HELOINDONESIA.COM - Memasuki kemaru, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah memberikan peringatan dini perihal kondisi iklim dan kesiapsiagaan kekeringan 2024.
Masalah ini perlu menjadi perhatian, baik dari Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah.
Sejumlah wilayah di Indonesia berpotensi mengalami kekeringan pada musim kemarau terutama wilayah Jawa, Bali dan Nusa Tenggara yang sudah mengalami Hari Tanpa Hujan yang cukup panjang.
Hasil pemantauan anomali iklim global, masih ada peluang tumbuhnya awan-awan hujan di sekitar wilayah Indonesia yang dapat dimanfaatkan sebagai upaya mitigasi dan antisipasi sebelum memasuki puncak musim kemarau.
Baca juga: Sosok Cantik Calon Anggota DPD Asal Jatim Terancam Gagal Melenggang ke Senayan Akibat Keputusan ini
Langkah mitigasi yang dilakukan dengan penerapan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), dengan mengoptimalkan pertumbuhan awan hujan pada periode transisi sebelum memasuki puncak kemarau.
Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dimaksutkan untuk membuat hujan guna mengisi tampungan air atau waduk-waduk di daerah yang berpotensi mengalami kekeringan.
Setidaknya menurut Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati ada 35 waduk yang perlu diamankan guna kelangsungan pasokan air terutama pada jaringan irigasi pertanian.
"Semua ini dibutuhkan untuk mencukupi kebutuhan air selama musim kemarau. Modifikasi cuaca akan melibatn tim dari PUPR, Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN) dan TNI Angkatan Udara," kata Dwikorita dalam rilisnya, Sabtu (1/6/2024).
Operasi ini akan dilakukan secara serentak di Pulau Jawa, langkah ini dilakukan untuk mengisi air 35 waduk untuk mencukupi irigasi pertanian selama musim kemarau.
Kini BMKG memiliki unit kerja baru yakni Bidang Modifikasi Cuaca yang membuat BMKG semakin aktif menjalankan tugas aksi dini mitigasi, potensi bencana hidrometeorologi termasuk kekeringan di dalamnya.
OMC dijadwalkan akan dilakukan pada 30 Mei hingga 10 Juni 2024, dengan 4 posko di Jakarta, Bandung, Solo dan Surabaya, yang didukung 4 pesawat Casa 212 milik TNI AU Abdul Rahmad Saleh Malang.
Setiap posko akan bertanggungjawab untuk pengisian waduk/bendungan yang masuk jangkauan arena posko tersebut.
Berikut daftar Posko itu dengan jangkauan wilayah bendungan atau wadung yang menjadi tanggungjawabnya:
1. Posko Bandung akan ditempatkan di Lanud Husein Sastranegara dan bertanggungjawab untuk pengisian waduk di wilayah Jawa Barat.
2. Posko Jakarta akan ditempatkan di Lanud Halim Perdana Kusuma dan bertanggungjawab terhadap pengisian waduk di Sebagian wilayah Jawa Barat dan Banten.
Baca juga: Sebanyak 37 Ribu Lebih Warga Jatim Berangkat Haji, Layanan Mecca Road di Embarkasi Surabaya
3. Posko Solo akan ditempatkan di Lanud Adi Sumarmo dan bertanggungjawab terhadap pengisian waduk di wilayah Jawa Tengah.
4. Posko Surabaya akan ditempatkan di Lanud Muljono dan bertanggungjawab untuk pengisian waduk di wilayah Jawa Timur.
Alasan pelaksanan dilakukan serentak menurut PLT Deputi OMC BMKG karena sempitnya window of oppotunity (peluang) pertumbuhan awan yang masing memungkinkan disemai menjadi air hujan. **
