HELOINDONESIA.COM - Pada Rabu, 12 Juni 2024, pukul 10.45 WIB, gempa bumi tektonik mengguncang wilayah Papua New Guinea.
Berdasarkan data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa tersebut memiliki kekuatan yang telah diperbarui menjadi magnitudo 4,9. Pusat gempa berlokasi di laut pada koordinat 3,54° LS dan 141,60° BT, sekitar 95 km tenggara Keerom, Papua, dengan kedalaman 10 km.
Gempa ini dikategorikan sebagai gempa bumi dangkal yang dipicu oleh aktivitas sesar aktif. Analisis menunjukkan bahwa gempa ini memiliki mekanisme pergerakan mendatar (strike-slip fault).
Baca juga: Kenang Sebuah Kisah Heroik, Laksdya TNI (Purn) Achmad Taufiqoerrohman Kunjungi Koarmada II
Berdasarkan peta guncangan (shakemap) yang dihasilkan, gempa ini menimbulkan getaran di daerah Keerom dengan skala intensitas II MMI.
Getaran tersebut dirasakan oleh beberapa orang dan menyebabkan benda-benda ringan yang tergantung bergoyang.
Sejauh ini, belum ada laporan mengenai kerusakan yang diakibatkan oleh gempa ini. Model yang digunakan BMKG menunjukkan bahwa gempa ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami.
Baca juga: Kompolnas Pantau Kesiapan Pengamanan Polri Pada Pilkada Serentak 2024 di Polda Sulawesi Selatan
Hingga pukul 11.15 WIB, BMKG melaporkan bahwa belum ada aktivitas gempa susulan yang terdeteksi.
BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah percaya pada informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Disarankan untuk menjauhi bangunan yang mengalami retak atau rusak akibat gempa.
Pastikan bahwa bangunan tempat tinggal Anda aman dan tidak mengalami kerusakan struktural yang berbahaya sebelum kembali masuk ke dalam rumah.
Untuk informasi resmi, masyarakat diminta untuk selalu merujuk kepada kanal komunikasi resmi BMKG, yaitu Instagram/Twitter @infoBMKG, website (http://www.bmkg.go.id atau inatews.bmkg.go.id), kanal Telegram (https://t.me/InaTEWS_BMKG), atau melalui aplikasi mobile (iOS dan Android): wrs-bmkg atau infobmkg.
Demikian disampaikan oleh Dr. Daryono,
Kepala Pusat Gempa bumi dan Tsunami BMKG.
