LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM - Pesantren (Ponpes) Al Zaytun Indramayu memperbolehkan santrinya berzina karena dosanya bisa ditebus dengan uang. Hal itu disampaikan oleh Ken Setiawan, mantan tokoh Negara Islam Indonesia (NII) saat hadir dalam podcast yang tayang di Youtube YouTube Herri Pras.
“Aturan di dalam memang tidak boleh pacaran, tidak boleh berzina, kalau gak punya duit.
Tapi kalau punya duit, bisa dilakukan. Nanti ada majelis hukumnya bertahkim/ berhukum, kena pasal sekian, dengan bayar uang dua juta dosanya hilang,” kata Ken Setiawan.
Ken bahkan mengaku pernah mengantar 16 santri ponpes Alzaytun untuk dugem ke tempat prostitusi terbesar di Indramayu saat itu yaitu di Cilege Indah (CI) yang letaknya persis di belakang Ponpes Alzaytun.
Kebanyakan santri Alzaytun itu adalah anak orang kaya, biasanya jika bosen dan jenuh di pondok dan pengen hiburan ya biasanya rekreasinya ke Cilege Indah itu. Jelas Ken.
Secara aturan tertulis memang tidak boleh dugem, tidak boleh berzina, tapi realisasinya kalau kita punya uang dan bisa membayar denda kifarat maka itu bisa dilakukan, ujung ujungnya tebusan dosa dengan duit (UUD) sebab eksponen Alzaytun semua adalah orang NII. Tutup Ken. (Miki)
