TAK lengkap rasanya pergi haji ke Mekkah tanpa ziarah ke Madinah. Bagaikan langit tanpa bintang. Oleh karena itu semua paket perjalanan haji dan umrah selalu mengunjungi dua kota suci ini. Banyak hadis yang memberitakan tentang dua tanah haram ini, diantaranya:
Rasulullah SAW menjelaskan bahwa Kota Makkah dan Madinah adalah dua tempat yang tak bisa dimasuki dajal jelang kiamat nanti. Rasulullah SAW bersabda:
"Tiada suatu negeri pun melainkan akan diinjak oleh dajjal, kecuali hanya Makkah dan Madinah. Tiada suatu lorong pun dari lorong-lorong Makkah dan Madinah itu, melainkan di situ ada para malaikat yang berbaris rapat untuk melindunginya. Kemudian dajal itu turun lah di suatu tanah yang berpasir (di luar Madinah) lalu Kota Madinah bergoncanglah sebanyak tiga goncangan dan dari goncangan-goncangan itu Allah akan mengeluarkan setiap orang kafir dan munafik (dari Makkah - Madinah)." (HR Muslim).
Rasulullah SAW berdoa:َ
"Ya Allah jadikanlah keberkahan Madinah dua kali lipat dari keberkahan kota Makkah".
(HR. Bukhari, Muslim)
Juga Rasulullah bersabda:
"Tidaklah seseorang bersabar atas kesempitan dan kesusahan di kota Madinah melainkan aku akan menjadi saksi atau pemberi syafa’at kepadanya pada hari kiamat. (HR. Muslim)
Dan masih banyak hadis lain tentang keutamaan salat di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi (Madinah) serta Masjidil Aqsha (Palestina).
Jarak dari Mekkah ke Madinah sekitar 450 km, menggunakan bus bisa ditempuh dalam waktu 4-5 jam. Bila perjalanan dilakukan pada siang hari, kita akan melihat hamparan padang pasir dan bukit berbatu serta pohonan perdu kering yang gelinding ditiup angin, seperti yang sering kita lihat pada film film cowboy. Sesekali kita akan melihat perkemahan nomaden Arab badui lengkap dengan onta dan dombanya.
Saya sempat bertanya ke istri yang duduk di sebelah, kebayang nggak dulu Ali bin Abi Thalib berjalan kaki saat hijrah dari Mekkah ke Madinah?
Ya, Ali memang ditugaskan oleh Nabi untuk menyusul dan mengawal anggota VIP serta kaum dhuafa diantaranya. Bagaimana tidak vip, didalam rombongannya ada keluarga Rasulullah dan keluarga Abu Bakar. Mereka adalah Sayyidah Fathimah dan Ummu Kultsum, dua putri nabi. Ada juga Aisyah dan Saudah, istri nabi. Ummu Aiman dan anaknya, Usamah. Usamah adalah anak dari anak angkat kesayangan nabi.
Selain itu juga turut istri Abu Bakar, Ummu Ruman dan anak-anaknya, Asma, dan Abdullah. Juga ada orang-orang Muslim lain yang lemah dan tidak berdaya.
Sampai di Quba, lima km dari Madinah, Rasulullah mendapati kaki Ali luka luka dan bengkak bagaikan kaki gajah. Kemudian rasulullah Saw mendoakan dan sembuh. Seberapa jauh jarak Mekkah ke Madinah yang 450 km bisa kita bayangkan dengan jarak Jakarta ke Semarang yang 442 km, atau Bandar Lampung ke Palembang yang 317 km.
Madinah juga merupakan tanah haram, yang orang kafir atau non muslim dilarang memasukinya. Itulah mengapa istana raja KSA berada di luar batas tanah haram atau tanah suci.
Madinah adalah darul hijrah, tempat nabi dan para sahabat hijrah dari penindasan terhadap Islam di Mekah. Sehingga kota yang awalnya bernama Yatsrib, setelah kedatangan nabi berubah menjadi Madinaturrasul, atau madinatunnabi atau kota nabi.
Disebut juga Madinah al Munawarah, kota yang bercahaya Nabi sendiri sering menyebut Madinah dengan nama Thayibah dan Thabah.
Sebelum Islam, Madinah dihuni oleh suku Arab amaliq, Khazraj dan Aus. Suku Aus dan Khazraj awalnya adalah bersaudara, keturunan dari dua kakak beradik dari ibu yang sama Qaila. Kemudian sejak 120 tahun sebelum hijrah nabi, keduanya bermusuhan karena diprovokasi dan diadu domba oleh suku Yahudi yang juga tinggal di Madinah.
Sehingga selama lebih seratus tahun itu Aus dan Khazraj terlibat perang saudara, perang Bu'ats namanya. Dan baru damai permanen dan kembali bersaudara setelah kedatangan nabi Saw.
Hal ini karena nabi Muhammad dinilai membawa visi perubahan bagi masyarakat Madinah yang sudah bosan dengan pertikaian seperti cebong dan kampret. Visi dan narasi beliau sangat berbeda jauh dengan calon yang awalnya disepakati menjadi pemimpin Madinah, yaitu Abdullah bin Ubai.
Abdullah bin Ubai ini dinilai hanya akan meneruskan nilai nilai dan tradisi lama yang akan membuat masyarakat tetap terbelah. Ini karena dia didukung dan dekat dengan kaum Yahudi, oligarki yang menguasai perekonomian Madinah dan pemberi hutang kepada bangsa Arab untuk berperang. Mungkin kalau sekarang mirip dengan hutang untuk pilkada atau pilpres dari oligarki. Sehingga meskipun menang, ubun ubunnya tetap dalam kendali oligarki.
Belakangan, setelah Islam menjadi mayoritas di Madinah, Abdullah bin Ubai menjadi pemimpin kaum munafik yang beroposisi dan sering memfitnah nabi dan Islam, salah satunya "haditsul ifki", berita palsu yang memfitnah keluarga nabi.
Peristiwa ini dipicu oleh sekelompok munafik, dipimpin oleh Abdullah bin Ubay, yang iri dan dengki dengan kekompakan dan persatuan sahabat Nabi dalam Perang Bani Musthaliq.
Mereka menyebarkan berita bohong bahwa Sayyidah Aisyah telah berselingkuh dengan Shafwan bin Mu'attal.
Peristiwa yang terjadi pada bulan Sya'ban tahun ke-5 Hijriyah ini disebabkan karena insiden tertinggal Aisyah ra dalam perjalanan pulang dari perang Bani Mustaliq dan kemudian ditemukan oleh Shaffan yang kemudian mempersilahkan Ummul mukminin Aisyah ra menaiki untanya dan kemudian Shaffan menuntut untanya didepan, tanpa sekalipun berpindah ke samping atau kebelakang untanya tersebut sampai memasuki kota Madinah.
Kejadian ini sontak diviralkan oleh orang orang munafik beserta para buzzer hingga memgusik rumah tangga nabi Saw. Bahkan sampai akhirnya beliau memulangkan Aisyah ra ke-rumah orang tuanya, Abu Bakar ra sambil menunggu klarifikasi dari Allah. Setelah berlangsung sekitar sebulan lalu
Allah Swt, menurunkan surat an-Nur ayat 11-20 untuk mengembalikan reputasi dan dedikasi Aisyah di hadapan seluruh umat Islam, termasuk juga posisinya sebagai istri terdekat Rasulullah Saw.
Peristiwa haditsul ifki ini memberikan pelajaran kepada kaum muslimin pentingnya tabayyun atau check and recheck dalam menerima dan menyikapi suatu berita. Lebih lebih berita yang dilansir oleh pihak kaum munafik dan yang tidak senang dengan Islam dan umatnya. Seorang muslim yang baik tidak gampang sar share berita yang belum tervalidasi.
Atau tidak ikut ikutan memviralkan tokoh yang tidak mencintai Islam dan dakwah.
Hanya keledai yang terantuk batu yang sama berkali-kali. Karena orang buta pun tidak!
Lima tahun kemudian
ternyata pilihan penduduk Madinah terbukti benar, karena tidak sampai 10 tahun, dibawah kepemimpinan nabi Saw, Madinah menjadi negara singa gurun yang merengkuh seluruh jazirah Arabia dan ditakuti oleh super power dunia saat itu, Romawi dan Persia. Dua puluh tahun kemudian menaklukkan Persia dan merebut wilayah Mesir dan Syam dari tangan kekaisaran Romawi.
Allah berfirman:
"Allah tidak akan merubah nasib (seseorang) suatu kaum apabila ia tidak ingin atau mau merubah nasibnya sendiri." (Ar-Radu' : 11).
Bangsa Arab yang berabad-abad tidak pernah menjadi bangsa yang diperhitungkan, dibawah bimbingan nabi Saw dengan ajaran Islam menjelma menjadi bangsa besar yang disegani dunia. Dan akan terus begitu, dihormati dan disegani oleh kawan dan lawan, selama masih berpegang teguh dengan Islam, Al quran dan Sunnah!
Siapapun dan apapun yang bersama Alquran akan terkerek naik menjadi mulia sebagai imbas dari mulianya Alquran.
Karunia dan nikmat Allah itu tidak berubah kecuali manusia yang merubahnya sendiri. Sebagaimana firman Nya:
"Yang demikian itu adalah karena sesungguhnya Allah sekali-kali tidak akan merubah sesuatu nikmat yang telah dianugerahkan-Nya kepada suatu kaum, hingga kaum itu meubah apa-apa yang ada pada diri mereka sendiri...". (Al Anfal: 53)
Wallahua'lam bi shawab
(Gaf)
