Helo Indonesia

Warga Mrebet Tewas Jatuh ke Jurang Sedalam 20 Meter saat Perbaiki Saluran Air

Senin, 8 Januari 2024 20:16
    Bagikan  
Warga Mrebet Tewas Jatuh ke Jurang Sedalam 20 Meter saat Perbaiki Saluran Air

Petugas saat menyerahkan jenazah Suharso ke keluarganya di Mrebet

PURBALINGGA, HELOINDONESIA.COM - Tragedi menimpa seorang pria bernama Suharso (61), warga yang tinggal di Desa Pengalusan RT 2 /RW 1 Kecamatan Mrebet, Kabupaten Purbalingga. Dia jatuh ke jurang sedalam kurang lebih 20 meter setelah tertimpa tanah dari tebing yang longsor.
Peristiwa tersebut terjadi saat korban bersama dua rekannya sedang membersihkan saluran air, Senin siang 8 Januari 2024.

Kapolsek Mrebet AKP Muslimun mengatakan peristiwa bermula pada jam 12.30 WIB, korban bersama dua orang lainnya yaitu Sudiro (65) dan Rastio (60) berangkat memperbaiki dan membersihkan saluran air umum milik warga yang lokasinya di wilayah perbukitan. Saat itu cuaca di lokasi dalam keadaan hujan.

Baca juga: Wabup Kendal Serahkan Penghargaan Tiga Desa Terbaik Pengelolaan Dokar

"Dari keterangan saksi, saat sedang memperbaiki saluran air, tiba-tiba tanah dan bebatuan di atas tebing longsor dan menimpa korban. Hingga korban terjatuh ke jurang sedalam kurang lebih 20 meter. Sedangkan dua rekannya selamat," ungkapnya.

Setelah kejadian, dua orang rekan korban memberitahu warga lain yang kemudian meneruskan ke perangkat desa dan pihak kepolisian. Polisi dari Polsek Mrebet yang datang ke TKP dibantu tim SAR BPBD Purbalingga dan warga kemudian mengevakuasi korban. Saat dievakuasi diketahui korban sudah dalam kondisi meninggal dunia.

Baca juga: Rano Karno Bersama Madelyn dan Gagarin Kampanyekan Paslon 03 Ganjar-Mahfud MD di Ciputat Timur Tangsel

"Saat dievakuasi diketahui korban sudah dalam keadaan meninggal dunia. Jenazah korban kemudian dibawa ke rumahnya," ucapnya.

Pemeriksaan

Jenazah korban kemudian dilakukan pemeriksaan oleh Inafis Polres Purbalingga dan dokter dari Puskesmas Serayu Larangan Kecamatan Mrebet. Hasil pemeriksaan dokter korban mengalami sejumlah luka akibat tertimpa longsor dan benturan saat jatuh ke jurang yang menyebabkan kematiannya.

"Setelah dilakukan pemeriksaan kemudian jenazah korban diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. Pihak keluarga korban tidak menghendaki dilakukan autopsi," kata kapolsek.

Baca juga: Ketum PWI Pusat Umumkan Perubahan Jadwal HPN jadi Tanggal 20 Februari 2024

Kapolsek mengimbau kepada masyarakat agar waspada potensi longsor di wilayah perbukitan. Hendaknya warga tidak beraktivitas di wilayah perbukitan saat turun hujan karena potensi longsor masih dapat terjadi. (Aji)