HELOINDONESIA.COM - Kecelakaan KA menabrak mobil pikap terjadi di perlintasan tanpa palang pintu Desa Kandangan, Srengat, Kabupaten Blitar, Jumat (6/10/2023).
Dalam kecelakaan itu melibat KA Singasari yang menabrak mobil pikap AG 8750 KW bermuatan pipa yang melintas di perlintasan KA tanpa palang pintu.
Tidak terdapat korban jiwa dalam kecelakaan KA dengan mobil pikap itu, namun peristiwa terjadi cepat dan dramatis pukul 11:00 WIB.
Baca juga: Menjelang Pemilu 2024 Tempat Keramat Blitar dan Makam Bung Karno Mulai Banyak di Datangi Caleg
Pengendara mobil pikap yang dikemudian Imam Mukibidin (45) dan anaknya Zelik Alana Miko Oktadio Aminudin warga Dusan Gajah, Desa Papungan, Kanigoro, Kabupaten Blitar berhasil menyelamatkan diri.
Sementara keadaan mobil pikap ringsek setelah ditabrak KA Singasari dari arah Jakarta menuju ke Blitar dengan kecepatan maksimal.
Kapolsek Srengat Polres Blitar Kota, Kompol Wahono kepada wartawan mengungkapkan kedua penumpang pengemudi dan seorang penumpang anaknya berhasil keluar dari mobil saat KA henda menghantan mobil pikap.
Baca juga: Emak-emak di Jombang Berteriak di Tengah Jalan Minta Ditabrak Pengguna Jalan, Karena Masalah ini
Kronologi kecelakaan, bermula mobil pikap yang dikemudikan Imam Mukibidin melaju dari arah Timur ke Barat di Desa Kandangan, Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar.
Sang ayah Imam, mengemudikan kendaraan pikap sementara anaknya Zellik Alana duduk di samping pengemudi.
Ketika mobil yang dikendarai Imam melintas di perlintasan KA tanpa palang pintu tiba-tiba mesin mobil mati sehingga mobil terhenti tepan di antara rel KA.
Ketika pengemudi berulang kali menstarter mobil yang mati di tengah rel KA, dari dari Selatan ke Utara, tepatnya arah ke Blitar muncul KA Singasari dari arah Malang.
Karena mobil tak berhasil distater dan mogok akhirnya mobil pikap dihantam dengan keras oleh laju KA Singasari dengan kecepatan maksimal.
Benturan keras KA Singasari membuat mobil pickup terpental beberapa meter dari lokasi tabrakan di perlintasan KA.
Namun hebatnya begitu mengetahui ada KA yang melaju dengan cepat, ayah dan anak yang ada di dalam mobil dengan cekatan langsung meloncat keluar, meninggal kan mobil.
"Mengetahui ada kereta api, kedua penumpang meloncat keluar mobil. Keduanya selamat dari peristiwa kecelakaan tersebut. Sedang mobilnya rusak parah," kata Kompol Wahono seperti dirilis surya.co.id, Jumat (6/10/2023).
Bapak dan anak itu berhasil meloncat lewat jendela pintu mobil saat mengetahui ada kereta api yang melaju denganc cepat.
"Saya maju kan dari arah utara itu kan tidak kelihatan kereta apinya di situ langsung mati mesin mobilnya. Kemudian saya bilang ke anak saya kereta api kemudian saya langsung loncat dari jendela mobil," kata Imam Mukibidin.
Baca juga: Begini Kronologi Kecelakaan Bus Wisata Asal Gunung Kidul di Tol Jombang Mojokerto
Imam menceritakan kronologi kecelakaan tersebut. Awalnya, mobil pickup yang dikemudikan Imam dari arah timur ke barat di jalan Desa Kandangan, Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar.
Imam Mukibidin dan anaknya pun tidak mengalami luka serius, usai melompat dari jendela mobilnya.
Meski demikian seluruh badan mobil pick up milik Imam ringsek dan tidak bisa digunakan kembali.
Baca juga: KA Gajayana Tabrak Truk Gandeng, Bak Ambrol Ampas Tebu Berserakan di Jalanan Baron, Nganjuk
"Tadi saya dari timur mau ke barat terus tanpa saya ketahui muncul kereta dari selatan ke utara," kisah Imam usai alami kecelakaan.
Mendapatkan laporan peristiwa kecelakaan tersebut, Polsek Srengat langsung terjun ke lokasi kejadian.
Petugas dibantu warga langsung mengevakuasi bangkai kendaraan yang telah ringsek ditabrak kereta api Singasari. **
