HELOINDONESIA.COM - Puluhan warga melakukan aksi demo di Tempat Pemakaman Bukan Umum (TPBU) Makam Pamahan Rawa Mekar Jaya, Tangerang Selatan (Tangsel) pada Rabu (5/6/2024) siang.
Dalam aksi tersebut, warga yang mengaku sebagai ahli waris dari tanah wakaf tersebut memasang spanduk yang berisi penolakan pemasangan menara tower monopol yang disebut-sebut milik PT Gihon Telekomunikasi Indonesia.
Ustadz Mujahidin, pemimpin aksi demo menegaskan kalau TPBU tersebut peruntukannya bukan untuk komersil, seperti pemasangan tower tersebut.
"Sesuai Perda ayat 2 TPBU mengatakan bahwa kawasan TPBU ini bukan area komersil," tegas Mujahidin.
Baca juga: Herman HN Saksikan Sahnya Elfianah sebagai Bacabup Mesuji
Pemasangan menara monopol itu, tegas Ustadz Mujahidin, merupakan proyek komersil walaupun mengatasnamakan masyarakat atau umat.
"Umat yang mana? Kita sebagai ahli waris yang suatu saat membutuhkan tempat ini untuk pemakaman jelas menolak (pendirian tower)," tegasnya.
Karena memang peruntukannya untuk makam, maka Ustadz Mujahidin bersama para ahli warisnya akan mempertahankan tanah ini untuk pemakaman, bukan untuk komersil.
Baca juga: Presiden Jokowi Groundbreaking Beberapa Proyek di IKN, Menko PMK Muhadjir Effendy Mendampingi
"Takbir, Allahuakbar!" teriak Ustadz Mujahidin diiringi teriakan yang sama dari para ahli waris.
Rahman, warga lainnya menegaskan kalau pihaknya tetap mengakui kalau tanah milik Haji Leman itu memang sudah diwakafkan.
"Bukan untuk umum. Tapi untuk pemakaman warga yang berada di tiga kelurahan, Mekar Jaya, Ciater dan Rawa Buntu," jelasnya.
Baca juga: Tak Becus, Jokowi Diminta Relawannya Copot Direksi PLN
Rahman mengatakan bahwa tanah wakaf tersebut belum diserahkan secara resmi kepada pemerintah.
"Kami akui kalau sudah diberikan kepada masyarakat sebagai tanah wakaf untuk pemakaman, bukan komersil," tegasnya lagi.
Informasi dari Satpol PP Kota Tangerang Selatan menyebutkan kalau tower tersebut sudah disegel dan tidak boleh dilanjutkan pembangunannya.
Baca juga: Sebanyak 199 Pekerja Migran Malaysia Dipulangkan, Begini Reaksi Kemenko PMK
"Sudah disegel dari kemarin (Selasa)," ucap seorang petugas Satpol PP bernama Herman.
