LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM - Anggota DPRD Kabupaten Pesawaran, Yusak prihatin kurang pemahamannya Kadispar Pesawaran Anggun Saputra terhadap pentingnya keterlibatan masyarakat adat dalam pembangunan industri pariwisata daerahnya.
"Kok kepala dinas yang notabene perpanjangan kedaulatan rakyat daerahnya pasrah, tak punya upaya terhadap pihak luar agar masyarakat adat terlibat sebagai bagian dari duta promosi daerah," katanya kepada Helo Indonesia Lampung, Minggu (28/5/2023).
Justru di situ posisinya, walaupun acara itu dari pusat atau darimana saja, apalagi atas nama Pemkab Pesawaran, Dispar harus mewarnai kepentingan daerahnya dalam memajukan pariwisata serta masyarakat adatnya.
"Pariwisata berkembang bukan semata-mata karena sang kepala dinas saja tapi perlu elemen lainnya, termasuk masyarakat adat," kata Yusak yang juga Ketua Partai Golkar Kabupaten Bumi Andan Jejama, Pesawaran.
"Apa sih sulitnya menghadirkan perwakilan adat disana, kalau alasannya vendor ya gak mungkin juga vendor bisa berjalan sendiri tanpa ada bantuan dari tuan rumah," sesalnya. Yusak berharap tak pernah terjadi lagi hal serupa.
Sebelumnya, Kadis Pariwisata Kabupaten Pesawaran Anggun Saputra dikeluhkan tokoh adat setempat. Beberapa even, Kadispar tak melibatkan masyarakat adat. Teranyar dalam kunjungan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahudin Uno, Jumat (26/5/2023) di GSG Pemkab Pesawaran.
Ketua Umum Majelis Punyimbang Adat Lampung (MPAL) Kabupaten Pesawaran Farifki Zulkarnayen Arif gelar Suntan Junjungan Makhga menyampaikan, sudah sekian kali even yang melibatkan Dispar Pesawaran tidak melibatkan MPAL. (Rama)
