Helo Indonesia

Satgas Anti Narkoba Bantu Kamtimbas di BTN Lempuyang Lamteng

Herman Batin Mangku - Nasional -> Peristiwa
Rabu, 27 Maret 2024 12:06
    Bagikan  
NARKOBA
Helo Lampung

NARKOBA - Satgas GAN Kampung Lempuyang Bandar, Kecamatan Waypengubuan, Kabupaten Lampung Tengah (Foto Zen/Helo)

LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM- Satgas Gerakan Anti Narkoba (Satgas GAN) Kampung Lempuyang Bandar, Kecamatan Waypengubuan, Kabupaten Lampung Tengah mengadakan Monitoring dan Evaluasi (Monef) pada Rabu malam (27/03/2024).

Satgas GAN yang dikomandoni oleh H. Hadi Ismawan itu dibentuk tanggal 29 September 2023 yang lalu di Masjid Jami Alfalah, Perumahan BTN dan dikukuhkan oleh Direktur Narkoba Polda Lampung. "Satgas ini sangat bermanfaat bagi masyarakat," katanya.

Tujuan terbentuknya Satgas GAN antara lain mewujudkan Kamtibmas di tengah masyarakat BTN pada khususnya dan masyarakat Lempuyang Bandar pada umumnya.

" Sudah bisa dirasakan masyarakat. Sekarang tidak ada lagi anak-anak nongkrong sampai larut malam di wilayah kami," ujar Hadi Ismawan usai acara Monef.

Hadir pada acara Monef itu antara lain Ketua Dewan Pembina GAN Ir. H. Mahfud Santoso, Kapolsek Way Pengubuan Iptu Andi Meireza, Danramil Terbanggibesar, Kepala Kampung Lempuyang Bandar Burdin dan tokoh masyarakat Lempuyang Bandar.

Menurut Hadi Ismawan, lahirnya Satgas GAN berawal dari berdirinya Kampung Tahfidz Quran di Perumahan BTN, dimana sejak dini masyarakat sudah dikenalkan membaca Alquran.

Bekerja keras bersama masyarakat Kampung Tahfidz akan menciptakan masyarakat cerdas sehingga terciptanya hidup sehat dan sejahtera.

Kapolsek Way Pengubuan Iptu Andi Meireza.,SH, mengapresiasi terbentuknya Satgas GAN. Kapolsek mengharapkan Satgas GAN bisa bersinergi dengan Polri sehingga keberadaannya dapat membantu terwujudnya kamtibmas di masyarakat.

"Tidak bisa Kamtibmas hanya diserahkan kepada Polri. Tidak akan berhasil tanpa dukungan masyarakat, " ujar Andi Meireza saat memberikan sambutan pada acara Monef tersebut.

Sementara itu Ketua Dewan Pembina GAN Ir. Mahfud Santoso mengatakan Satgas GAN yang berada di Kampung Tahfidz dapat menjadi percontohan bagi masyarakat Lampung Tengah yang berjaya ini.

Kegiatan Kamtibmas GAN dibentuk melalui Yayasan Kemaslahatan Umat melalui devisi Tahfidz, dimana keberadaan kampung ini sudah mengajarkan kepada anak sejak dini untuk membaca Alquran.

Menurut Mahfud Santoso, kemiskinan menjadi masalah di Indonesia, karena kemiskinan identik dengan kebodohan.

" Miskin menjadi bodo, karena bodoh menjadi miskin," ujar tokoh pendidikan di Lampung Tengah itu.

Sumber Daya Manusia (SDM) yang berilmu menurut Mahfud sangat menentukan kehidupan didunia dan juga kehidupan diakhirat kelak.

"Mau hidup di dunia harus pakai Ilmu, mau hidup di akhirat juga harus berilmu. Jadi tidak ada kebodohan dikampung Tahfidz, " ujar mantan Ketua Dewan Pendidikan Lampung Tengah itu.

Selanjutnya ada devisi pemberdayaan umat, dengan memberikan bantuan modal usaha kecil pada pada sektor UMKM, beternak berdagang, dan menanam sayuran di pekarangan rumah.

Selanjutnya masyarakat Kampung Tahfidz masyarakat juga harus sehat. Oleh karena itu ada devisi yang membidangi kesehatan, yang membina masyarakat selalu sehat dengan olah raga bersama pada hari minggu atau disesuaikan dengan kondisi masyarakat. (Zen Sunarto)


 -