BANJARMASIN, HELOINDONESIA.COM - Pemilu Legislatif serta Pemilu Presiden dan Wakil Presiden telah dilaksanakan pada 14 Februari 2024. Saat ini, kita menunggu penetapan hasil suara dan pelantikan, sementara Pilkada untuk tingkat kabupaten, kota, dan provinsi akan diselenggarakan secara serentak. Kunci kesuksesan demokrasi adalah menciptakan ruang publik yang kondusif dan bebas dari berita palsu. Dalam konteks ini, peran pers sangat penting dalam memberikan informasi yang edukatif agar masyarakat dapat berpartisipasi aktif dalam pengawasan.
Sebagai bagian dari upaya ini, Dewan Pers Indonesia menggelar "Workshop Peliputan Pemilu & Pilkada 2024" di Kalimantan Selatan. Workshop ini merupakan bagian dari 26 workshop serupa yang diselenggarakan di seluruh Indonesia. Acara ini dibuka oleh Paulus Tri Agung Kristanto, Ketua Komisi Pendidikan, Pelatihan, dan Pengembangan Profesi Dewan Pers, yang menekankan pentingnya peningkatan pengetahuan dan profesionalisme wartawan.
“Program ini dilaksanakan oleh Dewan Pers dengan dukungan penuh dari negara, bertujuan untuk meningkatkan kapabilitas dan kompetensi wartawan dalam memahami serta meliput pemilu dan pilkada. Mengingat bahwa pilkada merupakan bagian integral dari pemilu secara keseluruhan, program ini diharapkan dapat memberikan pengetahuan mendalam mengenai proses demokrasi. Dengan demikian, wartawan dapat berkontribusi secara efektif dalam menjaga transparansi dan akuntabilitas selama pelaksanaan pemilu. Melalui pelatihan dan workshop ini, kami berharap para jurnalis dapat mengasah keterampilan mereka sehingga mampu menyajikan informasi yang akurat dan berkualitas kepada masyarakat,” ungkap Kristanto pada acara yang berlangsung di Ballroom Swissbell Hotel, Kamis (19/9/2024).
Kristanto juga menekankan pentingnya pemahaman mendalam bagi jurnalis terkait berbagai aspek peliputan Pemilu dan Pilkada, mencakup aspek hukum, teknis, teori, serta perspektif filosofis dan sosiologis. Ia menyatakan bahwa situasi politik di tingkat pusat belum tentu mencerminkan kondisi di daerah, yang menuntut wartawan untuk memiliki pemahaman kontekstual yang baik.
“Materi yang disampaikan dalam workshop ini diharapkan dapat diimplementasikan secara optimal di lapangan, sehingga kualitas peliputan Pemilu dan Pilkada di Indonesia semakin baik. Kami berharap wartawan akan lebih siap menghadapi tantangan dalam peliputan Pemilu dan Pilkada 2024 serta berkontribusi pada penyelenggaraan demokrasi yang lebih transparan dan akuntabel di Indonesia,” tambah Kristanto.
Dengan adanya workshop ini, diharapkan jurnalis di seluruh Indonesia akan lebih siap dan kompeten dalam meliput pemilu dan pilkada, memberikan informasi yang tepat, dan mendukung proses demokrasi yang lebih baik di tanah air.
