LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM -
Oleh Gufron Azis Fuandi
JUDI online menjadi topik hangat berbagai media pascadilantiknya Prabowo sebagai presiden RI. Terkuak, ternyata, bukan hanya 97 ribu anggota TNI Polri terlibat ikut main judi online, tetapi juga melibatkan dana yang sangat besar, ratusan triliun rupiah.
Dikutip dari Tempo.com (16-6-2024), Kordinator Humas PPATK Natsir Kongah dalam diskusi daring pada Sabtu, 15 Juni 2024, mengatakan, "Pada 2021, PPATK mendeteksi ada Rp57 triliun perputaran uang untuk judi online." Menurut dia, jumlah tersebut melonjak 42,11 persen pada 2022 menjadi Rp 81 triliun.
Kenaikan secara jor-joran terjadi pada 2023 menjadi Rp 327 triliun atau melambung tinggi setara 303,70 persen. Bahkan dalam triwulan pertama 2024, kenaikannya pun tak kalah signifikan. “Masuk di 2024 triwulan pertama ini sudah Rp 600 triliun,” ujarnya.
Tulisan ini tidak bermaksud bicara tentang halal-haramnya judi online atau betapa parahnya kerusakan dan kerugian yang dialami bangsa dan negeri ini. Atau betapa lalainya lembaga yang berwenang, khususnya Kemenkominfo (sekarang Kemenkomdigi) dan Polri yang terkesan lambat dan membiarkan.
Tetapi saya ingin menilik betapa kreativitasnya para penjudi dalam menjaga dan mengembangkan judi agar tetap eksis meskipun ada polisi yang mengawasi dari tingkat desa sampai tingkat dunia maya, polisi cyber. Tetapi kreativitas para penjudi bisa dikatakan tidak ada matinya!
Di tetangga kampung saya, ada seorang yang dijuluki sebagai "Bos Bukopin." Padahal Bank Bukopin sudah lama kolaps. Ternyata bukopin yang dimaksud adalah singkatan dari "buka koprok pindah pindah" (Bukopin).
Julukan ini disematkan karena kemampuan mempertahankan tradisi buka lapak koprok dalam keramaian hajatan. Caranya, dengan membujuk keluarga kurang mampu yang akan hajatan, tentunya secara sederhana karena ketiadaan biaya.
Kemudian Bos Bukopin ini menawarkan pinjaman dana yang bisa dibayar setelah amlop kondangan selesai dibuka, tentunya dengan paket tertentu. Yaitu dalam hajatan tersebut harus menanggap orgen tunggal miliknya.
Dengan adanya orgen tunggal maka terciptalah sebuah keramaian yang sebagian keramaian itu bisa ditarik ke belakang rumah sohibul hajat untuk berjudi koprok. Dengan demikian si boss ini hampir setiap pekan bisa melestarikan Bukopin.
Tentunya untuk judol, kreativitasnya lebih tidak masuk akal lagi, karena bisa menggaet tidak saja tukang ojek, tetapi juga para oknum ASN, TNI/Polri bahkan anak anak usia 10 tahun.
Tidak hanya judi yang terus eksis berkat kreativitas para pelakunya, meskipun kebanyakan orang tahu itu perilaku tidak terpuji. Bahkan kita sering mendengar istilah kota yang tidak ada matinya untuk menjuluki suatu kota kreatif.
Suatu perusahaan, organisasi bahkan partai akan berhenti berkembang, minimal melambat, ketika kehilangan kreativitasnya. Yaitu ketika para punggawanya kehilangan ide kreatifnya.
Ide kreatif adalah gagasan atau pemikiran yang menghasilkan hal-hal baru atau cara-cara baru yang berbeda dengan yang sudah ada sebelumnya.
Strategi atau produk lama yang diulang ulang tanpa gagasan baru yang berbeda akan mudah diantisipasi oleh para pesaing nya dan akan ditinggal oleh masyarakat konsumennya.
Ide kreatif bisa didapatkan melalui forum brainstorming atau curah pendapat. Suatu forum untuk mencari dan mendengar ide atau gagasan senyeleneh atau seaneh apapun tanpa didebat atau dicela oleh peserta yang lain.
Biarkan semua peserta bebas mengemukakan pendapatnya dan biarkan tim perumus yang memilih dan memilah berbagai ide dan pendapat peserta. Karena brainstorming bukan forum pengambilan keputusan, tapi tempatnya semua mencurahkan ide pendapatnya.
Maka biarkan para peserta memiliki pikiran terbuka, memiliki rasa ingin tahu, bersedia menjelajahi hal-hal baru, dan membangun pola pikir kreatif.
Brainstorming bertujuan untuk mengumpulkan berbagai pendapat, informasi ataupun pengalaman yang akan dijadikan peta informasi atau peta gagasan. Brainstorming juga bertujuan untuk menggali berbagai ide untuk menyelesaikan permasalahan yang terjadi.
Islam memandang kreativitas sebagai anugerah Allah yang ber potensi positif untuk berkembang. Allah mendorong manusia untuk berpikir dan menghasilkan sesuatu yang baru dan inovatif sebagaimana nabi Nuh membuat kapal untuk pertama kalinya (Hud: 37)
Islam sangat menganjurkan umatnya untuk kreatif dan inovatif. Kata ya’qiluna, yatafakkaruna, yafqahuna, yatadabbaruna, juga frase lain setidaknya diulang tidak kurang dari 946 kali dalam al Quran.
Kata-kata seperti ini biasanya disandingkan dengan peristiwa atau perilaku yang menuntut manusia untuk berpikir. Seperti ayat 219 surat al Baqarah.
Dari sekian banyak ayat tentang perintah berpikir, kalau kita buka mbah google tentang ayat-ayat kreatif dalam al Quran yang pertama muncul ya ayat 219 al Baqarah itu.
{ ۞ یَسۡـَٔلُونَكَ عَنِ ٱلۡخَمۡرِ وَٱلۡمَیۡسِرِۖ قُلۡ فِیهِمَاۤ إِثۡمࣱ كَبِیرࣱ وَمَنَـٰفِعُ لِلنَّاسِ وَإِثۡمُهُمَاۤ أَكۡبَرُ مِن نَّفۡعِهِمَاۗ وَیَسۡـَٔلُونَكَ مَاذَا یُنفِقُونَۖ قُلِ ٱلۡعَفۡوَۗ كَذَ ٰلِكَ یُبَیِّنُ ٱللَّهُ لَكُمُ ٱلۡـَٔایَـٰتِ لَعَلَّكُمۡ تَتَفَكَّرُونَ }
[Surat Al-Baqarah: 219]
"Mereka menanyakan kepadamu (Muhammad) tentang khamar dan judi. Katakanlah, "Pada keduanya terdapat dosa besar dan beberapa manfaat bagi manusia. Tetapi dosanya lebih besar dari manfaatnya." Dan mereka menanyakan kepadamu (tentang) apa yang (harus) mereka infakkan. Katakanlah, "Kelebihan (dari apa yang diperlukan)." Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu agar kamu memikirkan.
Sehingga saya merenungkan apa karena ayat ini diawali dengan khamar dan judi dan diakhiri dengan tatafakaruna sehingga para penjudi lebih kreatif dibanding para da'i ya?
Aduh, kok pikiran saya nakal ya?
Wallahua'lam bi shawab
(Gaf)
