin berprestasi dan mengharumkan Kabupaten Demak tercinta," tegasnya. (Jati)
