Helo Indonesia

Geram Dilanda Banjir, Warga Sarirejo Kaliwungu Gelar Aksi Demo

Minggu, 19 Januari 2025 17:49
    Bagikan  
Geram Dilanda Banjir, Warga Sarirejo Kaliwungu Gelar Aksi Demo

Warga Sarirejo Kaliwungu melancarkan aksi demo karena wilayahnya sering dilanda banjir. Foto: Anik

KENDAL, HELOINDONESIA.COM - Geram kompleks perumahan tempat tinggalnya menjadi langganan banjir, ratusan warga yang tergabung Komunitas Peduli Lingkungan melakukan aksi demo di depan Perumahan Perumahan Graha Raya 1 Desa Sarirejo, Kecamatan Kaliwungu, Minggu 19 Januari 2025.

Namun, aksi yang rencananya akan dilanjutkan dengan orasi didepan di Kawasan Industri Kendal (KIK) dan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Elpiji (SPBE) Kaliwungu akhirnya membubarkan diri usai bernegosiasi dengan Pj Sekda Kendal, Agus Dwi Lestari.

Baca juga: Turun ke Jalan, DLH Kendal Sosialisasikan Pilah Sampah dan Pemberlakuan Ganjil Genap

Ada tiga tuntutan yang warga disampaikan dalam aksi tersebut, yakni pertama pemerintah segera melakukan aksi nyata dalam mengatasi bencana banjir dengan normalisasi Kali Aji dari lumpur, memfungsikan semua pintu air yang rusak, taludisasi semua saluran, membersihakan semua saluran secara periodik

Kedua, melakukan normalisasi saluran air yang ada di pabrik SPBE. Dan ketiga menuntut agar Kawasan indutri Kendal untuk lebih peduli pada lingkungan.

Koordinator aksi Jawahir Muhammad mengatakan, bahwa warga meminta pemerintah untuk menyelesaikan persoalan banjir yang kerap melanda Desa Sarirejo dan Wonorejo yang terjadi akibat limpahan Sungai Aji, ditambah kondisi gorong-gorang jalan lingkar Kaliwungu tersumbat sedimentasi lumpur dan tidak ada perawatan.

Kemudian saluran yang belum ditalud, sehingga mengakibatkan rumput dan eceng gondok tumbuh subur dan mengahalangi arus air. Dan juga diduga diperparah lagi karena diatas saluran air berdiri bangunan pabrik SPBE.

"Kita sudah berjuang dari tahun 2021. Audiensi sudah nggak kehitung, bolak balik tapi realisasi pemerintah tidak ada.
Gorong-gorong itu tidak berfungsi akibatnya air didalam di selatan Kaliwungu berhenti dan mengakubatkan banjir disini. Banjit bisa 5 sampai 6 hari. Diperparah lagi dengan banyak sumbatan sampah, rumput yang tidak dibersihkan," tegasnya.

Baca juga: Bungkam Falcons, Putri Pertamina Tutup Putaran Satu dengan Manis di Proliga 2025

Ia menyatakan, bahwa warga meminta agar pemerintah membongkar bangunan SPBE yang berdiri diatas saluran air. Dan KIK bisa lebih pedulu dengan warga sekitar.

"SPBE kita harapkan dibongkar itu, karena bangunannya salah berdiri diatas saluran air. Harapan kita pemerintah harus lebih peduli. Jangan sering-sering membuat janji ke warga, atau audiensi yang ujung-ujungnyanya tidak ada tindakan. Banjir sudah tidak bisa ditoleransi, semua harus diperbaiki," harap Jawahir.
Menindaklanjuti
Sementara Pj Sekda Kendal, Agus Dwi Lestari mengatakan, Pemkab Kendal akan berupaya menindaklanjuti apa yang menjadi tuntutan warga terkait banjir yang kerap melanda wilayah tersebut.

"Hari ini masyarakat desa Sarirejo Kaliwungu khususnya Perumahan Graha Raya mrnyampaikan aspirasi mereka kepada pemerintah terkait permasalahan yang mereka alami selama ini yaitu banjir. Jadi kalau banjir disini itu tidak satu dua hari bisa sampai lebih," kata Pj Sekda.

Baca juga: Entas Kemiskinan, Kemensos Tekankan Pemberdayaan bukan Sekadar Perlindungan Sosial

Agus menambahkan pihaknya akan segera menggelar rapat guna melakukan koordinasi terkait penanganan banjir tersebut. Namun demikian, penanganannya tidak serta merta dan membutuhkan waktu dan proses.

"Artinya ini perlu kita cari permasalahannya. Dari tuntutan aspirasi yang kita terima nanti akan kita tindaklanjuti. Baik kewenangan itu ada di pemkab, provinsi, pusat ataupun melibatkan pihak swasta. Karena ada pihak swasta yang ditengarai menjadi salah satu penyebab terjadinya banjir
Nanti kita rapatkan segera untuk mencari solusi. Mudah-mudahan ada respon positif dari berbagai pihak," ungkapnya.(Anik)