Oleh Heny*
PESTA demokrasi baru saja usai, perhelatan yang menguras tenaga, pikiran, dan harta menyisakan catatan yang berserakan di ruang kedaulatan rakyat. Catatan-catatan tersebut menjadi jejak digital yang kelak harus dipertanggungjawabkan.
Begitu juga Pilgub Lampung 2024, saat kampanye, para tim suksesnya saling meyakinkan publik bahwa jagoan yang paling sip akhirnya terjawab sudah dari hasil quick count setelah pemilihan Rabu, 27 November lalu
Pilkada Lampung, ada dua pasang yang bertarung, yakni incumbent yang mendapatkan nomor urut satu Arinal Djunaidi yang kali ini berpasangan dengan Sutono dan penantangnya dua anak muda: Rahmad Mirzani Djausal dan Jihan Nurlela Chalim.
ARINAL
Arinal Djunaidi berasal dari keluarga petani di Kabupaten Waykanan. Ayahnya dari Negara Batin dan ibunya Negeri Besar. Ia lahir di Tanjungkarang, Kota Bandarlampung, 17 Juni 1956.
Arinal mengenyam Pendidikan SD, SMP, SMA, dan universitas di Kota Bandaralampung serta. Saat kuliah di Universitas Lampung, dia dan aktif mengikuti sejumlah organisasi.
Lulus, dirinya berkarier sebagau birokrat yang puncak jabatannya dipercaya menjadi sekretaris Daerah Provinsi Lampung.
Setelah pensiun, Arinal terjun ke politik, jadi Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Golongan Karya (Golkar) Lampung. Modal punya partai, dirinya maju sebagai gubernur Lampung pada Pilgub Lampung 2018.
Pada periode pertamanya terpilih sebagai kepala daerah dengan memperoleh 37,79 persen suara dan dilantik pada 12 Juni 2019 untuk masa jabatan 2019-2024. Dia berkoalisi dengan Mantan Bupati Lampung Timur Chusnunia Chalim dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).
Dirinya menilai sukses memimpin Lampung lalu mencalonkan kembali pada Pemilu 2024. Dirinya yang Ketua Partai Golkar malah diusung PDIP. Partai yang dipimpinnya mengusung Ketua Partai Gerindra Lampung Rahmat Mirzani Djausal.
Di Pilgub Lampung 2024, hasilnya sudah terlihat lewat hitung cepat sejumlah lembaga survei hitung cepat. Arinal kalah telak dengan Mirza.
Petahana hanya mampu meyakinkan 17-an persen rakyat tapi selebihnya sekitar 80 persen lebih percaya Mirza yang memimpin Lampung.
Belum diketahui penyebab terpuruknya suara Arinal. Bisa jadi, "Bima Effek", adanya kesan sosoknya yang emosional, dan kurangnya rekam jejak prestasi yang membuat masyarakat Lampung bangga atas ratusan sertifikat penghargaan yang diperolehnya selama berkuasa.
MIRZA
Rahmat Mirzani Djausal, sebutan populer RMD dengan sapaan Kyai Mirza, merupakan putra kelahiran Kotabumi, Kabupaten Lampung Utara pada 18 Maret 1980. Menempuh pendidikan tinggi di Trisakti Jakarta dan Unila.
Karir politik RMD dimulai saat masih menjadi mahasiswa dan dikenal sebagai pribadi yang aktif berorganisasi. Mencapai tahapan tertinggi saat menjadi Ketua Fraksi Gerindra DPRD Provinsi Lampung. Bergulir sampai pada Ketua DPD Gerindra Provinsi Lampung.
Saat maju Pilkada Lampung 2024, dirinya diusung oleh sepuluh partai, yakninPartai Gerindra, PKB, Golkar, Nasdem, Demokrat, PAN, PSI, PPP, Partai Ummat, dan Partai Buruh.
Berdasarkan ini semua, mengapa RMD sebagai pendatang baru memiliki nasib yang begitu mujur? Bahkan ia belum begitu dikenal masyarakat Lampung, bisa dibilang ujug-ujug pada posisinya saat ini.
Faktor keberuntungan berpihak pada RMD, dukungan finansial yang kuat, adanya lowongan dan peluang, serta hal yang paling menentukan, junjungannya terpilih menjadi presiden. Ini merupakan jalan mulus tanpa hambatan yang telah dilalui RMD.
Proses awal menuju kursi kemenagan juga tanpa adanya politik uang yang berujung pada serangan fajar.
Janji-janji semanis gula harus segera diwujudkan setelah pelantikan bukakan hanya retorika janji muluk dan bombastis semata saat kampanye untuk mengelabui masyarakat.
Seharusnya tidak ada kambing hitam pada perjalanan ini dan tidak ada korban apalagi kata pulang modal tujuan utama selama lima tahun menikmati keberhasilan dari kampanye.
Hal ini berlaku dari birokrasi yang paling baawah sampai pucuk pimpinan tertingi, semua satu suara dan tekad yang sama menuju good governance dengan tata pemerintahan yang baik pada pelaku pemerintahannya.
Rantai Kolusi, Korupsi, dan Nepotisme (KKN) mesti diluluh lantakkan dengan tindakan tegas dan kerja keras semua pihak. KKN penyakit akut wajib diamputasi diseluruh pelosok negeri. Gemah ripah loh jinawi mesti dinikmati semua golonga tanpa tekanan dari negara manapun.
Generasi harus segera berganti tanpa melibatkan dinasti dan oligarki demi anak negeri mencicipi kedamaian dan ketentraman dari Sabang sampai Merauke. Mersakan kemerdekaan sejati di bumi Ibu Pertiwi.
* Wartawan
-
