KENDAL, HELOINDONESIA.COM - Para pedagang pasar sayur grosir dan eceran yang ada di Terminal Bahurekso Kendal hanya bisa pasrah saat lapak jualan mereka yang difasilitasi Dinas Perhubungan Kendal tergenang air banjir.
Nasib para pedagang yang sebelumnya berjualan di area depan di Terminal Bahurekso ini lebih mengenaskan saat dipindahkan di area belakang. Pasalnya setiap hujan datang area tersebut pasti tergenang air.
Kondisi ini terlihat jelas pada Kamis 30 Januari 2025, dimana hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi selama 24 jam lebih membuat area jualan para pedagang sayur dan buah terendam air hingga setinggi lutut orang dewasa.
Baca juga: Dewan Dorong Pemkab Kendal Terbitkan SK Tanggap Darurat Bencana dan Cairkan Dana BTT
Sekretaris Paguyuban Pedagang sayur dan buah Gemah Ripah Makmur, Agus Teguh Imanto menuturkan, pihaknya berterima kasih kepada Pemkab Kendal yang telah memberikan kesempatan bagi mereka ujtuk berjualan di Terminal Bahurekso pasca-kebakaranPasar Weleri pada November 2020 silam.
Namun menurutnya, site plan yang disiapkan Dishub Kendal di Terminal Bahurekso ini bukan untuk pasar. Bahkan para pedagang harus mendirikan lapak-lapak secara swadaya dengan segala kondisi yang ada.
"Sebenarnya kita satu minggu yang lalu swadaya mendatangkan alat berat agar genangan air itu tidak menggenang terlalu lama. Hanya saja mampunya membersihkan got. Tapi dengan kondisi hujan yang seperti ini ya bego (eskavator) tidak mampu mengatasi," ungkapnya.
Senada, Ketua Paguyuban Pedagang sayur dan buah Gemah Ripah Makmur, Subandi berharap, Dishub Kendal dapat segera mengatasi persoalan ini agar para pedagang sayur dan buah bisa berjualan dengan nyaman dan lancar.
"Harusnya itu kewenangan Dishub untuk mengatasi kendala yang sedemikian hebatnya ini. Kalau kami sifatnya hanya membantu supaya genangan air ini biar cepat surut. Tapi dengan kondisi curah hujan yang tinggi seperti ini memang harus ditangani secara menyeluruh. Karena aliran dari curah hujanpun itu larinya kemana kita tidak tahu," ungkapnya.
Baca juga: Bedda Lotong, Rahasia Kecantikan Kulit, Fisik dan Mental Wanita Suku Bugis
Para pedagang sayur dan buah ini sebelumnya berjualan di sekitar Pasar Weleri saat belum terbakar pada malam hingga pagi hari. Seiring dengan musibah kebakaran Pasar Weleri mereka juga ikut direlokasi ke Terminal Bahurekso Weleri
Para pedagang sayur dan buah ini berharap dengan kepemimpinan bupati dan wakil bupati yang baru nantinya dapat mencarikan tempat yang strategis, representatif dan akses jalan yang mudah dijangkau sehingga para pedagang sayur dan buah bisa kembali bangkit seperti semula saat Pasar Weleri belum terbakar.(Anik)
