Helo Indonesia

Ribuan Nelayan Sendang Sikucing Larung Kepala Sapi Tradisi Leluhur

Minggu, 20 Oktober 2024 17:52
    Bagikan  
Ribuan Nelayan Sendang Sikucing Larung Kepala Sapi Tradisi Leluhur

MINIATUR: Kepala sapi lengkap dengan kaki dan kulitnya, serta berbagai jajan pasar, dan sesaji lainya diletakkan di miniatur kapal. Foto: Anik

KENDAL, HELOINDONESIA.COM -Ribuan warga nelayan di pesisir pantai Sendang Sikucing, Desa Sendang Sikucing, Kecamatan Rowosari, Kabupaten Kendal ramai-ramai melarung kepala sapi beserta sesaji lainnya ke tengah laut, Minggu (20/10/2024).

Sebelum disembelih, sapi yang masih hidup diarak mengelilingi desa sehari sebelumnya. Setelah disembelih, kepala sapi lengkap dengan kaki dan kulitnya, serta berbagai jajan pasar, dan sesaji lainya diletakkan di miniatur kapal kemudian dilarung ke tengah lautan diiringi puluhan perahu-perahu nelayan.

Sesepuh Desa Sendang Sikucing, Muhammad Sukarto menjelaskan, sebelum melarung kepala sapi dan sesaji lainnya, warga nelayan melakukan doa bersama dan tasyakuran meminta keselamatan dan kelimpahan rezeki saat melaut nanti.

"Setelah itu kita naik perahu membawa kepala sapi dan sesaji yang susah disiapkan. Setelah sampai nanti kita taruh di tengah laut. Kenapa kepala sapi karena ini sudah tradisi. Ini sekedar untuk memberi makan ikan yang ada di laut," ujarnya.

Larung Sesaji

Menurutnya, larung sesaji dan sedekah laut ini merupakan tradisi leluhur yang turun temurun dilestarikan oleh para nelayan di Sendang Sikucing.  "Ini wujud syukur kami para nelayan. Karena kita mendapatkan rezeki dari laut, kita mengucapkan syukur kepada Allah melalui larung sesaji ini," tambah Sukarto.

Sementara, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Kendal, Hudi Sambodo mengapresiasi kegaiatan sedekah laut yang digelar para nelayan di Desa Sendang Sikucing. Ia berpesan agar para nelayan tetap menjaga keselamatan saat melaut.

"Sedekah laut ini merupakan tradisi yang umum dilakukan masyarakat nelayan, termasuk di Sendang Sikucing. Sebagai wujud rasa syukur para nelayan kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala yang selama satu tahun ini nelayan sudah mendapatkan rezeki yang melimpah saat menangkap ikan di laut," terangnya.

Menurutnya, selain bentuk nguri-uri budaya, kegiatan sedekah laut ini menjadi sarana untuk mempererat silaturahmi atara para nelayan.  "Disini para nelayan bisa bertemu, bisa bareng-bareng berkumpul. Ini sebagai wujud kebersamaan dan silaturahmi para nelayan," imbuh Hudi.

Hudi berpesan, agar para nelayan tetap menjaga keselamatan saat melaksanakan rangkaian kegiatan sedekah laut. Serta tetap menjaga kebersihan area sekitar kegiatan.

"Sampah ini tolong diperhatikan, jangan sampai menumpuk. Kemudian jaga kerukunan, kebersamaan senasib sepenanggungan, jangan sampai nelayan terpecah-pecah dan terkotak-kotak," tutupnya. (Anik).