KENDAL, HELOINDONESIA.COM - Para kader PC Fatayat NU Kabupaten Kendal diberikan orientasi Pemberian Makan Bayi dan Anak (PMBA) sebagai upaya ikut berperan aktif dalam menghadapi persoalan stunting yang ada di Kabupaten Kendal.
Orientasi PMBA untuk Kader Fatayat tingkat PAC dengan tema "Optimalisasi Peran Kader PMBA dalam Percepatan Penurunan Stunting di Kendal” dilaksanakan di Gedung Aswaja PCNU Kendal, Minggu 5 Januari 2025. Materi orientasi disampaikan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Kendal dan PW Fatayat NU Jawa Tengah.
Baca juga: Rektor USM Minta Tingkatkan Empat Hal saat Lantik Pengurus Orma, Apa Saja?
Fasilitator PMBA dari PW Fatayat NU Jateng, Atatin Malikhah menjelaskan, orientasi ini merupakan bentuk kerjasama pemerintah dengan Unicef dibantu oleh mitra yaitu Fatayat NU Jawa Tengah, dimana para kader diberikan kegiatan peningkatan kapasitas melalui orientasi layanan konseling PMBA. Mengingat pentingnya pengetahuan dan kemampuan kader dalam melaksanakan layanan konseling PMBA.
"Kegiatan ini merupakan bagian dari peran serta Fatayat NU Jateng dalam turut serta menanggulangi masalah stunting. Salah satunya memberikan orientasi kader Fatayat NU di wilayah masing-masing, kemudian menjalankan tugas PMBA dan pendampingan kepada bumil dan anak baduta," ujarnya.
Ia memaparkan, di Jawa Tengah, upaya percepatan penurunan stunting pada tahun 2022 masih belum mencapai target sebagaimana yang ditargetkan yaitu sebesar 18,4 persen. Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI), prevalensi stunting mengalami penurunan dari angka 20,9 persen pada tahun 2021 menjadi 20,8 persen pada tahun 2022, atau hanya mengalami penurunan sebesar 0,1 persen.
"Sedangkan pada tahun 2023, Jawa Tengah juga mengalami penurunan yang relative stagnan yakni di angka 20,7 persen. Sedangkan di Kendal, berdasarkan SKI (Survei Kesehatan Indonesia) pada status gizi balita tahun 2023 diangka 22,4 persen," papar Atatin Malikhah.
Dirinya berharap melalui orientasi layanan konseling PMBA ini para kader Fatayat di Kabupaten Kendal dapat meningkatkan pemahaman dalam mencegah stunting di lingkungannya.
Seribu Hari Pertama
Ketua PC Fatayat NU Kabupaten Kendal, Siti Ni’mallatif mengatakan, para kader mendapatkan pemahaman tentang pentingnya pemenuhan gizi di seribu hari pertama kehidupan dan PMBA guna percepatan penanganan stunting di Kabupaten Kendal.
"Tujuan dari kegiatan orientasi ini adalah untuk membekali pengurus dari bidang kesehatan di 20 PAC Fatayat NU Kabupaten Kendal pengetahuan untuk mendukung pemenuhan gizi pada seribu hari pertama kehidupan untuk pencegahan stunting," terangnya.
Baca juga: Kejaksaan Agung Periksa Saksi Terkait Kasus Impor Gula
Ia mengungkapkan, salah satu komponen dari penguatan program gizi adalah dengan melakukan peningkatan kapasitas tenaga kesehatan dan kader dalam memberikan layanan konseling PMBA.
"Ini sebagai bentuk dukungan dalam upaya meningkatkan pengetahuan dan pemahaman kader untuk bekal sebelum nantinya terjun langsung di masyarakat melalui posyandu dan kegiatan-kegiatan Fatayat NU di masyarakat," imbuhnya.(Anik)
