Helo Indonesia

Bersih-Bersih Jelang Pelantikan Gubernur Lampung di Sabah Balau

Herman Batin Mangku - Opini
Kamis, 13 Februari 2025 16:33
    Bagikan  
@
HELO LAMPUNG

@ - HBM

Oleh Herman Batin Mangku*

TINGGAL menghitung hari pelantikan Rahmad Mirzani Djausal (RMD) sebagai gubernur Lampung, tinggal menghitung detak jam selesainya masa jabatan Pj Gubernur Samsudin mengisi kekosongan kepemimpinan pasca-Arinal Djunaidi.

Di saat detik-detik masa transisi kepemimpinan di Lampung, puluhan kepala keluarga dan sekitar seratus jiwa warga yang belasan tahun membangun setahap demi setahap mimpi masa depan keluarganya hanya dalam hitungan menit hancur lebur dihajar eskavator di Kepala Burung, Sabah Balau, perbatasan Kota Bandarlampung dan Lampung Selatan, Rabu (12/2/2025).

Air mata darahpun tak mampu menghadang kekuasaan yang begitu cepat melibas rumah mereka. Dalam hitungan menit, masa depan mereka sisa puing-puing dengan alasan tanpa alas hak dan pihak yang berwenang (penguasa) tanpa perlu proses pengadilan dan perlakuan manusiawi. 

Lewat spanduk, mereka menjerit minta pertolongan Presiden Prabowo yang sedang sibuk menangani pagar laut residu sisa kekuasan lama, minta pertolongan Wali Kota Bandarlampung Eva Dwiana yang baru menghela nafas setelah warganya dihajar banjir, minta pertolongan RMD yang belum resmi menjabat gubernur Lampung.

Dengan dalih penertiban, seratusan jiwa kehilangan tempat berlindung saat transisi kekuasaan yang tinggal beberapa nafas lagi. Sukses bagi penguasa menguasai kembali asetnya, penderitaan bagi para orangtua, dan luka dalam anak-anak yang melihat begitu rapuhnya rumah mereka di tangan penguasa.

Upaya penggusuran yang telah dirintis sejak Gubernur Arinal Djunaidi (2019-2014), terealisasi di ujung kekuasaan Pj Gubernur Samsudin (2024-2025), sebelum tahta diserahkan resmi kepada RMD pada tanggal 20 Februari besok.

Arinal Djunaidi sudah tak menjabat lagi sebagai kepala daerah, Samsudin tinggal menunggu hari "kabur" dari Lampung, dan kerennya RMD belum resmi menjabat gubernur Lampung. Ketiga pemimpin tertinggi Lampung itu aman dari hujan kritik.

Arinal yang telah berusaha membebaskan lahan tersebut sudah tak ikut-ikutan lagi, Samsudin selama ini tak pernah terlihat ngotot soal itu tak terduga menyisakan ampas kopi pahit di ujung kekuasaannya, dan RMD belum menjabat kepala daerah. 

Lahan seksi yang tengah berkembang pesat pada kawasan Kota Baru Bandar Negara sudah bersih dari permukiman "liar" warga. Gubernur Lampung yang baru nantinya tinggal merencanakan mau dibikin proyek apa. Win-win solution "PR" Pemprov Lampung yang alot selama ini.

Teringat anekdot, pasal pertama pemimpin tak pernah salah. Pasal kedua jika salah kembali ke pasal pertama. Tapi, bagi warga Sabah Balau, anekdot itu sangat tidak lucu bahkan kepiluan panjang yang baru saja dimulai dalam sejarah hidupnya jelang Bulan Ramadhan 2025.

* Pimred Club.