Oleh Wahyu Rio Shendy Kusuma*
SEBAGAI bagian dari rangkaian kegiatan Program Ekspedisi Patriot Kementerian Transmigrasi Tahun 2025, Tim Universitas Diponegoro (UNDIP) melaksanakan Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama perwakilan 18 desa dari empat kecamatan di Kabupaten Waykanan.
Keempat kecamatan itu adalah Buay Bahuga, Waytuba, Bahuga, dan Bumi Agung. RDP juga dihadiri oleh Dinas Transmigrasi setempat sebagai mitra strategis mendukung agenda pembangunan dan pemberdayaan kawasan transmigrasi.
Setiap desa mengirimkan perwakilan tokoh masyarakat, perangkat desa, dan kelompok tani sebagai representasi langsung dari aspirasi warga di kawasan transmigrasi.
Kegiatan ini menjadi ruang strategis untuk pemetaan isu dan penjaringan aspirasi masyarakat dalam rangka memahami dinamika sosial, ekonomi, dan pertanian di wilayah transmigrasi.
Melalui forum ini, berbagai suara dari lapangan mengalir dengan terbuka mulai dari keluhan mengenai keterbatasan sarana pertanian dan infrastruktur, tantangan dalam pemasaran hasil panen, hingga kebutuhan penguatan kelembagaan kelompok tani.
Meskipun banyak permasalahan diungkapkan, suasana diskusi tetap hangat dan konstruktif.
Kepala Dinas Transmigrasi Kabupaten Waykanan, Achmad Agung Bramtihalley, SE., MM. menyampaikan apresiasinya terhadap kolaborasi riset lintas universitas yang terwujud melalui Ekspedisi Patriot.
Ia menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara akademisi dan pemerintah daerah dalam merumuskan arah pembangunan berbasis potensi wilayah.
“Kami menyambut baik langkah tim Ekspedisi Patriot dalam mendengar langsung suara masyarakat. Harapan kami, hasil riset ini dapat menjadi dasar kuat bagi pengembangan ekonomi masyarakat transmigrasi secara berkelanjutan,” ujarnya.
Program Ekspedisi Patriot Kementerian Transmigrasi sendiri merupakan inisiatif nasional yang melibatkan kolaborasi lintas universitas dan lintas disiplin ilmu, dengan fokus pada pembangunan dan pemberdayaan kawasan transmigrasi berbasis riset terapan.
Khusus bagi tim UNDIP, kegiatan ini diarahkan untuk menggali data dan informasi lapangan yang akan menghasilkan luaran utama: analisis komoditas unggulan kawasan setempat yang diharapkan dapat menjadi motor penggerak ekonomi lokal secara berkelanjutan.
Ketua Tim UNDIP, Nani Kitti Sihaloho, S.P., M.P., menjelaskan bahwa Ekspedisi Patriot bukan hanya bentuk implementasi riset, tetapi juga wadah belajar akademisi untuk berinteraksi langsung dengan masyarakat.
“Kami berupaya agar hasil riset ini tidak berhenti pada laporan, tetapi benar-benar menjadi pijakan kebijakan dan rencana aksi bagi pemerintah daerah. Masyarakat transmigrasi memiliki potensi luar biasa jika didukung dengan arah pembangunan yang tepat,” ungkapnya.
Dalam konteks penelitian, komoditas unggulan kawasan transmigrasi menjadi fokus utama tim UNDIP. Melalui RDP, masyarakat menyampaikan beragam pandangan mengenai sektor potensial di wilayah mereka mulai dari pertanian pangan, perkebunan rakyat, hingga peternakan dan pengolahan hasil produksi.
Pandangan tersebut menjadi data awal penting yang kemudian akan dipadukan dengan hasil observasi lapangan dan analisis akademik untuk menentukan komoditas unggulan yang paling prospektif dan sesuai karakteristik wilayah.
Camat Bahuga, Bapak Firdaus, turut memberikan pandangan optimistis terhadap pelaksanaan program ini. Ia menilai kegiatan riset terapan seperti Ekspedisi Patriot mampu memberikan dampak nyata dalam memperkuat arah pembangunan daerah.
“Kami berharap hasilnya dapat memperkuat sektor-sektor produktif di wilayah kami,” tuturnya.
Menariknya, masyarakat dari keempat kecamatan menunjukkan antusiasme dan dukungan tinggi terhadap pelaksanaan program ini. Mereka menilai Ekspedisi Patriot bukan sekadar kegiatan akademik, tetapi juga bentuk nyata kehadiran negara melalui perguruan tinggi dalam mendengarkan, memahami, dan menindaklanjuti kebutuhan masyarakat transmigran.
RDP ini pun menjadi momentum penting untuk menjembatani aspirasi masyarakat dengan arah kebijakan pembangunan daerah dan nasional.
Dengan terpetakannya isu, aspirasi, dan potensi komoditas lokal, tim Ekspedisi Patriot UNDIP berharap hasil kegiatan ini dapat menjadi pijakan analisis mendalam dalam merumuskan strategi pengembangan kawasan transmigrasi yang lebih adaptif, partisipatif, dan berkelanjutan.
Lebih dari itu, kegiatan ini menegaskan pentingnya sinergi antara Kementerian Transmigrasi, Dinas Transmigrasi Kabupaten Waykanan, akademisi, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mewujudkan kawasan transmigrasi yang mandiri, produktif, dan berdaya saing di masa depan.
*Tim Ekspedisi Patriot Kementerian Transmigrasi.
