BANJARMASIN, HELOINDONESIA.COM - Sebanyak 86.471 bayi berusia 0-7 bulan di Kota Banjarmasin menjadi sasaran Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio tahun 2024. Program ini dilaksanakan secara serentak di 27 provinsi, termasuk di Kota Banjarmasin, dan dimulai pada hari ini, Selasa (23/7/2024).
Peluncuran PIN Polio di Banjarmasin diselenggarakan di kantor Kecamatan Banjarmasin Selatan dan diresmikan oleh Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina. Acara tersebut juga dihadiri oleh Ketua TP PKK, Siti Wasilah, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes), dr. Tabiun Huda, serta pihak-pihak terkait lainnya.
Ibnu Sina mengungkapkan bahwa pelaksanaan PIN Polio di Kota Banjarmasin akan berlangsung hingga 29 Juli untuk putaran pertama. Selanjutnya, program ini akan dilanjutkan pada 6 hingga 12 Agustus untuk putaran kedua.
“Imunisasi ini akan dilakukan di Posyandu, PAUD, TK, SD, dan lokasi pos PIN lainnya,” jelas Ibnu Sina saat diwawancarai oleh RRI Banjarmasin, setelah pencanangan PIN Polio pada Senin (23/7/2024) pagi.
Ia menyatakan kekhawatirannya terhadap penyakit polio yang dapat menyebabkan kelumpuhan pada anak. Oleh karena itu, ia menargetkan agar pelaksanaan PIN Polio di Banjarmasin mencapai cakupan minimal 95 persen.
“Target ini memang cukup besar, namun kami berharap dapat mencapainya demi mencegah penyebaran polio,” tambahnya.
Sementara itu, Fitriawati, seorang ibu yang sengaja membawa anaknya untuk mendapatkan vaksin polio, mengatakan bahwa anak pertamanya, Ahmad Faqih, yang berusia tiga bulan, baru saja menerima vaksin polio untuk pertama kalinya.
“Saya selalu memastikan anak-anak mendapatkan vaksin agar terhindar dari penyakit,” ujarnya.
Mengenai kekhawatiran tentang efek samping pasca-imunisasi, ia mengaku tidak terlalu khawatir. Baginya, pencegahan lebih baik daripada pengobatan.
“Memang ada yang mengatakan anak bisa mengalami demam setelah imunisasi, tapi sejauh ini anak saya baik-baik saja,” tutupnya.
