SEMARANG. HELOINDONESIA.COM - Aruna resmi mewarnai Kota Semarang dengan mengusung konsep dam ekosistem baru pembinaan sepakbola usia dini yang lebih terstruktur dan berkelanjutan. Melalui peluncuran Aruna Football Academy Semarang, perusahaan tersebut mengenalkan sistem pembinaan modern yang memadukan pelatihan teknis, pembentukan karakter, hingga jalur karier profesional bagi pemain muda.
Gebrakan ini langsung diwujukan lewat ajang Piala Walikota Semarang 2026 yang akan digelar pada 2–3 Mei mendatang di Stadion Citarum. Turnamen ini bukan sekadar ajang angkat piala, tapi panggung pembuktian bagi 16 klub U-13 terbaik untuk masuk dalam radar pembinaan kelas dunia.
Baca juga: Sirnas Padel Seri Semarang Tuai Apresiasi Ketum KONI Pusat, Optimistis Cetak Atlet Dunia
Direktur Olahraga Aruna Group, Adhitya Hernadian, mengatakan salah satu tantangan terbesar sepakbola Indonesia saat ini berada pada fase pembinaan usia dini.
“Kami melihat tantangan besar sepakbola Indonesia ada di pembinaan. Aruna hadir dengan sistem yang tidak hanya melatih kemampuan teknis, tetapi juga mempersiapkan pemain agar memiliki arah karier yang jelas sejak usia dini,” ujarnya di sela peluncuran di Aula Balaikota Semarang, Sabtu 25 April 2026.

Menurut dia, Aruna hadir sebagai entitas olahraga yang fokus mengembangkan pemain usia 6 hingga 17 tahun melalui dua pilar utama, yakni Aruna Football Academy sebagai pusat pembinaan dan Aruna Sports Agency yang membuka akses pemain menuju klub profesional di dalam maupun luar negeri.
“Semarang menjadi langkah konkret kami membangun ekosistem sepakbola usia dini yang tidak hanya berorientasi pada kompetisi jangka pendek, tetapi pembinaan berkelanjutan,” katanya.
Sebagai bagian dari implementasi sistem tersebut, Aruna menggagas Piala Walikota Semarang 2026 bekerja sama dengan Pemerintah Kota Semarang dan PSSI Kota Semarang.
Turnamen ini akan diikuti 16 klub U-13 terbaik di Kota Semarang dengan format gugur. Selain menjadi ajang kompetitif, turnamen tersebut juga dirancang sebagai wadah pembinaan pemain muda.
Panitia juga menyiapkan sejumlah penghargaan, mulai dari top skor, pemain terbaik, hingga tim fair play.
Untuk memastikan kualitas pembinaan, Aruna Football Academy menghadirkan jajaran praktisi yang memiliki pengalaman langsung di dunia sepakbola.
Andreas Tri Widagdo ditunjuk sebagai Manajer Akademi. Ia dikenal memiliki pengalaman panjang dalam pembinaan usia dini di Jawa Tengah bersama PPLOP Jawa Tengah yang telah melahirkan sejumlah talenta sepakbola nasional.
Sementara itu, Emanuel De Porras dipercaya sebagai Penasihat Teknis. Kehadirannya dinilai menjadi nilai tambah karena memiliki pengalaman di level profesional serta kedekatan dengan sepakbola Semarang.
“Potensi pemain muda di daerah seperti Semarang sangat besar. Yang dibutuhkan adalah sistem pembinaan yang konsisten dan terarah agar mereka bisa berkembang hingga level profesional,” ujar Emanuel.
Andreas menambahkan, pihaknya ingin menghadirkan lingkungan belajar yang progresif bagi pemain muda.
“Kami ingin menciptakan tempat belajar yang terstruktur. Tidak hanya fokus pada kemampuan bermain, tetapi juga bagaimana pemain memahami permainan, disiplin dalam proses, dan memiliki mental bertanding yang kuat sejak usia dini,” katanya.
Dalam menjalankan program pembinaan, Aruna menggandeng berbagai mitra strategis. Carfix dan Trima+ by Trimegah Sekuritas menjadi sponsor utama, Benvior sebagai official apparel, serta RS Siloam Semarang sebagai medical partner.
Sambut Baik
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, menyambut baik kehadiran Aruna Football Academy di Kota Semarang. Menurutnya, akademi tersebut dapat menjadi pintu masa depan bagi anak-anak Semarang yang memiliki mimpi besar di dunia sepakbola.
Ia menilai selama ini perhatian publik kerap tertuju pada prestasi di level atas. Padahal, fondasi utama keberhasilan justru terletak pada pembinaan usia dini yang dilakukan secara konsisten dan berjenjang.
“Kalau kita bicara sepakbola, sering kali yang disorot adalah hasil di level atas. Padahal yang harus dilakukan adalah menyiapkan pembinaan dari level paling bawah,” ujarnya.
Agustina menilai kehadiran Aruna Football Academy menjadi jawaban atas kebutuhan jalur pembinaan yang lebih jelas bagi pemain muda di Kota Semarang.
“Hari ini Aruna Football Academy merealisasikan janjinya kepada saya. Mereka akan memberi pintu bagi anak-anak yang telah bermimpi dan menjalani proses pembinaan di klub-klub kecil,” katanya.
Ia berharap akademi tersebut dapat menjadi salah satu tonggak kebangkitan prestasi sepakbola Kota Semarang di masa mendatang.
“Saya punya harapan Aruna Football Academy ini akan menjadi masa depan anak-anak Kota Semarang, menjadi salah satu pintu bagi semua semangat dan mimpi mereka,” pungkasnya.*
Ketua Askot PSSI Kota Semarang Immanuel Anton Nikijuluw menyambut baik hadirnya Aruna di Semarang dan diharapkan semakin mendorong pembinaan sepakbola usia dini di Kota Semarang.
"Kami dari Askot PSSI senang dan siap bersinergi dengan Aruna untuk pembinaan sepakbola usia dini di Kota Semarang," tandasnya. (Aji)
