Helo Indonesia

Tak Mau ABS, Eva Buktikan Keluhan Warga Pencemaran Bungkil di Sukabumi

Herman Batin Mangku - Nasional -> Peristiwa
Rabu, 12 Juni 2024 08:58
    Bagikan  
PENCEMARAN
Helo Lampung

PENCEMARAN - Wali Kota Eva Dwiana dan Benyanto Candra (Foto Hajim/Helo)

LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM -- Tak mau "Asal Bunda Senang" (ABS), Wali Kota Bandarlampung Eva Dwiana mendatangi langsung warga yang mengeluhkan aktivitas gudang penampungan bungkil kelapa sawit di Waylaga, Kecamatan Sukabumi.

"Bunda dapat laporan dan foto-foto, bagus-bagus saja, tidak ada masalah dengan warga, kenyataannya apa yang dikeluhkan warga benar," katanya kepada Helo Indonesia saat sidak ke lokasi, Selasa (11/6/2024).

Wali Kota Eva Dwiana yang datang bersama DLH, Disperkim, dan DPMPTSP mengatakan tidak menolak investasi tapi jangan sampai pula menimbulkan pencemaran lingkungan serta mengganggu warga.

Dia minta OPD terkait mempelajari apakah perusahaan sudah memiliki Amdal, izin usaha, dan seperti apa pengelolaan limbahnya. "Kasian warga, banyak anak kecil, kalau masih ada pencemaran, segel saja gudangnya," katanya.

Menurut Eva, seharusnya yang namanya bungkil kelapa sawit ini dibungkus terlebih dahulu sebelum dibawa ke pelabuhan. Apalagi cuaca seperti ini, jangan sampai warga jadi korban, jaring tak bisa menahan debu," tandasnya.

Wali Kota minta segera DLH cek kualitas air dan kualitas udara kawasan permukiman warga serta Camat dan Perkim soal perijinan. "Mudah-mudahan usaha bisa berjalan baik tanpa ada yang terzolimi," katanya.

PERUSAHAAN

Pengawas gudang, Benyanto Candra membantah adanya pencemaran, tak ada debu yang keluar, pentilasi rapat. Dia juga membantah adanya pencemaran kawasan dan air. Dikonfirmasi ulang, diakuinya adanya debu tapi tak banyak karena sudah dipasang jaring dan disiram rutin. 

Soal kemasan, katanya, pengiriman bersifat curah. 

WARGA

Sehari sebelumnya, warga mengeluhkan limbah bungkil kelapa sawit yang telah lama membuat tercemarnya air sumur, rumah yang selalu berdebu, serta suara bising di RT 05 Lingkungan 1, Waylaga, Kecamatan Sukabumi. Jaring yang dipasang tak bisa menghalangi debu berhamburan ke kawasan warga. 

Informasi yang diperoleh Helo Indonesia, Senin (10/6/2024), warga yang mengeluhkan hal itu berada persis di belakang gudang milik PT Wahana yang dikontrak untuk gudang bungkil oleh PT Kurnia Tunggal Nugraha.

Mereka tak dapat lagi mengonsumsi air bersih, permukiman mereka kotor oleh debu sejak dum truk lewat jalan permukiman, dan suara bising alat berat dari gudang penampungannya sebelum dikirim ke Jambi lewat Pelabuhan Panjang.

Salah seorang warga RT 05, Lingkungan 1, Bahrudin mengatakan sudah hampir enam tahun keberadaan gudang penampungan bungkil kelapa sawit yang menggangu kenyamanan warga akibat pencemaran air, debu, dan suara.

Jika hujan, air yang menggelontor ke berwarna hitam dan bau busuk. Akibatnya, sebagian warga beli air bersih lewat mobil keliling tangki air Rp60 ribu untuk 1200 liter. "Jika hujan, air sumur busuk sampai bau eek," ujar seorang ibu rumah tangga, Senin (10/6/2024).

Selain itu, warga mengeluhkan debu bungkil yang selalu mengotori kawasan permukiman warga. "Di sini, banyak anak-anak yang kasian menghisap udara kotor," ujar warga lainnya yang direkam video Helo Indonesia.

Walaupun disiram dengan air, debu-debunya tetap masih ada, bahkan di teras rumah, masuk ke air sumur yang kita gunakan untuk mandi dan minum sampai berbau busuk.

Suara berisik juga sangat mengganggu istirahat warga. "Apalagi kalau malam, kami kan mau istirahat, anak-anak mau sekolah, kegiatan mindahin bungkil kelapa sawit dengan menggunakan alat berat dan suara mobil-mobi besar bikin bising," ujar Bahrudin.

Bahkan, sudah tiga kali, mobil dum truk yang mengangkut bungkil pernah ada yang terbalik hingga menimpa fasilitas Taman Pengajian Alquran dan itu sudah ke-tiga kalinya. "Memang diperbaiki, tapi tetap saja bikin was-was,, masalah nyawa lho," ujar warga lainnya.

Menurut warga, sebelumnya, mobil-mobil dum truk yang mengangkut bungkil dan nimbang lewat Jalan Wala Sakti RT 07 Lingkungan 1,Kelurahan Waylaga. Entah kenapa tiba-tiba rutenya di ubah melewati belakang rumah warga, tuturnya.

Warga minta perusahaan memikirkan nasib ratusan warga Waylaga yang terdampak pencemaran lingkungan ini serta rute dum truk dikembalikan ke rute sebelumnya.

Dikonfirmasi, Camat Sukabumi Sahrial akan turun ke lokasi bersama tim kecamatan untuk mengecek apakah benar yang dikeluhkan warga. Jika benar, dia akan meneruskannya ke kita dinas terkait. (Hajim)