DEMAK, HELOINDONESIA.COM -MIN 2 Demak menyelenggarakan acara Akhirussannah tahun ajaran 2023-2024. Mengusung tema "Pentas Seni Sejuta Kreasi", acara yang berlangsung di halaman kampus MIN 2 Demak itu semakin semarak dengan penampilan seni anak-anak didik atau santri madrasah tersebut.
Terlihat menghadiri acara yang berlangsung dari pukul 08.00 hingga 12.00 WIB tersebut Pengawas MI Kemenag Demak, H Abdul Hamid. Serta Komite Madrasah, jajaran Forkompimcam Guntur, juga tokoh masyarakat, dan tentunya orang tua wali murid kelas 1-6.
Acara diawali dengan kirab wisudawan dan wisudawati dari pintu gerbang madrasah menuju panggung kehormatan. Raut muka para wisudawan dan wisudawati nampak berbinar sebagai ungkapan bahagia atas keberhasilan menempuh pendidikan selama enam tahun.
Sebanyak 69 siswa, yang terdiri dari 34 putra dan 35 putri, mengikuti wisuda ini. Selain itu, MIN 2 Demak juga mewisuda 23 anak hafiz yang rata-rata hafal juz 27, 28, 29, dan 30.
Prestasi
Kepala MIN 2 Demak, H Muhammad Dahlan menyampaikan, sejumlah prestasi membanggakan berhasil diraih siswa-siswi MIN 2 Demak pada tahun 2024. Di antaranya Juara Umum Lomba Calistung dan Ceria Islami tingkat Kecamatan Guntur, di samping beberapa lomba di tingkat Kabupaten Demak.
"Terimakasih atas semua prestasi yang telah diraih sehingga membanggakan dan semakin mengharumkan almamater MIN 2 Demak. Khususnya para wisudawan, terus belajar dan lanjutkan pendidikan ke jenjang setinggi-tingginya," ujarnya, Minggu (23/6/2024).
Hal senada disampaikan Pengawas MI wilayah Guntur, H Abdul Hamid. Utamanya terkait rasa haru dan bangganya kepada para penghafal Al-Qur'an, yang telah melantunkan ayat-ayat Al-Qur'an dalam penampilannya.
Termasuk pula mewanti-wanti mereka tentang pentingnya semangat belajar dan menghafal. Agar senantiasa menjadi kebanggaan orang tua, dan mampu memberikan mahkota di akhirat kelak.
Cerita Islami
Akhirusanah pun berlangsung sangat meriah dan meninggalkan kesan mendalam. Seiring penampilan perwakilan masing-masing kelas yang mendemonstrasikan cerita Islami dan tari-tarian kreasi bernuansa budaya Nusantara dari Sabang sampai Merauke.
Seperti Kisah Sunan Kalijogo. Selain itu ada juga Tari Gambang Suling dari Jawa, Tari Ampar-Ampar Pisang dari Kalimantan, Tari Sajojo dari Papua, dan Tari Saman dari Nanggroe Aceh Darussalam.
Kegiatan tahunan itu kemudian ditutup dengan pembacaan doa oleh Kiai Nastain, anggota Komite MIN 2 Demak, menandai berakhirnya rangkaian acara yang penuh makna dan kebanggaan tersebut. Jati
