Oleh Ali Rukman*
HUT ke-33 Kabupaten Lampung Barat agak istimewa pada 24 September 2024, saat sedang hot-hotnya masyarakat kabupaten ini meradar calon pemimpin lima tahun kedepan untuk tingkat Provinsi Lampung dan Kabupaten Lampung Barat pada 27 November 2024.
Istimewa, 33 tahun adalah usia yang lagi semangat-semangatnya produktif, penampilannya lagi gaya-gayanya, dompet sehatlah ya, fisik lagi bagus-bagusnya, semangat cari uang, dan lain-lain yang pokoknya sedang energik sekali.
Namun, agaknya, kabupaten ini masih adem-ayem saja sedingun Gunung Pesagi. Dari Kota Bandarlampung, ibu kota Provinsi Lampung, Bandara Radin Inten, serta exit tol Sumatra, jarak tempuhnya 5 – 7 jam perjalanan darat dalam kondisi normal.
Mungkin kondisi ini yang menjadi salah satu alasan mengapa Kabupaten Lampung Barat menjadi kabupaten yang jarang dikunjungi, kecuali untuk hal-hal yang sangat penting yaitu urusan dinas atau urusan keluarga.
Untuk urusan dinas, hanya mereka yang memiliki keperluan kantornya baik instansi pemerintah maupun instansi swasta yang kerap mengunjungi Kabupaten Lampung Barat.
Mereka yang berkunjung terkait urusan keluarga, ada kerabatnya yang menyelenggarakan pesta pernikahan atau karena tutup usia.
Dari mereka-mereka yang pernah ke Kabupaten Lampung Barat, saya pernah bertanya tentang Apa yang terkesan di benak mereka ketika mendengar Kata Lampung Barat?
Mereka menjawab diingin, jauh, asyek pemandangannya, susah air bersih, sering mati lampu, warganya ramah, aman, jalannya jelek, susah mendapatkan BBM jenis pertalite, daerah penghasil sayuran, penghasil kopi, tempat wisata.
Kenyataannya, harga sayuran malah mahal-mahal ini pasar, tempat minum kopi alias cafee jarang, tempat parkir wisatanya mahap ditambah minim informasi.
Mungkin saja ada yang tidak enak mendengar kesan tersebut, tapi inilah kalimat spontan yang terucap dari mulut mereka.
Dari jawab-jawaban itu, kita dapat menduga-duga akankah mereka kembali berkunjung ke Kabupaten Lampung Barat jika tidak ada urusan dinas? Berapa lama tamu yang datang akan betah tinggal di Kabupaten Lampung Barat?
Memang relatif, pendatang ke kabupaten ini bisa lama dan bisa juga hanya sebentar. Namun, kesan dari jawaban mereka dari luar kabupaten kesannya kurang bagus. Pekerjaan rumah (PR) bagi pemerintah kabupaten, swasta, masyarakat, atau kolaborasi ketiganya.
Menggantungkan kesan baik Kabupaten Lampung Barat dengan mengandalkan penghargaan dari Pemerintah Pusat atau Kementerian, cuma sebatas kebanggaan saja. Urusan kantong, masih kadang terengah-engah alias bokek.
Walau, kabupaten ini sangat kaya destinasi wisata, ramainya jika ada even saja. selebihnya sepi. Walau potensinya sangat prospektif, misalnya bagaimana agar kabupaten ini ikut kecipratan melimpahnya wisatawan ke jiran, kabupaten tetangga, Pesisir Barat.
Sehingga tak berlebihan bila kita menargetkan setelah dari Pesisir Barat, para wisatawan mancanegara akan menjadikan Lampung Barat sebagai target tempat kunjungan berikutnya.
Selain hal-hal yang diungkap di atas, mari kita coba mengupas dari sisi infrastruktur pariwisata yang ada di Lampung Barat saat ini karena infrastruktur inilah yang akan menjadi magnet sekaligus pendorong untuk bertambahnya kunjungan wisata ke Lampung Barat.
Beragam definisi infrastruktur pariwisata. Rozy & Koswara (2017) dan Meidayati (2017) menyebutkan bahwa infrastruktur merupakan fasilitas atau struktur dasar, peralatan, instalasi yang dibangun dan yang dibutuhkan untuk berfungsinya sistem sosial dan sistem ekonomi masyarakat (Astami & Erli, 2015).
American Public Work Association (Stone, 1974 seperti dikutip dalam Kodoatie, 2005) mendefinisikan Infrastruktur sebagai struktur dan fasilitas fisik yang dikembangkan oleh badan pemerintah untuk menjalankan fungsi pemerintahan dalam menyediakan air, sumber tenaga, penanganan limbah, transportasi, dan layanan sejenisnya untuk memfasilitasi pencapaian tujuan sosial dan ekonomi.
Dari penjelasan para ahli tersebut, setidaknya infrastruktur pariwisata dapat dibedakan atas beberapa hal yaitu :
1. Infrastruktur Ekonomi:
Infrastruktur ini meliputi : jalan menuju destinasi, loket masuk, transportasi publik, parkir, halte, gazebo, hotel/resort, restoran/warung makan, toko souvenir/oleh-oleh, minimart, jaringan telekomunikasi, listrik, ATM/Money Changer, ketersedian BBM/SPBU
2. Infrastruktur Sosial
Infrastruktur ini meluputi : toilet, musala, fasilitas kesehatan, fasilitas keamanan, fasilitas edukasi dan bermain, fasilitas budaya dan kesenian, fasilitas olahraga, rambu-rambu petunjuk jalan, rambu-rambu keselamatan, pusat informasi, fasilitas untuk penyandang disabilitas, loker.
3. Infrastruktur Lingkungan
Infrasruktur ini meliputi : penanganan limbah, air bersih, tempat sampah, drainase.
Pertanyaannya adalah Seperti apakah kondisi 3 infrastruktur tersebut di Kabupaten Lampung Barat saat ini?
Jika saja pemerintah daerah, pengusaha, dan atau masyarakat merasa sudah membangunnya, Apakah sudah ramah perempuan dan anak, atau pernahkah dilakukan survey ke pengunjung seperti apa tanggapan mereka atas infrastruktur tersebut, atau paling tidak di monitoring; jangan-jangan infrastruktur yang sudah di bangun saat itu kondisinya kini sudah tidak layak karena sudah jorok dan tak terawatt.
Kalaupun saat ini ditemukan ada infrastruktur sudah tidak layak pakai, tentu tak elok bila serta merta menyalahkan masyarakat yang tidak melakukan pemeliharaan.
Bagaimana mana masyarakat akan melakukan pemeliharaan bila mereka tidak pernah diberi pelatihan untuk itu, apatah lagi kalau mareka selalu dipertontonkan bahwa untuk merawat hasil-hasil pembangunan harus melalui pihak ketiga dengan system borong/tender/penunjukan langsung dengan mendatangkan pemborong dari luar.
Pada usia Kabupaten Lampung Barat yang ke 33 tahun ini , yang jika di ibaratkan manusia lepas dari masa naif: dimana waktu yang tepat untuk melepaskan diri dari masa remaja dan naif masa lalu.
Usia dimana seseorang sudah kehilangan kepolosannya dan diimbangi dengan kesadaran akan realitas, usia seseorang bercampur antara perasaan realitas dengan harapan yang kuat, usia dimana pada usia ini dianggap sebagai puncak kehidupan.
Bahkan pada usia ke 33 tahun para psikolog memberikan gambaran, kebanyakan manusia pada usia ini telah punya kepercayaan diri yang memadai terhadap bakatnya masing-masing. Itu sebabnya manusia di rentang usia 30-an mencapai produktivitas tertingginya.
HUT Kabupaten Lampung Barat tanggal 24 September 2024 dan pesta demokrasi Pilkada pada tanggal 27 November 2024 yang hanya diikuti oleh satu pasangan calon Parosil Mabsus dan Mad Hasnurin tentu merupakan momentum yang tepat bagi kehebatan Lampung Barat.
Jika terpilih dan dilantik dalam periode ini, hitungan jari kepemimpinan Parosil Mabsus dan Mad Hasnurin adalah periode kedua, tetapi secara politik ini adalah periode keempat Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Berjaya di Lampung Barat.
Dengan kemenangan mutlak seperti ini, tentu menjadi gambaran bahwa kondisi politik dalam perencanaan dan pelaksanaan pembangunan di Kabupaten ujung Barat Lampung ini tentu sangat kondusif tanpa bayang-bayang, begitu juga dari elemen masyarakatnya selama periode tersebut, nyaris tidak ada suara sumbang.
Begitu juga dengan eksekutifnya tidak sedikitpun terdengar terekspose ke masyarakat bahwa ada visi dan misi yang tidak tercapai atau minimal tidak sukses selama kurun waktu tersebut.
Ini juga berarti bahwa semua visi dan misi Bupati Lampung Barat pada 4 Periode Kepemimpinan tanpa rintangan dan dapat terealisasi seluruhnya (kecuali pada masa covid-19).
Dengan asumsi bahwa semua visi dan misi kepala daerah terealisasi secara utuh dan sempurma, maka usia 33 tahun tentu sudah berada pada realitas telah mendaratnya jargon-jargon yang sebelumnya bergema.
Bahkan lebih dari itu semua pola yang ditanamkan tentu telah merasuk kedalam kesadaran kritis baik pelaku pembangunan maupun masyarakatnya, telah tuntas meninggalkan hal-hal yang imajiner dan jauh dari hanya bermain symbol dan permaian kata-kata.
Atas Pembangunan yang telah dilaksanakan secara tuntas dan penuh dedikasi di Lampung Barat semua pihak tentu patut memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya.
Semoga ungkapan bahwa bayangan tidak akan pernah nampak di ujung barat bukan karena dilihat oleh ribuan pasang mata dari ujung timur tempat matahari terbit, melainkan memang tidak pernah membelakangi matahari.
Selamat HUT Lampung Barat saatnya mencapai puncak.
* Penggiat sosial kemasyarakatan, putra Lampung Barat tinggal di Kota Bandarlampung