Oleh Herman Batin Mangku*
DARI sembilan calon sekda Provinsi Lampung telah mengerucut lima nama. Dari kelima nama, ada tiga yang selama ini dikenal "dekat" dengan wartawan atau media darling. Ketiganya adalah Ganjar Jationo, Marindo Kurniawan, dan Slamet Riadi.
Memang tak ada syarat lolos seleksi sekda Provinsi Lampung harus dekat dengan wartawan atau media. Namun, untuk membantu kerja-kerja kepala daerah, perlu juga sosok yang familier dengan insan pers agar bisa ikut menjelaskan banyak hal yang buat kepo publik.
Baca juga: Lima Besar Calon Sekdaprov Lampung, Ada Ganjar, Marindo, dan Slamet
Apalagi di era euforia digitalisasi, jari dengan mudah menulis apa saja tentang pemerintahan via media sosial. Sosok sekretaris daerah yang piawai berkomunikasi dengan banyak pihak sangat dibutuhkan bagi seorang kepala daerah sebagai pengimbangnya.
Berdasarkan PP No.18 Tahun 2016, sekda bertanggung jawab atas penyelenggarakan administrasi pemerintahan, mengkoordinasikan berbagai kebijakan, serta memastikan bahwa program-program pemda terlaksana dengan baik.

GANJAR
Ganjar Jationo sangat dikenal insan pers. Anak kolong mantan aktivis ini pernah menjabat kepala Dinas Kominfotik Provinsi Lampung era gubernur sebelumnya. Lumayan membantu, "kekakuan" kepala daerah dengan pers bisa dijembataninya dengan sangat oke.
Apalagi, sebelum kecemplung sebagai abdi negara, dirinya berprofesi sebagai wartawan profesional media mainstream top. Lewat jaringannya yang luas, keluarga besar HMI ini dari dinas di Kabupaten Lampung Barat ditarik jadi corongnya Pemprov Lampung.
Banyak insan pers yang nyaman bermitra dengannya. Dirinya, tak hanya menunggu, kehumbleannga, tak merasa gengsi, dirinya selalu jemput bola agar terjalin komunikasi yang baik antara Pemprov Lampung dengan wartawan, media, maupun elemen masyarakat.
Sayang, tsunami Bima dengan jalan buruknya berimbas kepada loyalitas dirinya. Dia dianggap tak cukup mempuni menangkis serangan masif se-Indonesia yang menyerang kepala daerahnya. Ganjar dipaksa menepi dulu jadi "ahlinya ahli", core of the core.
Tapi, barang kali, namanya barang bagus, ganti penguasa, dirinya akhirnya kembali kerap mewakili Pj Gubernur Lampung Samsudin pada acara-acara terkait media. Dia hanya "ngadem" sebentar, ganti kepala daerah, kembali berinteraksi dengan kawan-kawan lamanya di pers.
Terakhir, Staf Ahli Bidang Pemerintahan Hukum dan Politik itu membuka Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) dan HUT ke-79 PWI Tahun 2025, di Pusiban Kabupaten Lampung Utara, Rabu (26/02/2025). Jago "silat" juga agaknya aktivis ini.
MARINDO
Marindo tak kalah pamor dengan Ganjar Jationo soal kedekatannya dengan insan pers. Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Lampung ini baru saja selesai menjabat Pj Bupati Pringsewu sejak dilantik Arinal Djunaidi pada tanggal 16 April 2021.
Kembali ke kandang, dia langsung melamar ikut seleksi sekdaprov lewat Panitia Seleksi (Pansel) Terbuka Pimpinan Tinggi Madya Sekdaprov Lampung yang diumumkan Dr. Restuardy Daud lewat Surat Edaran No.KPTS/01/PANSEL-JPTM/I/2025 tanggal 23 Januari 2025.
Dalam tahapan proses seleksi, sejak sebelum uji kompetensi manajerial dan sosial kultural (assessment test) pada 3-5 Februari lalu, masuk uji makalah dan wawancara, media seakan berusaha membelanya sebagai sosok yang terbaik mendampingi Gubernur Mirza.
Bak paduan suara atau koor, media menulis tentang kesuksesannya ketika dipercaya sebagai penjabat bupati Pringsewu lewat peningkatan infrastruktur dan pariwisata hingga kesuksesannya dalam pengelolaan keuangan yang transparan Pemprov Lampung, penghargaan nasional dan lokal, hingga berhasil menyelesaikan pendidikan doktornya,
Mewakili kaca mata wartawan tentang dirinya, ada media yang baru saja memberi judul yang lumayan panjang dan bikin "gemes": Karier Gemilang Marindo Kurniawan di Tahun 2024, Raih Gelar Doktor Ekonomi dan Menjabat Sebagai Pj. Pringsewu 2024
Semua itu cukup menjadi indikator adanya kedekatan dirinya dengan insan pers. Dengan sukarela, para media pun seolah berlomba menuliskan kesuksesannya. Tak semua pejabat bisa seperti dirinya, bahkan banyak yang alergi pada wartawan. Marindo malah jadi media darling.
SLAMET RIADI
Pejabat satu ini juga keren, setelah tanpa ada kegaduhan sukses memimpin Biro Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ), dirinya lompat ke kursi paling diincar para ASN: Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda). Setelah statusnya sebagai pelaksana tugas (plt), dirinya definitif pada Jumat, 7 Januari 2025.
Tak banyak bersuara, lebih memilih silent operation, sosoknya ternyata juga media darling. Ketahuan ketika dilantik jadi definitif pada akhir jabatan Pj Gubernur Samsudin di Balai Keratun Lantai III Kantor Gubernur Lampung, dari 12 pejabat, hanya ada dua pejabat yang ditulis "khusus" di banyak media.
Kedua pejabat yang ramai ditulis tersendiri oleh media saat itu adalah Slamet Riyadi dan Thomas Americo dari sekretaris DPRD Lampung Selatan menjadi Kepala Disdikbud. Banyak media yang agaknya menaruh hati kepada kedua pejabat yang " terlihat" kalem ini.
Tentu saja, "kedekatan" Slamet Riadi sampai jadi media darling walau tak segegap gempita Ganjar dan Marindo lumayan membuat kondusifitas kerja-kerja lembaganya. Mau tahu jurusnya, lebih baik tanya langsung bila perlu mampir ke ruang kerjanya.
Kedekatannya dengan pers pula yang membantunya mengejar target PAD Pemprov Lampung sampai para pengusaha "kocar-kacir" dipublikasi via media banyaknya kendaraan dan alat berat yang mati pajak.
Yang pasti, ketiga sosok yang lolos seleksi calon sekda Provinsi Lampung dapat menjadi teladan bagi para pejabat lainnya bagaimana mengelola komunikasi publik hingga berpontensi meraih jabatan puncak karir birokrasi seorang ASN.
Malah, tak tertutup kemungkinan, periode berikutnya, mereka lompat ke jabatan politik menemani kepala daerah sebagai wagub atau malah geser ke kabupaten jadi bupati di kampung halaman. Sudah banyak contoh barang ginian.
Yang pasti, ketiga calon yang terbaik saat ini bagi masyarakat Lampung. Tak model lagi pejabat yang sombong apa lagi songok. Selain memiliki kompetensi, jadi media darling salah satu indikatornya kepiawaian seseorang jadi pejabat.
Syarat lainnya nonteknis, tergantung restu ayah eeeh doa bunda juga. Bunda harus ikut agar pikiran gak kemana-mana ya? Selamat berpuasa, ngilu maaf, tabik pun.
* Pimred Club
