Helo Indonesia

Siapa Pewaris Tanah Kana’an?

Annisa Egaleonita - Opini
Senin, 13 Oktober 2025 09:49
    Bagikan  
Siapa Pewaris Tanah Kana’an?

GAF

Oleh Ustadz Gufron Azis Fuandi*

KITA bersyukur dengan tercapainya kesepakatan damai antara Hamas dan Israel beberapa hari lalu. Meskipun ini baeu tahap pertama, gencatan senjata dan pertukaran tawaran. Selanjutnya, kita belum tahu, karena kesepakatan yang digagas oleh Trump ini, kita ketahui, sangat njomplang. Jauh dari kata keadilan.
Karenanya, apakah setelah penghentian kontak tembak dan pertukaran tawanan akan berlanjut ketahap lebih serius?
Kita tunggu!

Tanah Kana'an atau yang kita sebut Palestina khususnya dan Timur Tengah pada umumnya adalah kawasan yang tidak pernah sepi dari konflik , karena posisinya yang strategis ditengah antara benua Asia, Afrika dan Eropa.
Dijaman kuno sebelum Masehi tidak kurang dari tiga kali Babilonia menterang kawasan dan menawan bangsa Yahudi sebagai budak ke Babilonia. Kemudian ada juga bangsa Amaliq dan bangsa Romawi.
Bahkan perebutan kawasan ini antara Persia dan Romawi dimasa awal kenabian Saw, Allah abadikan dalam al Quran, surat Ar Rum.

Menelusuri tanah Kana'an secara tidak terlalu sulit. Karena kebenaran itu sederhana dan tidak rumit. Tidak seperti kebohongan dan kepalsuan, yang perlu rumit dan berbelit. Karena selalu butuh kebohongan baru untuk menutupi  kebohongan sebelum nya.

Kawasan ini disebut tanah Kana'an karena wilayah ini merupakan tempat tinggal anak keturunan Kana'an bin Ham bin nabi Nuh sejak 4000 tahun SM. Tanah Kana'an merupakan bagian dari wilayah Syam atau Levant yang meliputi Suriah, Lebanon, Yordania dan Palestina atau Kana'an.
Dari Kana'an bin Ham ini lahir beberapa bangsa, satu diantaranya adalah bangsa Filistin.

Adapun bangsa Yahudi adalah keturunan dari nabi Ya'qub (Israil) bin nabi Ishak bin nabi Ibrahim. Sedangkan nabi Ibrahim baru hijrah dari Haran, Babilonia untuk berdakwah ke Kana'an  
pada -+ tahun 2000 SM.
Dari Babilonia nabi Ibrahim disertai oleh nabi Luth, keponakannya, yang kemudian Allah tugaskan untuk berdakwah di negeri Sodom, kawasan Yordania sekarang.
Saat nabi Ibrahim tiba di Kana'an, tentu saja disana sudah banyak  penduduknya yang terhimpun dalam negara kota (polis) yang merupakan keturunan dari Kana'an.

Saat itu belum ada bangsa Yahudi, karena bangsa Yahudi merupakan salah satu keturunan anak dari nabi Ya'qub yang dikenal dengan sebutan Bani Israil.
Tepatnya, bangsa Yahudi pada mulanya adalah salah satu suku (dari 12 suku/anak) dari Bani Israil, yaitu keturunan dari Yehuda bin nabi Ya'qub.
Kemudian menjadi nama kerajaan pecahan pasca nabi Sulaiman bin nabi Daud. Kerajaan Yehuda ini menjadi tempat tinggal suku Yehuda, Levi dan Benyamin.
Dan akhirnya istilah ini menjadi sebutan untuk orang orang Bani Israil.
Selain itu, Yahudi juga
menjadi nama untuk agama para menganut Yudaisme atau kitab Taurat. Karenanya banyak orang menyandang nama Yahudi, tetapi mereka bukan dari keturunan bani Israil, tetapi karena mereka memganut Yudaisme.
Dan itu yang sekarang menjadi mayoritas penduduk Israel.

Saat musim peceklik di Kana'an (abad 16 SM), nabi Ya'kub membawa bani Israil hijrah ke Mesir menyusul nabi Yusuf yang telah sukses menjadi pejabat di Mesir.
Beratus tahun bani Israil di Mesir kemudian mereka eksodus menyebrangi laut Merah menuju Kana'an dibawah pimpinan nabi Musa. Seharusnya perjalanan lancar, tetapi setelah keluar dari Mesir, Bani Israil menunjukkan sifat pembangkangan dan tidak taat kepada perintah Allah. Contohnya, saat ditinggal bermunajat kepada Allah selama 40 hari oleh nabi Musa
mereka malah menyembah patung anak sapi emas yang dibuat oleh Samiri. Padahal disitu masih ada nabi Harun, tapi tidak digubris.
Mereka juga menolak untuk berperang agar bisa memasuki tanah Kana'an. Malah menyuruh nabi mereka berangkat perang sendiri bersama Allah, kalau sudah menang nanti mereka baru akan nyusul. Sehingga akhirnya mereka dihukum Allah, tersesat di padang gurun selama 40 tahun. Bani Israil baru bisa memasuki tanah Kana'an sekitar abad 12 SM dibawah bimbingan nabi Yusak (Joshua) bin Nun. Diantaranya mereka mengalahkan bangsa Palestina dibawah Jalut (Goliath). Lihat kembali kisah Thalut, Daud dan Jalut.

Dari sinilah muncul kepercayaan tentang tanah yang dijanjikan Tuhan kepada bani Israil. Dimana dakam kitab Kejadian 15:18, Tuhan menjanjikan kepada Abram (Abraham/Ibrahim) akan memberikan tanah yang membentang dari sungai Mesir (Nil) sampai sungai besar (Eufrat) di Mesopotamia (Irak).
Jadi tanah yang dijanjikan itu bukan hanya Palestina tapi lebih luas lagi.

Kembali ke Joshua. Setelah menundukkan kurang lebih 31 polis (negara kota) bani Israil mendirikan kerajaan Yudea, sehingga nama Kana'an redup berganti Yudea.
Nama Yudea baru berubah menjadi Palestina pasa tahun 130 M, setelah kaisar Hedrian dari Romawi menundukkan Yudea. Digantinya nama Yudea menjadi Palestina salah satunya untuk menghapus jejak bangsa Yahudi di Kana'an. Disamping memang nama Palestina merupakan nama yang digunakan oleh bangsa Yunani untuk menyebut nama penduduk Kana'an kuno.

Imbas lain dari penaklukan Yudea ini adalah eksodusnya bangsa Yahudi ke Khaibar dan Yatsrib (sebelum bernama Madinah). Sehingga saat nabi hijrah ke Yatsrib, disana telah bermukim Yahudi Bani Qainuqa, Bani nadhir dan bani Quraidhah.

Tetapi, karena karakternya yang serakah, dengki, khianat dan suka ingkar janji, Yahudi bani qainuqa sudah mengkhianati perjanjian piagam Madinah, diikuti oleh pengkhianat bani Nadhir dan terakhir pengkhianatan bani Quraidhah saat terjadi perang Khandak. Sehingga akhirnya mereka diusir dari Madinah. Dan pada tahun 6 H, Madinah bersih dari bangsa Yahudi, menyusul tahun berikutnya Khaibar di bersihkan.

Rasulullah Saw mengajarkan kita bahwa menghadapi Yahudi itu harus tegas, karena mereka licik, khianat dan suka ingkar janji. Tetapi untuk tegas bukanlah mudah, karena harus kuat dan bersatu dulu.
Jangan mimpi kalau nggak bisa!

Wallahu a'lam bi shawab
(Gaf)