Helo Indonesia

Bikin Haru! Mata Ketua PIMAJT Berkaca-kaca Saat Salurkan Rp 225 Juta untuk Anak Yatim di Hari Asyura

1 jam 22 menit lalu
    Bagikan  
Bikin Haru! Mata Ketua PIMAJT Berkaca-kaca Saat Salurkan Rp 225 Juta untuk Anak Yatim di Hari Asyura

Suasana ketika anak-anak yatim menerima santunan yang diserahkan PIMAJT dalam Santunan Akbar Muharram di MAJT

SEMARANG, HELOINDONESIA.COM - Suasana khidmat seketika berubah menjadi haru biru di Aula Kantor Pengelola Pelaksana Masjid Agung Jawa Tengah (PP MAJT), Kota Semarang, Jumat 26 Juni 2026. Momentum sakral 10 Muharram 1448 Hijriah yang jamak dikenal sebagai "Lebaran Anak Yatim" dirayakan dengan penuh cinta melalui aksi nyata sinergi lintas lembaga.

Perempuan Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia Jateng-Masjid Agung Jawa Tengah (PIMAJT) sukses menggelar Santunan Akbar Muharram. Tidak tanggung-tanggung, berkat kolaborasi kokoh dengan Baznas RI, Baznas Jateng, PP MAJT, LAZ MAJT, serta para donatur, dana fantastis sebesar Rp 225 juta berhasil dihimpun dan disalurkan utuh tanpa potongan sepeser pun.

Baca juga: Bakar Semangat Tim Biliar Siwo Jateng, Ketua PWI: Tampil Maksimal, Syukur-Syukur Bisa Juara!

Sebanyak 450 anak yatim-piatu dari Semarang, Demak, Kudus, dan Jepara hadir memadati aula. Masing-masing dari mereka membawa pulang santunan tunai sebesar Rp 500.000 berselimut senyum merekah di Hari Asyura.

​Acara ini dihadiri langsung oleh Wakil Wali Kota Semarang Ir. Izwar Aminuddin ST, Ketua PP MAJT sekaligus Ketua MUI Jateng Prof Dr KH Noor Achmad,MA., Ketua PIMAJT Dr Hj Nur Kusuma Dewi MSi, Sekretaris Baznas Jateng Drs H Ahyani MSi, Sekretaris PP MAJT Drs KH Muhyiddin MAg, serta Direktur LAZ MAJT Drs H Istajib AS.


Ketua PIMAJT Nur Kusuma Dewi tidak dapat membendung rasa bahagianya. Dengan mata berkaca-kaca, ia menceritakan perjuangan seluruh pengurus demi mengetuk pintu langit dan hati para donatur.

"Alhamdulillah, setelah berjuang dengan kesungguhan, tahun ini kami mendapat dana yang luar biasa besar dan sangat mengharukan. Kami sama sekali tidak menyangka bisa meraih angka Rp 225 juta," ungkap Nur Kusuma Dewi.

​Berkat sinergi kokoh dari seluruh pihak, setiap anak yatim tahun ini menerima santunan tunai masing-masing sebesar Rp 500.000. Total ada 450 anak yatim-piatu dari wilayah Semarang dan sekitarnya yang memadati aula dengan senyum merekah.

​"PIMAJT sengaja bergandengan dengan LAZ MAJT, Baznas RI, Baznas Jateng, dan para donatur. Semoga ikhtiar mulia ini menjadi tabungan (saving) di akhirat kelak agar kita semua bisa berdampingan dengan Rasulullah SAW di surga firdaus," lanjutnya seraya memohon doa agar kegiatan ini bisa terus terlaksana secara rutin dan istiqomah.

​Kepada ratusan anak yang hadir, Nur Kusuma Dewi memberikan pesan menyentuh agar mereka tidak pernah berkecil hati walau telah kehilangan orang tua. "Anak-anakku, jangan pernah merasa sendiri atau berkecil hati. Banyak sekali yang menyayangi kalian di sini. Harus tetap rajin belajar dan selalu semangat!" pesannya.

Di sela-sela sambutan, Ketua PIMAJT juga mengajak seluruh anak-anak melantunkan sholawat bersama agar senantiasa selamat di dunia dan akhirat.

​Sebaliknya, ia juga meminta keikhlasan doa dari para anak yatim agar para pengurus dan donatur selalu diberikan kesehatan dan keberkahan, mengingat doa anak yatim adalah doa yang mustajab dan cepat diijabah oleh Allah SWT.

PIMAJT dalam penyaluran santunan anak yatim tidak memotong dana dari para donatur sepeser pun, bahkan disalurkan semuanya dan berusaha tepat sasaran sesuai dengan regulasi BAZNAS, aman regulasi, aman syar'i, dan aman NKRI.

"Alhamdulillah kegiatan santunan anak yatim ini sudah berlangsung lebih dari 20 tahun. Terima kasih kepada para donatur dan lembaga yang telah menjadi donatur, seperti PT Djarum, Unwahas, BAZNAS RI dan BAZNAS Provinsi Jateng, serta donatur lainnya," ujarnya.

Baca juga: Lulus 3 Tahun & IPK Nyaris Sempurna, Dosen USM Natalia Sari Raih Gelar Doktor di Undip

​Pesan senada juga disampaikan oleh Ketua PP MAJT Prof Noor Achmad MA. Dia meminta anak-anak untuk tidak putus berikhtiar melalui jalur langit. "Selalulah berdoa, hiasi hari-hari kalian dengan doa agar tumbuh menjadi anak yang sholeh dan sholehah, yang kelak mengangkat derajat orang tua dan bangsa," tutur Prof. Noor Achmad.

​Apresiasi Pemerintah dan BAZNAS Jateng

​Wakil Wali Kota Semarang, Ir Izwar Aminuddin ST yang hadir mewakili jajaran pemerintah kota, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kepekaan sosial yang ditunjukkan PIMAJT dan MAJT.

Menurutnya, di tengah situasi nasional di mana persatuan dan kesatuan bangsa sedang diuji, kepedulian terhadap kondisi sosial di Kota Semarang menjadi perekat yang sangat krusial.

​"Bulan Muharram adalah bulan yang sangat istimewa, dan kegiatan santunan anak yatim ini memiliki makna yang luar biasa dalam menjaga kebersamaan kita. Kami berterima kasih kepada PIMAJT.

Semoga di tahun-tahun mendatang, jumlah santunan yang dibagikan bisa semakin bertambah luas," ujar Izwar Aminuddin.

​Sementara itu, Sekretaris Baznas Jateng Ahyani, menegaskan komitmen Baznas yang telah setia mengawal program ini selama tujuh tahun belakangan. Baznas Jateng bahkan secara khusus memuji efektivitas PIMAJT dalam mengorganisir program kemanusiaan.

​"Selama tujuh tahun ini BAZNAS terus berkontribusi, dan mudah-mudahan kerja sama ini terus berlanjut. Kami melihat PIMAJT adalah lembaga yang paling bagus, transparan, dan tepat sasaran dalam menyalurkan santunan yatim. Ke depan, kami harap PIMAJT bisa menggandeng lebih banyak lembaga terkait di Kota Semarang agar jangkauannya kian masif," puji Ahyani.

​Acara puncak ditandai dengan penyerahan santunan secara simbolis yang dipimpin langsung oleh Wakil Wali Kota Semarang, didampingi oleh Prof Noor Achmad serta Nur Kusuma Dewi.

Kemeriahan ditutup dengan mushafahah (bersalaman) dan ramah tamah yang menyisakan kebahagiaan mendalam di hati ratusan anak yatim jelang kepulangan mereka. (Aji)