Helo Indonesia

BEM USM dan Gypem Indonesia Sukses Gelar Olimpiade Pendidikan Tingkat Nasional

Senin, 12 Mei 2025 07:58
    Bagikan  
BEM USM dan Gypem Indonesia Sukses Gelar Olimpiade Pendidikan Tingkat Nasional

Para peserta Olimpiade Pendidikan tingkat Nasional berpose bersama di USM

SEMARANG, HELOINDONESIA.COM - Guna memeringati Hari Pendidikan Nasional, Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Semarang (BEM USM) berkolaborasi dengan Gypem Indonesia sukses menggelar Olimpiade Pendidikan Tingkat Nasional di Auditorium Ir Widjatmoko USM Jalan Soekarno-Hatta Tlogosari, Semarang, pada Minggu 11 Mei 2025.

Kegiatan yang mengangkat tema "Aksyasa Science Olympiad Exsecutive (ASOE) 4.0" tersebut untuk jenjang SD/MI, SMP/MTS, SMA/SMK/MA, dan perguruan tinggi.

Kegiatan itu juga dihadiri Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti.

Baca juga: Ribuan Runners Ikuti Purwokerto Half Marathon, Perputaran Ekonomi Sentuh Rp 8 Miliar

Agustina menyampaikan dukungan penuh terhadap kegiatan berbasis sains dan teknologi. Dirinya bahkan menegaskan jika ibu kota Jawa Tengah siap menjadi kota tempat tumbuhnya sains.

“Kota Semarang siap menjadi rumah tumbuhnya sains. Pemerintah akan terus menghadirkan supporting system yang kuat, tidak hanya untuk olah raga dan seni, tetapi juga untuk sains dan teknologi," ujar Agustina.

Sementara itu, Wakil Rektor III USM Dr Muhammad Junaidi SHI MH mengatakan, kegiatan tersebut merupakan salah satu upaya pihaknya dalam mendukung program Pemerintah Kota Semarang diantaranya program untuk peningkatan SDM, hingga meningkatkan indeks pembangunan manusia.

''Termasuk yang digalakkan adalah pengelolaan sampah. Selain program pengelolaan sampah, kita juga dukung tentang pembangunan yang salah stau wujudnya adalah olimpiade hari ini. Hal ini membuktikan bahwa kami akan terus berkolaborasi dan berkembang untuk Kota Semarang yang lebih baik pada masa yang akan datang,'' tegasnya.

Baca juga: Bhayangkara Pertahankan Gelar Proliga, Berikut Penerima Predikat Terbaik Putra

Di sisi lain, Kepala Tim Research and Development Gypem Indonesia, Dana Yudha Kristiawan PhD, mengaku pihaknya setiap minggu melaksanakan program kompetisi online secara gratis yang dapat diakses semua orang di Indonesia untuk kesejahteraan pendidikan.

Tidak hanya di bidang akademik, namun juga hadir dalam soft skill, dan kesenian, olahraga, serta penguatan literasi karena kemapuan literasi membaca dan menulis masyarakat Indonesia perlu ditingkatkan.

''Tentunya kami mengucapkan banyak terima kasih kepada pihak USM, sungguh suatu kerja sama yang indah dapat terselenggaranya acara ini dan disertai oleh banyak peserta. Kami berharap, ke depan bisa terjadi peningkatan tidak hanya skala nasional tapi juga mungkin di tahun-tahun berikutnya ke level yang lebih tinggi paling tidak di level Asia,'' ungkapnya.

Tingkat Kepedulian

Ketua Panitia, Fitrya Nur Rany mengatakan, kegiatan tersebut untuk meningkatkan kepedulian pelajar terhadap akademik, mengasah dan mengembangkan kemampuan, keterampilan, serta potensi diri para pelajar.

''Program ini masuk ke program dana pengembangan mahasiswa dan targetnya untuk menarik massa yang kita juga branding USM supaya bisa lebih dikenal di tingkat nasional. Itu bukan program pertama di BEM, namun ini adalah acara besarnya BEM USM. Ini memang ranahnya sesuai visi misinya presiden, kami yang ingin mengembangkan di dunia akademik,'' katanya.

Baca juga: USM Jajaki Kolaborasi Akademik dengan UniKL untuk Perkuat Jaringan Internasional

Dalam melaksanakan kegiatan tersebut, pihaknya menggandeng Global Youth and Peace Education Movement (Gypem) Indonesia yang merupakan sebuah lembaga yang menyelenggarakan kompetisi online untuk pelajar Indonesia dengan fokus pada pendidikan perdamaian dan pengembangan potensi individu mellaui kompetisi akademik dan non-akademik.

Sejak pendaftaran dibuka pada 1 Maret - 27 April 2025, jumlah peserta yang mendaftar sekitar 1.600 peserta. Pada babak penyisihan yang dilakukan secara online pada 27 April 2025, jumlah peserta yang lolos kurang lebih 550 peserta yang akan bersaing.

Beberapa mata pelajaran yang dilombakan yaitu Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Matematika.

''Lombanya seperti kita lagi ujian mandiri dan kita tidak pakai kertas, tapi pakai HP atau laptop. Jadi, hasil ujiannya langsung ke input di sistem, dan sudah bisa dikathui juaranya siapa saja. Kelebihannya adalah ada sensor di kamera, jadi tidak bisa keluar dari aplikasi yang dibuat untuk mengerjakan soal olimpiade,'' jelas Fitrya.

Dia mengungkapkan, beberapa fasilitas untuk peserta di antaranya uang pembinaan, 12 piala kejuaraan, kurang lebih 300 medali kejuaraan, piagam penghargaan, sertifikat apresiasi untuk seluruh peserta, dan logam mulia untuk seluruh finalis. (Aji)