Helo Indonesia

Orang-Orang Bermasalah, Jangan Ngopi Bareng

Herman Batin Mangku - Opini
Rabu, 25 September 2024 20:20
    Bagikan  
X
Helo Lampung

X - GAF

Oleh Gufron Azis Fuandi

SEORANG kawan bercerita kalau ada beberapa diantara kawan kami yang sudah tidak bersama sama lagi dalam satu komunitas. Apa halnya? Umumnya, mereka yang tak bersama lagi itu kecewa, ada yang kecewa dengan sosok individu ada juga yang kecewa keputusan kelompok.

Tapi, jika ditelusuri terus, yang bersangkutan kemungkinan sedang ada masalah dan terpantik kawan atau kelompok akhirnya "muntaber":mundur tanpa berita. Dari berbagai kegiatan kita, bahkan ada yang bilang you and me, and...

Sebenarnya kecewa itu adalah sebuah anugrah, suatu yang normal sebagaimana marah, cinta dan benci. Karena tidak ada yang sempurna. Persoalannya hanya bagaimana cara memenej-nya saja. Kalau salah me-maintance-nya ya akhirnya bisa muntaber.

Ada sebuah nasehat dari leluhur, jangan ngopi bareng orang yang senasib (sama sama bermasalah atau sama sama terpuruk).

Nasihat ini seperti kurang masuk akal, karena bukankah orang yang senasib itu frekuensinya sama sehingga mudah nyambungnya dan gayeng (menyenangkan)?

Dari sisi gayeng mungkin ya, tetapi para orangtua kita menasihati itu karena bertemunya dua orang yang sedang bermasalah justru akan menimbulkan tiga masalah baru.

Pertama, Saling Melemahkan.
Jika diibaratkan, orang yang sedang tenggelam meminta tolong kepada orang yang juga sedang tenggelam.

Kedua, Kambing Hitam
Ketika dua orang atau lebih yang sedang bermasalah berkumpul dan menceritakan masalah mereka, maka mereka akan saling membenarkan dan menguatkan bahwa orang lainlah yang membuat mereka terpuruk. Mereka akan semakin jauh dari evaluasi dan instrospeksi.

Ketiga, Lipat Gandakan Energi Negatif
Dua orang atau lebih bertemu yang masing-masing diliputi energi negatif tanpa disadari sesungguhnya mereka sedang melipatgandakan energi negatifnya. Sehingga marahnya semakin bertambah dan bencinya semakin menjadi.

Jadi, ketika kita sedang bermasalah, maka temuilah orang sedang tidak bermasalah yang memiliki energi positif yang bisa memberikan motivasi atau bahkan solusi. Bukan malah ngompori!

Hal ini sesuai dengan arahan dari Rasulullah SAW agar ketika kita sedang bermasalah mendatangi orang shalih, sabda-Nya:
Perumpamaan duduk berteman dengan orang shalih dan duduk dengan orang yang buruk, bagaikan berteman dengan penjual minyak wangi dan pandai besi. Adapun penjual minyak wangi mungkin dia akan memberikan hadiah kepadamu, atau engkau bisa membeli (minyak wangi) darinya atau minimal engkau mendapatkan bau wanginya. Sedangkan berteman dengan pandai besi, mungkin dapat membuat pakaianmu hangus terbakar, atau minimal engkau mendapat baunya yang tidak sedap.” (HR Bukhari dan Muslim).

Hal senada diingatkan oleh Kanjeng Sunan Bonang, yang dipopulerkan kebali oleh Band Ungu:
Tombo ati iku limo perkarane
Kaping pisan, moco Qur'an lan maknane
Kaping pindo, sholat wengi lakonono
Kaping telu, wong kang sholeh kumpulono
Kaping papat, kudu weteng ingkang luwe
Kaping limo, dzikir wengi ingkang suwe
Salah sawijine sopo biso ngelakoni
Mugi-mugi Gusti Allah nyembadani

He di-de da-da di de
do-de da-re rei-ra

Obat hati ada lima perkaranya
Yang pertama, baca Alquran dan maknanya
Yang kedua, salat malam dirikanlah
Yang ketiga, berkumpullah dengan orang soleh
Yang keempat, perbanyaklah berpuasa
Yang kelima, dzikir malam perpanjanglah

Salah satunya siapa bisa menjalani
Moga-moga Gusti Allah mencukupi...

Oleh karena itu Nabi Muhammad SAW mewanti-wanti dengan sabdanya: “Seseorang itu mengikuti din (agama; tabiat; akhlaq) kawan dekatnya. Oleh karena itu, hendaknya seseorang di antara kalian memperhatikan siapa yang dia jadikan kawan dekat.” (HR. Abu Dawud).

Bila sering berkumpul dengan sesama orang yang sedang bermasalah akan melipat gandakan energi negatif.

Oleh karena itu, berkumpulah bersama orang yang sedang tidak bermasalah agar saling mendukung dan memotivasi untuk beramal lebih banyak dan lebih baik karena Allah semata juga saling menjaga agar meninggalkan segala sesuatu yang buruk dan dilarang oleh Allah.

Yang dibutuhkan oleh orang yang sedang bermasalah adalah tim rescue, tim penyelamat yang akan menolong dan melepaskan mereka dari musibah dan bencana. Bukan yang senasib untuk menangis dan mengutuk bersama.

Wallahua'lam bi shawab
(Gaf)

 -