LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM – Ada cara semesta menghadirkan kejutan. Bagi Relly Reagen atau yang akrab disapa Regen, kedatangan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), ke Provinsi Lampung pada Jumat (26/6/2026) menjadi hadiah ulang tahun ke-45 yang sulit ditandingi. Setelah berbulan-bulan menyiapkan agenda tersebut, momen yang bertepatan dengan hari kelahirannya terasa bak kado istimewa yang lahir dari perjalanan panjang pengabdian.
Bahkan hingga sehari sebelum kedatangan Jokowi, Regen masih disibukkan dengan berbagai persiapan. Ia memastikan seluruh rangkaian kunjungan berjalan lancar, sekaligus merangkul para tokoh masyarakat agar dapat bersilaturahmi dengan Jokowi dalam suasana yang hangat dan penuh kekeluargaan. Di balik layar, Regen menjadi salah satu sosok yang mengawal agenda kebangsaan Jokowi.
Ia beberapa kali bertemu langsung dengan Jokowi di Solo untuk membahas agenda kunjungan sekaligus konsolidasi relawan. Dalam berbagai kesempatan itu, Regen juga menyampaikan pandangan Brigade Rakyat Nusantara (BRN), termasuk harapan agar Jokowi tetap berdiri sebagai tokoh pemersatu bangsa dan tidak berlabuh ke partai politik tertentu.

Kesetiaan Regen kepada Jokowi bukanlah cerita yang lahir sekejap. Perjalanan itu telah ditempuh lebih dari satu dekade. Ia memulai dari bawah sebagai bagian dari Barisan Relawan Jokowi Presiden (Bara JP), organisasi relawan utama yang mengawal pencalonan Jokowi pada Pemilihan Presiden 2014.
Komitmen tersebut berlanjut pada Pilpres 2019. Sementara pada Pilpres 2024, Bara JP mendukung pasangan Prabowo Subianto–Gibran Rakabuming Raka sejalan dengan arah dukungan politik Jokowi.
Konsistensi dan dedikasinya mengantarkan Regen dipercaya menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Bara JP. Dalam posisi itu, ia berperan mengoordinasikan konsolidasi relawan, menggerakkan roda organisasi, serta menyampaikan berbagai sikap resmi Bara JP terhadap dinamika politik nasional.

Saat polemik dugaan ijazah palsu Jokowi mencuat, Regen tampil sebagai salah satu juru bicara relawan yang secara terbuka memberikan pembelaan. Ia menegaskan bahwa relawan telah mengawal persoalan tersebut selama lebih dari satu tahun dan berharap seluruh proses hukum dapat diselesaikan secara tuntas dan transparan.
Selepas aktif di Bara JP, Regen dipercaya memimpin Brigade Rakyat Nusantara (BRN) sebagai Ketua Umum. Di bawah kepemimpinannya, BRN aktif menggelar konsolidasi relawan di berbagai daerah serta mempersiapkan agenda silaturahmi Jokowi ke sejumlah provinsi, termasuk Lampung.
Pada 2025, Regen juga dipercaya menjabat sebagai Komisaris PT Bio Farma (Persero). Penunjukan itu menarik perhatian publik karena latar belakangnya sebagai tokoh relawan Jokowi yang telah lama berkecimpung dalam aktivitas politik dan kebangsaan
Sebagai organisasi relawan, BRN aktif dalam berbagai kegiatan sosial, kebangsaan, dan konsolidasi politik. Nama Regen pun kerap muncul dalam pemberitaan nasional sebagai juru bicara maupun koordinator berbagai agenda organisasi tersebut.
Dalam beberapa bulan terakhir, Regen kembali menjadi sorotan karena memimpin konsolidasi BRN menjelang kunjungan Jokowi ke sejumlah daerah, termasuk Lampung. Menurut BRN, rangkaian kunjungan tersebut bertujuan mempererat silaturahmi dengan masyarakat sekaligus menjaga soliditas jaringan relawan.
Di berbagai kesempatan, Regen juga menyampaikan pandangan politik organisasi. Ia menegaskan bahwa agenda blusukan Jokowi merupakan bagian dari upaya memperkuat jaringan kebangsaan dan politik, bukan untuk kepentingan pribadi tokoh tertentu. Ia pun kembali menyuarakan harapan agar Jokowi tetap berada pada posisi yang dapat diterima seluruh elemen masyarakat dan tidak bergabung dengan partai politik tertentu.
Selain isu politik, Regen juga aktif menyampaikan sikap organisasi terhadap berbagai persoalan kebangsaan, termasuk mengecam tindakan kekerasan terhadap aktivis dan mendorong penyelesaian setiap persoalan melalui jalur demokrasi.
Bagi Regen, kedatangan Jokowi ke Lampung bukan sekadar kunjungan seorang mantan presiden.
Di hari ulang tahunnya yang ke-45, momen itu menjadi penanda perjalanan panjang seorang relawan yang memilih tetap setia mengawal keyakinannya—bahwa pengabdian tidak selalu diukur dari jabatan, tetapi dari konsistensi dalam menjaga komitmen. (HBM)
