SEMARANG, HELOINDONESIA.COM - Moderasi beragama memiliki peran penting dalam pembangunan nasional dan telah masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional/RPJMN 2020-2024.
Seiring pemerintahan baru, meski secara konseptual mungkin akan ada perubahan nama seperti “beragama maslahat/kerukunan/toleransi”, substansinya sama yaitu upaya menjadikan kegiatan beragama bukan sebagai faktor disintegrasi bangsa namun justru pengokoh persatuan.
Demikian disampaikan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama, Abu Rokhmad saat menjadi pembicara kunci dalam Semiloka Penguatan Moderasi Beragama, di Hotel Candi Indah, Jumat 20 Desember 2024 lalu.
Baca juga: Pesilat Jateng Safira Dwi Meilani Sabet Emas pada Kejuaraan Dunia 2024 di Abu Dhabi
Kegiatan dua hari digelar MUI Jateng bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kemenag.
Abu Rokhmad mengatakan, dalam misi Asta Cita Pemerintahan Prabowo Subianto, toleransi tercantum pada asta kedelapan.
Yakni, memperkuat penyelarasan kehidupan yang harmonis dengan lingkungan, alam, dan budaya, serta peningkatan toleransi antarumat beragama untuk mencapai masyarakat yang adil dan makmur.
“Hal itu menunjukkan semangat yang sama dalam merawat kebhinekaan demi persatuan dan pembangunan,” tegasnya.
Terbangun Banyak
Dia menambahkan, agen moderasi beragama selama ini juga telah terbangun cukup banyak, termasuk di dunia pendidikan. Hal ini bisa ditemui di lingkungan Kementerian Agama seperti rumah moderasi.
Di kampus Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ada griya moderasi beragama.
“Agen-agen ini perlu terus ditumbuhkembangkan dan diperkuat. Moderasi beragama masih perlu terus disuarakan, disosialisasikan kepada seluruh masyarakat agar bisa dipahami dan dilaksanakan, termasuk melalui kurikulum pendidikan yang berbasis toleransi,” jelasnya.
Baca juga: Ritual Tragedi Anjloknya Harga Singkong, Solusi dari Doktor Faperta Unila
Dalam sesi yang dipandu pengurus MUI Jateng Andi Purwono, hadir sebagai narasumber Kabid PD Pontren Kanwil Kemenag Jateng Amin Handoyo, Direktur Pascasarjana UIN Walisongo Muhyar Fanani, dan Guru Besar UIN Walisongo Fatah Syukur.
Sebelum itu, tampil Imam Yahya dari Rumah Moderasi UIN Walisongo Semarang, dipandu pengurus MUI Jateng Agus Fathuddin Yusuf.
Di hari kedua, tampil pembicara Kabid Ketahanan Bangsa Badan Kesbangpol Jateng, Muslichah Setiasih dipandu pengurus MUI Jateng Eman Sulaeman.
Pada acara yang dibuka Ketua Umum MUI Jateng KH Ahmad Darodji tersebut, dihasilkan enam poin rekomendasi. Intinya, mengajak semua komponen bangsa untuk terus menyuarakan moderasi beragama, mendukung pemerintah dan pengelola lembaga pendidikan memperkuat kurikulum berbasis toleransi, mendorong penguatan pondok pesantren berperan besar dalam moderasi beragama.
Selain itu, mengajak masyarakat Jateng mempertahankan dan memperkuat praktik moderasi beragama, mendukung 12 poin Taujihat Mukernas IV MUI Tahun 2024 tentang Pesan MUI untuk Para Pimpinan Nasional dan Kepala Daerah Nomor: Kep-84/DP-MUI/XII/2024, serta MUI Jateng ikut melaksanakan program prioritas MUI Pusat yang ditetapkan dalam Mukernas IV MUI Tahun 2024.
Dalam kesempatan tersebut, Sekretaris Umum MUI Jateng, KH Muhyiddin menyosialisasikan hasil Mukernas MUI yang digelar 17-19 Desember 2024 di Jakarta. Ia juga menyampaikan rencana rakerda MUI se-Jateng pada Januari 2025. (Aji)
