Helo Indonesia

VIRAL Helikopter di Badung Bali Jatuh Diduga Akibat Tersangkut Tali Layangan Janggan Berukuran Besar

Jumat, 19 Juli 2024 22:34
    Bagikan  
Helikopter Jatuh
X

Helikopter Jatuh - Viral di media sosial jatuhnya helikopter di pantai Suluban, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali pada Jumat, 19 Juli 2024.

HELOINDONESIA.COM - Viral di media sosial jatuhnya helikopter di pantai Suluban, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali pada Jumat, 19 Juli 2024.

Dari video yang beredar dari akun Instagram @dewataopini terlihat helikopter tersebut diduga jatuh karena tersangkut tali layang-layang.

Helikopter putih lepas landas dari helipad Garuda Wisnu Kencana (GWK) pada pukul 14.33 Wita untuk perjalanan wisata, namun jatuh sekitar pukul 14.37 Wita.

Kantor Basarnas Bali menerima informasi tentang kecelakaan ini pada pukul 15.25 Wita, dan berita tersebut segera viral di media sosial.

Baca juga: Helikopter di Bali Jatuh Diduga Karena Tali Layang-layang, Beruntung Penumpangnya Masih Selamat

Kecelakaan diduga disebabkan oleh baling-baling helikopter bertuliskan PK - WSP, Beli 505 tersebut terlilit tali layang-layang, membuat netizen penasaran bagaimana tali layang-layang bisa menyebabkan helikopter jatuh.

Beruntung, kejadian ini tidak menelan korban jiwa.

Mengenal Layangan Janggan

Warga Bali menyebutkan bahwa layang-layang yang diterbangkan bukanlah layang-layang biasa, melainkan layangan tradisional Bali yang terdiri dari tiga jenis: janggan, janggan buntut, dan bebean.

Baca juga: Hasil Penyelidikan Menyebut Tak Ada Bekas Tembakan Atas Jatuhnya Helikopter Presiden Iran, Ebrahim Raisi

Layangan ini berukuran sangat besar, dengan lebar rata-rata lima meter dan panjang mencapai puluhan meter. Biaya pembuatan layang-layang jumbo ini bisa mencapai puluhan juta rupiah.

Untuk membuat layangan bebean berukuran sedang dengan bentang sayap lima meter, diperlukan dana sekitar Rp 8 juta hingga Rp 9 juta. Sedangkan untuk layangan bebean berukuran besar (7 meter x 12 meter), biaya pembuatannya bisa mencapai sekitar Rp 25 juta.

Meskipun desain layangan bebean tidak terlalu rumit, bahan baku yang digunakan tidak sembarangan karena rangka layangan memerlukan material berkualitas tinggi. Selain kain, kualitas bambu yang digunakan sebagai rangka juga sangat penting.

Kain yang digunakan untuk layangan tradisional Bali berukuran besar adalah kain TC, kombinasi katun dan serat polyester. Kain ini dipilih karena pori-porinya tidak serapat kain terpal atau parasut, sehingga angin masih bisa menembus kain dan membantu menyeimbangkan layangan saat bermanuver di udara.