Helo Indonesia

Pendapatan Daerah Kalimantan Selatan Tercatat Rp12,59 Triliun hingga Mei 2024

Anang Fadhilah - Nasional -> Peristiwa
Minggu, 21 Juli 2024 18:35
    Bagikan  
Publikasi Assets and Liabilities Committee (ALCo
Kalsel

Publikasi Assets and Liabilities Committee (ALCo - erwakilan Kementerian Keuangan Provinsi Kalimantan Selatan kembali menggelar Publikasi Assets and Liabilities Committee (ALCo) Regional Kalimantan Selatan yang dilaksanakan di Aula Kantor Wilayah DJKN Kalimantan Selatan dan Tengah, Banjarbaru. (ist/heloka

BANJARMASIN, HELOINDONESIA.COM - Kinerja APBD Regional Kalimantan Selatan hingga 31 Mei 2024 menunjukkan bahwa realisasi pendapatan daerah mencapai Rp12,59 triliun atau sekitar 33,16% dari target. Angka ini mengalami peningkatan sebesar 11,34% dibandingkan tahun lalu.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Kalimantan Selatan, Syafriadi, menyebutkan bahwa realisasi pendapatan tertinggi terjadi di Kabupaten Tapin. Sebaliknya, Kabupaten Hulu Sungai Tengah mencatatkan realisasi pendapatan terendah.

“Kabupaten Hulu Sungai Tengah mencatatkan pendapatan yang sangat rendah, hanya sebesar 16%. Hal ini menjadi tantangan besar karena mereka harus berusaha lebih keras untuk meningkatkan pendapatan sesuai dengan rencana. Rendahnya kemampuan dalam menghasilkan pendapatan tentu akan menjadi kendala dalam membiayai belanja APBD mereka,” ungkap Syafriadi pada Minggu (21/7/2024).

Sementara itu, pajak daerah telah terealisasi sebesar Rp1,34 triliun dan retribusi daerah mencapai Rp132,34 miliar, mengalami peningkatan signifikan sebesar 171% dibandingkan tahun lalu.

Dari sisi belanja daerah, telah terealisasi sebesar Rp9,63 triliun atau 23,13% dari anggaran, dengan pertumbuhan sebesar 15,05%. Syafriadi menyampaikan bahwa belanja pada triwulan kedua tahun ini menunjukkan akselerasi dibandingkan tahun lalu.

“Kabupaten Batola mencatatkan presentase tertinggi dalam pelaksanaan belanja, sedangkan Kabupaten Kotabaru memiliki presentase terendah,” ujar Syafriadi.

Belanja pegawai telah terealisasi sebesar Rp3,63 triliun. Belanja barang/jasa mencapai Rp2,43 miliar, dan belanja modal telah tercatat sebesar Rp1,47 miliar. Semua kategori belanja—pegawai, barang/jasa, dan modal—mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2023.