Rama Aditya Desak BBWS Sekampung Mesuji Jangan Hambat Penanganan Banjir Bandarlampung

Minggu, 14 Juni 2026 20:51
Anggota DPRD Kota Bandarlampung Fraksi Golkar dari Dapil IV Labuhan Ratu, Rama Aditya.

LAMPUNG, HELOINDONESI.COM----Anggota DPRD Kota Bandarlampung Fraksi Golkar dari Dapil IV Labuhan Ratu, Rama Aditya, mendesak BBWS Sekampung Mesuji untuk menunjukkan komitmen nyata dalam penanganan banjir di Kota Bandarlampung dan tidak membiarkan persoalan administratif menghambat upaya penyelamatan masyarakat dari ancaman banjir.

Menurut Rama, DPRD Kota Bandarlampung bersama Pemerintah Kota saat ini sedang bergerak cepat mencari solusi dan menyelesaikan berbagai persoalan yang menjadi penyebab banjir. Karena itu, ia meminta BBWS segera mengambil langkah konkret terhadap berbagai kendala yang masih menghambat pelaksanaan pekerjaan pelebaran kali di samping Mall Boemi Kedaton.

"Kami meminta BBWS Sekampung Mesuji segera mengeluarkan dan menyelesaikan seluruh persyaratan teknis yang menjadi hambatan. Jangan sampai niat baik dan inisiatif pihak Mall Boemi Kedaton untuk membantu pelebaran kali justru terhambat oleh proses birokrasi yang berlarut-larut," tegas Rama, Minggu.(14/6/2026).

Rama menilai penghentian pekerjaan pelebaran kali dengan alasan perizinan administrasi tidak boleh dibiarkan berlarut. Sebab, dampak yang dirasakan langsung adalah masyarakat yang setiap kali hujan deras harus menghadapi ancaman banjir akibat meluapnya air.

"Jangan hanya sibuk pada urusan administrasi sementara masyarakat terus menjadi korban banjir. Yang dibutuhkan hari ini adalah solusi dan tindakan nyata. BBWS harus hadir sebagai bagian dari solusi, bukan justru menjadi penghambat penyelesaian masalah," ujarnya.

Sebagai wakil rakyat dari Dapil IV, Rama mendesak BBWS Sekampung Mesuji segera berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Bandarlampung dan manajemen Mall Boemi Kedaton agar pekerjaan pelebaran kali dapat dilanjutkan dan diselesaikan secepat mungkin.

"Kalau memang ada persyaratan yang harus dipenuhi, sampaikan secara jelas dan segera tuntaskan. Jangan sampai persoalan ini berlarut-larut hanya karena urusan teknis dan administrasi, sementara warga terus menanggung risiko banjir setiap musim hujan. Masyarakat membutuhkan tindakan, bukan alasan," pungkasnya.( Hajim).

Berita Terkini