Helo Indonesia

Perginya Pria Hebat, Dari Mula Nyeri Hebat di Dada

Annisa Egaleonita - Nasional -> Peristiwa
Minggu, 18 Mei 2025 15:01
    Bagikan  
Perginya Pria Hebat, Dari Mula Nyeri Hebat di Dada

OM BACH - Bachtiar Basri (30 Desember 1953-15 Mei 2025). | dok/Muzzamil/Helo Indonesia

LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM - Rabu siang, 14 Mei 2025 sekira pukul 12.00 Waktu Indonesia Barat, pria 71 tahun itu tetiba saja mengeluh nyeri hebat. Di bagian dada. Di rumahnya, Perum Bumi Arinda Permai Blok C2, Jl Turi Raya Kelurahan Pematang Wangi, Kecamatan Tanjungsenang, Bandarlampung.

Seisi rumah panik. Urusan dekat-dekat organ tubuh paling vital ini tak cuma momok. Lebih dari itu, genting. Kalau surat, sangat segera. Butuh ditolong, butuh pertolongan pertama.

Tapi lantaran urusan organ dalam, keluarga lintang pukang. Tak kurang dari Hafsiah sang istri, putra putri cucu hingga sopir, semua panik, segera bergegas membawa pria hebat 71 tahun yang tengah didera nyeri hebat di dada itu ke instalasi gawat darurat terdekat.

Sekelebat, yang terlintas di benak, RS Imanuel Sukarame, Jl Soekarno-Hatta, Way Dadi, Sukarame, Bandarlampung.

Merujuk peta digital, jaraknya 4,5 kilo jika melewati Jl Ratu Dibalau, Jl Soekarno-Hatta (By Pass), 12 menit. Lalu lintas normal.

Tiba sana langsung ditangani, diiringi panik sedikit mereda dan junjungan doa, hingga tiba satu jam lebih dari saat nyeri tiba, tim dokter jaga dokter spesialis RS Imanuel kewalahan menangani. Keterbatasan alat.

Sesuai SOP, gegas kontak pihak RS rujukan utama, RSUD Abdul Moeloek (RSUDAM) Provinsi Lampung (sebelumnya RSUDAM Tanjungkarang), Jl Dr Rivai 6 Penengahan, Tanjungkarang Pusat, Bandarlampung.

16 menit perjalanan lalu lintas normal, darurat bisa lebih cepat, tempuh jarak 6,8 kilo dari RS Imanuel lewat Jl Sultan Agung belok Jl Teuku Umar hingga tiba di ruang ICU RS terbesar milik Pemprov Lampung itu.

Jarum jam sekira pukul 14.00 WIB saat tubuh pria hebat 71 tahun itu tiba. Sejurus, tindakan pemeriksaan medis terukur pun digesa. Ulah penyebab nyeri hebat di dada bermacam, tim kecil dokter terbaik pun dikerahkan.

Nyeri hebat di dada, sedikitnya terkait erat dengan kondisi gangguan tujuh organ tubuh manusia: empedu, jantung, kerongkongan, lambung, paru-paru, perut, usus, pun saluran pencernaan lainnya, dan kondisi lainnya.

Penyebab umum nyeri dada terkait empedu, misal batu empedu atau gangguan lain dapat sebabkan iritasi di dalam Abdomen (perut) dan memicu nyeri dada.

Penyebab umum nyeri dada terkait jantung misal terjadinya serangan jantung (heart attack): dada terasa seperti diremas, ditekan, atau terbakar di bagian tengahnya. Jika nyeri dada disertai sesak napas, keringat dingin, nyeri menjalar ke lengan, perlu ditolong medis segera. Bisa jadi gejala serangan jantung.

Atau, Angina: nyeri dada akibat berkurangnya aliran darah ke jantung. Atau jantung koroner: penyempitan arteri koroner nan alirkan darah ke jantung. Atau, Perikarditis: peradangan selaput tipis pembungkus jantung.

Penyebab umum nyeri dada, terkait dengan kerongkongan, misal kelainan Esofagus: gangguan pada kerongkongan seperti dismotilitas esofagus (kejang esofagus), dapat sebabkan nyeri dada saat makan.

Penyebab umum nyeri dada, terkait lambung, dari gangguan pencernaan seperti asam lambung (GERD) jika naik ke kerongkongan dapat sebabkan iritasi, sensasi terbakar (heartburn), dan nyeri dada.

Atau, Alergi: reaksi alergi terutama sekali jika alergen masuk ke saluran pencernaan dapat sebabkan nyeri dada. Atau, Maag (Gastritis): peradangan pada lambung ini sebabkan nyeri ulu hati, dapat menjalar ke dada. Atau, Tukak Lambung: luka di lapisan lambung, idem sebabkan nyeri ulu hati dan menjalar ke dada.

Atau, Sindrom Dispepsia: kondisi ditandai rasa tak nyaman di ulu hati usai makan, akibat peningkatan produksi asam lambung dan gas.

Penyebab umum nyeri dada terkait paru-paru ini terbanyak. Dari, Atelektasis (paru-paru kolaps atau kempis) dapat sebabkan nyeri dada (akan terasa seperti nyeri menusuk).

Atau, Emboli paru: gumpalan darah yang tersangkut di arteri paru-paru yang dapat halangi aliran darah, sebabkan nyeri dada yang tajam terutama pas napas/batuk.

Atau, Hipertensi Pulmonal: tekanan darah tinggi di arteri paru-paru yang sebabkan nyeri dada (terasa seperti nyeri jantung). Atau, Kanker Paru-paru: nyeri dada kronis atau menjalar ke bahu atau punggung.

Atau, Infeksi Paru-paru: (bertambah satu kala datang pagebluk pandemi global 2020-2021), misal bronkitis, COVID-19, Pneumonia (infeksi paru-paru yang sebabkan peradangan dan nyeri dada terutama saat bernapas disertai batuk, demam), dan tuberkulosis (TB Paru).

Atau, Pleuritis: peradangan pada selaput yang menutupi paru-paru, senada Emboli paru, dapat sebabkan nyeri dada yang tajam terutama saat bernapas dalam atau batuk.

Berikut, penyebab umum nyeri dada terkait perut, berkelindan dengan gangguan kondisi organ Abdomen Atas lain terkait iritasi, picu nyeri ulu hati, nyeri perut, menjalar ke dada.

Mulai dari alergi, asam lambung, gangguan empedu, gangguan atau kelainan esofagus, maag, gangguan pankreas, gangguan ulu hati (gegara volume asam lambung dan gas naik), tukak lambung.

Selain, gangguan usus seperti infeksi saluran usus (Infeksi Gastrointestinal) dan radang usus buntu.

Dua lain, penyebab umum nyeri dada yakni
Cedera Dada (cedera atau memar area otot atau tulang dada) bisa sebabkan nyeri dada terutama saat bernapas. Dan, serangan panik dan kecemasan (memicu nyeri dada: terasa seperti serangan jantung, gejala lain seperti berkeringat, mual, sesak napas).

Banyaknya penyebab, jamak pula penanganan musabab. Ragam literasi: situs kebidanan, kedokteran, dan keperawatan; dirangkumkan: tindakan medis dokter di Ruang ICU bagi pasien dengan keluhan nyeri dada hebat tergantung pada penyebab nyeri dan kondisi pasien itu sendiri.

Garis besar penanganan, tiga koridor utama. Keatu, pemeriksaan diagnostik; dari cek EKG (Elektrokardiogram) deteksi masalah pada jantung seperti serangan jantung atau aritmia; Ekokardiogram periksa struktur dan fungsi jantung, rontgen dada cari tahu masalah di paru-paru atau organ lain, tes darah evaluasi kondisi jantung dan organ lain, pemeriksaan lain tergantung aspek kecurigaan dokter (basis penentu tindakan) seperti pemeriksaan penunjang misal cek arteri, dll.

Kedua, pengobatan untuk meredakan nyeri dada, dari pemberian obat penurun nyeri (analgesik), obat tergantung penyebab nyeri (misal obat anti-inflamasi untuk infeksi, obat jantung bagi serangan jantung), obat atasi komplikasi (obat anti-alergi, anti-koagulan).

Pengobatan juga cakup intervensi medis, dari pemberian obat via infus (terapi intravena/IV) atau infus IV: pemberian obat atau cairan langsung ke aliran darah lewat pembuluh vena. Lalu, perbantuan ventilator bila pasien kesulitan bernapas atau gagal napas.

Lalu, perbantuan prosedur darurat Resusitasi Jantung Paru (RJP) atau Cardio Pulmonary Resuscitation (CPR), prosedur darurat guna selamatkan nyawa seseorang yang alami henti jantung atau henti napas. Umumnya, RJP/CPR melibatkan kompresi dada dan napas buatan guna jaga oksigen dan darah mengalir ke otak dan organ vital hingga bantuan medis lebih lanjut tersedia.

Dan pembedahan, jika penyebab nyeri butuh tindakan bedah (misal perbaikan aorta).

Ketiga, perawatan guna atasi penyebab nyeri. Perawatan khususnya, seperti pemantauan tanda vital (tekanan darah, denyut jantung, suhu tubuh, saturasi oksigen), pemantauan kondisi klinis (status kesadaran, pernapasan, fungsi organ lain), pengendalian nyeri (via obat, metode lain/relaksasi), terapi suportif (dukung fungsi organ, cegah komplikasi).

Wanti medis, nyeri dada hebat bisa menjadi tanda kondisi serius selain serangan jantung, misalnya infark: kondisi mana, jaringan tubuh mengalami kematian (nekrosis) karena suplai darah tak mencukupi, yang terjadi saat ada sumbatan, hambatan aliran darah ke suatu area hingga sebabkan jaringan itu tak mendapatkan cukup oksigen dan nutrisi.

Infark bisa terjadi di otak (Infark Serebral atau stroke infark) yakni kerusakan jaringan otak akibat kekurangan oksigen dan nutrisi karena aliran darah ke otak terhambat, disebabkan penyumbatan pembuluh darah misal karena gumpalan darah atau bekuan.

Infark bisa terjadi di jantung (Infark Miokard atau serangan jantung): jaringan otot jantung mati karena aliran darah ke jantung berkurang atau tersumbat, umumnya sebab penyempitan pembuluh darah arteri koroner.

Infark bisa terjadi di paru-paru (Infark Paru), jaringan paru-paru mengalami kematian akibat aliran darah ke situ tersumbat.

Infark bisa terjadi di otot lurik (sangat jarang terjadi): jaringan otot mati akibat kekurangan pasokan darah. Bisa di Lakuna (Infark atau stroke Lakuna), jenis stroke iskemik akibat sumbatan pembuluh darah kecil di otak.

Gejala infark bervariasi tergantung penyebab dan lokasi. Gejala umum: sakit kepala hebat tetiba, gangguan penglihatan, kehilangan keseimbangan, kesulitan bicara (khususnya stroke infark). Lalu, nyeri dada hebat (seperti ditekan), pusing, mual, pingsan (khususnya infark miokard). Jika tak ditangani tepat, Infark bisa sebabkan kerusakan jaringan permanen bahkan kematian.

Ruang ICU, tempat tepat tangani pasien dengan nyeri dada hebat yang terkategori pasien kondisi kritis. Dokter periksa, obati, sesuai penyebab nyeri dan kondisi pasien. Jika pasien telah punya resep obat jantung (misal nitrogliserin), umumnya titah dokter, tetap diberikan.

Jika pasien tak sadar, tak bernapas, denyut jantung tak teraba, dilakukan RJP/CPR, dan penggunaan Defibrillator Eksternal Otomatis (AED): perangkat medis portabel otomatis untuk analisis irama jantung seseorang (yang didera serangan jantung mendadak), beri kejutan listrik (jika diperlukan) guna kembalikan irama jantung ke normal.

Akan halnya henti jantung (cardiac arrest): kondisi di mana jantung berhenti berdetak dan tidak dapat memompa darah ke seluruh tubuh, bisa disebabkan oleh sedikitnya enam faktor. Salah satunya, Diseksi Aorta.

Sebelum bedah itu, lima penyebab lain henti jantung yakni gangguan irama jantung yang sebabkan jantung bergetar tak terkontrol (Fibrilasi Ventrikel), penyumbatan pembuluh darah koroner yang suplai darah ke jantung (jantung koroner), penyakit penyebab otot jantung jadi lebih tipis/tebal (Kardiomiopati), serangan jantung, penggunaan obat-obatan (beberapa obat bisa buat irama jantung tak normal/aritmia), dan overdosis narkoba (selain, penggunaan narkoba tertentu dapat meningkatkan detak jantung).

Dan, henti jantung oleh sebab terjadi Diseksi Aorta. Apa itu? Robekan pada lapisan dalam pembuluh darah terbesar yang bawa darah dari jantung (pembuluh darah Aorta), yang terjadi saat dinding dalam pembuluh darah Aorta mengalami robekan hingga sebabkan darah mengalir di antara lapisan dinding Aorta.

Keterkaitan tererat, kondisi paling sahih yang yakinkan kita, Diseksi Aorta dapat sebabkan henti jantung? Itu tadi, robekan pada Aorta memengaruhi aliran darah ke jantung atau sebabkan jantung berhenti memompa darah secara efektif. Jika Diseksi Aorta terjadi, henti jantung bisa terjadi.

Penjelasan sahih inilah, yang lantas diketahui khalayak luas, sebagai penyebab kematian pria hebat kelahiran Tanjungkarang, Bandarlampung, 30 Desember 1953 silam itu.

Penjelasan afirmatifnya, disampaikan epik dr Imam Ghozali, Wadir RSUDAM Lampung Bidang Pelayanan, Keperawatan, dan Penunjang Medik, Kamis.

"Rabu 14 Mei 2025 pukul 12.00 WIB, beliau mengeluh nyeri hebat di dada dan dibawa keluarga ke (RS) Imanuel. Rupanya di Imanuel tak bisa ditangani, keluarga minta kita rawat disini. Saya perintah secepatnya dibawa ke RSUDAM," terang dr Imam Ghozali.

Sang pria hebat, masuk ruang ICU RSUDAM, Rabu (14/5/2025) pukul 14.00 WIB, dirujuk RS Imanuel. Dokter RSUDAM sempat menaruh praduga awal terkait keluhan sang pria: nyeri dada hebat, lantaran ada 'sesuatu' dengan jantungnya. Latar praduga, pasalnya usai pemeriksaan mendalam Lab RSUD tuntas: kondisi jantung, baik.

"Curiga kita. Ini kayaknya bukan di jantung tapi paru-paru. Kami lakukan malam itu juga (Rabu, 14 Mei) kami USG cari penyebabnya, hasilnya tidak ada juga," lanjut dokter. USG (Ultrasonografi), pemeriksaan penunjang diagnostik pakai gelombang suara frekuensi tinggi guna hasilkan gambar organ dalam tubuh, bantu dokter diagnosis penyakit, pantau kehamilan, prosedur medis lainnya.

Berikutnya, tim dokter RSUDAM lakukan Computerized atau Computed Tomography (CT) Scan, prosedur pemeriksaan medis gunakan teknologi sinar-X dan komputer guna hasilkan detail gambar organ, tulang, dan jaringan lunak dalam tubuh seseorang.

Seusainya diketahui ada kelainan di pembuluh darahnya, ditemukenali sahih: Diseksi Aorta. Prosedur tindakan lanjutan: pemasangan balon, harus disegerakan, kata lain pasien mesti dirujuk ke RS Harapan Kita Jakarta, khusus jantung.

Hasilnya? "Ternyata clear. Pemeriksaan bagus-bagus aja. Setelah dilakukan CT Scan, ternyata di pembuluh darah utamanya itu, "lumen"-nya luka," imbuh Imam, menyebut tindakan lanjutan pemasangan balon tadi, secepatnya. Naas, segala tengah persiapan, pasien tetiba lelagi dihampiri nyeri hebat.

"Langsung drop, jantungnya tidak berdetak lagi. Kami lakukan pemompaan jantung sekitar 20 menit, semua obat masuk tapi tak ada respons, akhirnya beliau dinyatakan meninggal pukul 15.46 WIB,” pilu dengarnya.

Lengkap gelar dr. Imam Ghozali, Sp.An-TI., Subsp., MN(K.), M.Kes, kini acap tampil pelontos berkacamata ini bilang, usai keluarga dipanggil, setuju, dokter serta pasien sudah mau ke Jakarta.

Bahkan terpisah, tokoh Lampung: advokat, tokoh pers dan bos media, Direktur dan CEO Disway.id, GM Radar Lampung Group, juga Ketua Dewan Pertimbangan KADIN dan APINDO Lampung selain Ketua Komite Advokasi Daerah (KAD) Lampung, Ardiansyah; yang juga besan sang pasien pria hebat.

Om Bach, sapaan Bachtiar Basri, pria hebat 71 tahun dimaksud, ayah dari yang kini anggota DPRD Lampung Fraksi Gerindra dapil VI, Intan Rehana. Bang Aca, sapaan Ardiansyah, pamanda Taufan Aditya Irana, suami Intan.

Bang Aca, salah satu yang terakhir sua Om Bach jelang ajalnya (satu jam sebelum Om Bach kritis), seperti dituliskan di artikelnya "1 Jam Jelang Ajal Menjemput, Om Bach Tetap Tunjukkan Wajah Ceria (Catatan Bang Aca)" di portal Radar Lampung, Kamis (15/5/2025) pukul 19.57 WIB, ceritakan ulang penuturan Om Bach saat dibezuk singkat diakhiri Bang Aca spontan ajak Om Bach berswafoto, itu.

Bahwa, sang menantu sempat menawarkan opsi memberangkatkan Om Bach dengan menumpang helikopter, tetapi, "Nggak usah. Pakai mobil ambulans aja," tolak Om Bach.

Dan, "Saat sedang persiapan ke Jakarta menggunakan ambulans, bapak (Om Bach) tiba-tiba nyeri hebat, langsung drop. Kemudian dilakukan penanganan intensif," sambung dr Imam, penanganan kali terakhir nihil hasil, tiada respons pasien, hingga akhirnya dinyatakan meninggal 15.46 WIB.

"Selama di RSUDAM almarhum dalam keadaan sadarkan diri dan sempat menerima kerabat yang jenguk," pungkas Imam.

Dari Bang Aca pula diketahui, nyeri hebat Om Bach rasakan, di dada sebelah kiri. Om Bach tak rasakan sesak napas. "Keluhannya hanya itu. Sesak pada bagian dada kiri. Selebihnya tidak ada yang menunjukkan beliau sakit."

Takdir berkata lain. Bang Aca yang baru sejam lalu bezuk dan dapati wajah ceria, bahkan sempat bergaya acung jempol saat diminta berswafoto sesaat Bang Aca pamit; sempat terhenyak tak percaya dikirimi pesan singkat kabar lara Om Bach sang 'Sabai' (bahasa
Lampung, berarti besan) dia itu, berpulang.

Inna Lillahi wa Inna Ilaihi Rajiun. Jenazah almarhum Om Bach atau H. Bachtiar Basri, S.H., M.M. bin H. Ahmad Basri langsung dibawa ke kediaman pribadi kampung halaman, Jl Alamsyah Ratu Prawiranegara, Kelurahan Kelapa Tujuh, Kotabumi Kota, Lampung Utara, disemayam prakebumi Jumat (16/5/2025) pagi WIB.

Om Bach alumni Sekolah Rakyat 5 Kotabumi, SMP Negeri (1969) SMA Negeri (1973) juga Kotabumi, merantau mukim studi hingga sandang Sarjana Hukum UII Yogya 1979, digenapi gelar Magister Manajemen UBL, 42 tahun kemudian.

Sebagai pria hebat: putra daerah sukses rantau, putra salah satu tokoh daerah, Om Bach mantap ikut jejak karir sang ayah, jadi pegawai negeri, terjun politik, seusainya.

Dia pengampu riwayat 13 jabatan negeri dan 2 jabatan politik. Meniti, Kasubbag Tata Hukum Pemda Lampung Tengah, 10 November 1983. Setahun dari itu sekaligus dipercaya jabat Pj Kabag Pelayanan Kantor Catatan Sipil Pemda sini per 1 November 1984.

Tiga tahun di tengah, dipindah jadi Pj Kabag Prekda dan Kesejahteraan Sosial Setwilda Lampung Utara per 27 Desember 1986.

Sampai 8 Juni 1990, saat dia dilantik jadi Camat Sumber Jaya, Lampung Barat. Pada 1 Februari 1995, dia Asisten II Setwilda sana. Balik bentar, sempat jadi Kadispenda Lampung Barat per 5 Desember 1995.

Balik kampung, moncer jadi Kepala Badan Pengawasan Daerah (Bawasda) sekaligus dipilih sebagai Pj Bupati Lampung Utara era transisi dari Ahmad Gumbira ke Hairi Fasyah, 11 Juni 1998 sampai 17 Januari 2001, saat dia dilantik jadi Sekdakab sini.

Nyaris sewindu, saat dia Sekda itulah (saat itu PNS cukup cuti dibawah tanggungan negara) dia putuskan berani mencalon bupati. Duet Bachtiar Basri-Slamet Haryadi raup 99.308 suara di Pilbup Lampung Utara 2008, Pilbup pertama di Lampung yang digelar sama hari Pilgub Lampung, 3 September 2008.

Terekam sejarah, Pilbup paling keras, usai manuver tungsura ulang 1 kecamatan, suara sah duet Bachtiar-Slamet geser turun, KPUD Lampung turun tangan, sahkan duet ini.

Terjadi gugatan ke Mahkamah Konstitusi, bahkan gugatan PK di Mahkamah Agung.
Abdul Mukthie Fadjar, Wakil Ketua MK saat itu, sampai bilang sengketa Pilbup Lampung Utara termasuk terunik. Naas politik, Zainal Abidin-Rohimat Aslan yang dilantik.

Om Bach mengalah, menepi dari hingar. Tahu-tahu dengar 4 Mei 2009 dia telah Staf Ahli Gubernur Lampung Syamsurya Ryacudu, gubernur ke-8 menjabat 2 Juli 2008–2 Juni 2009. Om Bach, Sahli Bidang Pemerintahan.

Sehari pascadilantik, gubernur pejawat pemenang Pilgub, Sjahroedin ZP menugasi Om Bach kepalai Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Daerah (BPMPD) Lampung per 3 Juni 2009. Saat itu tercatat, aktivis 98 Abu Hasan dan Cahyalana, tamu pertamanya kala ngantor.

Kedekatan Kyay Oedin-Om Bach, melanjut silaturahim kedua ayah. Saat ayah Oedin, Zainal Abidin Pagar Alam, Gubernur ke-2; ayah Om Bach diplot di Lampung Tengah.

Temurun, Oedin gubernur, tugasi Om Bach jadi Pj Bupati Tulang Bawang Barat per 14 Oktober 2009, lanjut terpilih bupati pertama 2011–2016. Jalan tiga tahun, mengundurkan diri, dampingi Ridho Ficardo maju Pilgub 2014, Pilgub Lampung pertama dihelat bersamaan Pileg-Pilpres 2014.

Menang terpilih, Gubernur-Wakil Gubernur Lampung 2014–2019 Ridho Ficardo-Bachtiar Basri kalah saat nyalon lagi di Pilgub 2018. Saatnya pensiun? Belum.

Alumni HMI, dewan pakar CeDPPIS, Dewan Pembina: Panitia Pemekaran DOB Kabupaten Sungkai Bunga Mayang, IKA UII Lampung 2024–2029, ormas perempuan Peradah, ormas ojol Permala, dsb.

Juga, eks Wakil Ketua AMPI Lampung Utara, Ketua KNPI Lampung Barat, Ketua BPO HKTI Lampung Utara, Ketua Persatuan Sepakbola Indonesia Lampung Utara (Persilu), Ketua Ormas NasDem Tulang Bawang Barat, Ketua IKA UII Lampung, Ketua HKTI Lampung 2017–2022 ini menggetok tular regenerasi.

Saat Wagub; saat Saad Sobari duduk Ketua PAN Lampung 2015–2018, produk Muswil 28-29 Mei 2015, Om Bach suksesor. Entah kenapa, ketum partai lalu tunjuk Om Bach gantikan akhir 2016. Di sini, Om Bach besut 'satu nama' duduk bendahara. Dinamis pra Pilgub 2018, giliran ketum partai gantikan Om Bach dengan adik ketum. Om Bach menolak ikut maju di Muswillub 17 September 2017.

1.043.666, inilah suara sah raihan Om Bach dan cagub Ridho, kandidasi elektoral Pilgub 27 Juni 2018. Gagal, madeg pandhito.

Dasar figur enerjik: hobi sepakbola hobi off-road jago tenis jago lukis, hingga akhir hayat dia advokat, ogah mati gaya. Hingga tiba dia putuskan endorse 'satu nama' tadi: Rahmat Mirzani Djausal, maju Pilgub 2024.

Dia didapuk tongkat komando, Ketua Tim Pemenangan Terpadu Rahmat Mirzani Djausal-Jihan Nurlela (TPT Mirza-Jihan) —menang terpilih terlantik. Tercatat, hingga wafat, Om Bach tenaga ahli gubernur Mirza.

Di Kotabumi, pria hebat ini kini berkebumi. Peninggalan gelora semangatnya memajukan daerah, kini membumi di dada para pewaris pembaharu Bumi. Lampung. (Muzzamil)