Helo Indonesia

Azan Dzuhur Kapolsek Dinginkan Aksi Ribuan Petani Singkong Dilanjut Dialog

Annisa Egaleonita - Nasional -> Peristiwa
Senin, 13 Januari 2025 14:49
    Bagikan  
Azan Dzuhur Kapolsek Dinginkan Aksi Ribuan Petani Singkong Dilanjut Dialog
Helo Lampung

Kapolsek Kompol Kurmen Rubiyanto saat azan dan perwakilan petani singkong saat rapat dengan Pansus Singkong DPRD Lampung (Foto Hajim/Helo)

LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM - Aksi petani singkong yang memanas sontak mendingin ketika Kapolsek Tanjungkarang Timur, Polresta Bandarlampung, Kompol Kurmen Rubiyanto mengumandangkan azan salat dzuhur lewat pengeras suara mobil komando polisi pada pukul 12.05 WIB.

Situasi semakin terkendali, DPRD Provinsi Lampung mempersilahkan para koordinator aksi untuk rapat dengar pendapat dengan Panitia Khusus (Pansus) Tata Niaga Singkong di ruang sidang komisi lantai dua DPRD setempat

Para perwakilan dari tujuh kabupaten penghasil singkong yang tergabung dalam
Perkumpulan Petani Ubi Kayu Indonesia (PPUKI) bersama ketuanya, Dasrul Aswin mengungkapkan makin buruknya harga singkong.

Menurut dia, harga singkong paling mahal Rp1.300 dengan rafaksi tidak sampai 10 persen tapi saat ini rafaksi sampai 35 persen.

Ketua Pansus Tataniaga Singkong, Mikdar Ilyas mengatakan berpihak kepada petani. Mulai Selasa (14/1/2025), pansus mulai bekerja dengan melakukan RDP dengan petani singkong di DPRD Kabupaten Lampung Utara.

Dia mengatakan akan menparipurnakan hasil pertemuan dan menemui Pj Gubernur Samsudin hingga Kementerian Pertanian, Perdagangan, Perindustrian serta Komisi IV DPR RI. Dia berharap kebijakan pemerintah pusat kelak sesuai harapan petani.

AKSI

Sebelumnya, sekitar tiga jam, ribuan petani aksi di Lapangan Korpri. Suasana sempat memanas, para petani singkong sempat menarik pagar kawat berduri yang menghalangi para peserta aksi menggeruduk Gedung DPRD atau Gedung Gubernur Lampung.

Massa tampak geram, aparat kepolisian tetap berusaha tenang melihat kondisi aksi. Dari pihak kepolisian, via pengeras suara, berusaha meredam emosi massa yang mulai bergolak lewat pengeras suara mobil komando mereka.

Pihak kepolisian minta para petani tenang dan aksi dengan hati yang bersih dan menjamin akan mengawal aksi. "Tolong teman-teman jangan mudah terprovokasi untuk anarkis," ujar seseorang dari barisan keamanan.

Suara dari mobil komando yang lebih kuat langsung mengalihkan perhatian massa. "Cek cek, perhatian perhatian, kita satu komando," buka salah seorang koordinator aksi yang menuntut harga singkong naik.

Hingga berita ini diturunkan, Pj Gubernur Samsudin belum terlihat menemui aksi massa. Para petani murka karena tak teralisasinya kesepakatan kenaikan harga singkong sejak akhir tahun lalu.

Padahal, Pj Gubernur Lampung Samsudin dan 29 pengusaha tepung tapioka sudah menandatangani kesepakatan harga singkong Rp1500 per kg dengan rafaksi 15 persen di Kantor Gubernur, Senin (23/12/2024). (Hajim)