Edukasi Smart Move and Safe Play, Ajari Siswa SDN Kedungpane 01 Berolahraga Cerdas Demi Cegah Cedera

Senin, 18 Mei 2026 10:52
Kegiatan pengabdian tim FIK Unnes bertajuk “Smart Move and Safe Play di SDN Kedungpane 01 Semarang

SEMARANG, HELOINDONESIA.COM - Suasana berbeda terlihat di SDN Kedungpane 01 Kota Semarang pada Rabu 13 Mei 2026. Saat itu oleh tim pengabdian masyarakat Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Semarang (FIK Unnes), para siswa tak hanya diajak aktif bergerak, tetapi juga dilatih untuk mendeteksi risiko cedera sejak dini.

Kegiatan ini difokuskan pada penguatan aktivitas fisik siswa melalui 5 permainan yaitu, permainan tanpa menggunakan alat, permainan menggunakan alat, permainan bola besar, bola kecil, permainan tradisional dengan mengintegrasikan kesadaran Safety First (Utamakan Keselamatan) sejak dini di lingkungan sekolah.


Melalui program inovatif pengabdian masyarakat bertajuk “Smart Move and Safe Play”, siswa-siswi kelas 3 dan kelas 5 difokuskan pada penguatan aktivitas fisik siswa melalui lima permainan yaitu, permainan tanpa menggunakan alat, permainan menggunakan alat, permainan bola besar, bola kecil, permainan tradisional dengan mengintegrasikan kesadaran “Safety First” (Utamakan Keselamatan) sejak dini di lingkungan sekolah.

Menurut Penanggung Jawab Kegiatan Fery Darmanto SPd MPd, pelatihan bertema “Smart Move and Safe Play” ini memadukan stimulasi motorik anak dengan protokol keselamatan yang ketat. Dalam pelaksanaannya, siswa tidak hanya diajarkan teknik berolahraga, tetapi juga dilatih untuk menganalisis risiko di sekitarnya. Seperti pada permainan bola besar, pada sesi bola besar (seperti sepak bola dan bola basket), siswa kelas atas diberikan intervensi berupa permainan sepak bola mini.

''Di sini, fokus utama siswa bukan sekadar mencetak gol, melainkan bagaimana siswa melakukan akselerasi, deselerasi (mengerem gerakan), dan berbelok arah dengan posisi lutut dan engkel yang aman untuk mencegah cedera muskuloskeletal,'' kata Fery dalam keterangannya Senin 18 Mei 2026.

Kedua, adalah permainan bola kecil dimana. Melalui permainan bola kecil (seperti kasti atau tenis meja), siswa dilatih meningkatkan koordinasi mata-tangan dan game intelligence (kecerdasan bermain). Karakteristik permainan bola kecil yang cepat menuntut siswa untuk selalu waspada terhadap pergerakan teman dan alat pemukul, guna menghindari benturan fisik yang berbahaya.

Tiga Pilar

Dipaparkan Fery Darmanto, terdapat tiga pilar keselamatan yang diterapkan secara disiplin dalam program ini, yaitu pertama, Skrining Mandiri Sebelum Bergerak di mana siswa diajarkan untuk jujur terhadap kondisi tubuh mereka sendiri. Jika merasa pusing, belum sarapan, atau ada otot yang sakit, mereka dilatih untuk melapor kepada guru sebelum aktivitas dimulai. Kedua, Protokol Kondisining Wajib yaitu sesi pemanasan (warm-up) dinamis selama 15 menit sebelum memegang bola dan pendinginan (cooling down) setelah permainan usai kini menjadi prosedur standar yang tidak boleh dilewati.

Ketiga, Audit Keselamatan Lapangan yaitu sebelum peluit pertama berbunyi, siswa diajak bersama-sama memeriksa area bermain dari benda berbahaya seperti kerikil tajam, pecahan kaca, atau permukaan lapangan yang licin.

''Sehingga dampak positif bagi kegiatan disekolah, selain manfaat fisik berupa kebugaran motorik dan pemetaan potensi bakat, program ini juga terbukti menurunkan angka insiden cedera ringan (seperti kram otot dan lecet jatuh) hingga lebih dari 70% di area sekolah saat beraktivitas aktif di sekolah,'' ungkapnya.

Dijelaskannya, hal yang lebih jauh lagi kegiatan ini bertujuan untuk Menuju Sekolah Ramah Anak dan Aman Berolahraga Melalui penguatan kegiatan “Smart Move and Safe Play”, sekolah ini telah membuktikan bahwa prestasi olahraga dan kegembiraan bermain anak dapat berjalan beriringan dengan standar keselamatan yang tinggi.

''Dengan fondasi Safety First yang kokoh, diharapkan para siswa tidak hanya tumbuh menjadi anak yang cerdas secara akademis dan tangkas secara fisik, tetapi juga memiliki kesadaran proteksi diri yang akan menjadi modal berharga bagi masa depan mereka,'' imbuhnya.

Di bagian lain, Kepala SDN Kedungpane 01 Kota Semarang Laela Apriliastuti Fitriana SPd MPd, juga menegaskan bahwa kegiatan pengabdian masyarakat FIK Unnes yang berkaitan dengan keselamatan ini tidak boleh menjadi jargon semata, melainkan harus tertanam menjadi budaya baru siswa saat bergerak. (Aji)

Berita Terkini